Akademisi UB Soroti Relokasi Warga Gaza ke Indonesia Sebagai Pengusurian Terselubung

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Gumilang

30 Jan 2025 13:50

Thumbnail Akademisi UB Soroti Relokasi Warga Gaza ke Indonesia Sebagai Pengusurian Terselubung
Isu relokasi warga Gaza. (Foto: inh.or.id)

KETIK, MALANG – Usulan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump untuk merelokasi warga Gaza Palestina ke Indonesia mendapat penolakan dari Kementerian Luar Negeri RI.

Rencana tersebut oleh Akademisi Universitas Brawijaya (UB), Yusli Effendi dinilai sebagai upaya pengusiran terselubung warga Gaza dari tanah airnya.

Menurut Dosen Hubungan Internasional (HI) dan pakar kajian Timur tengah itu, ide relokasi warga Gaza akan menghapus jejak sejarah Palestina. Jika terjadi, tragedi Nakba 1948 yang merupakan penghancuran masyarakat dan tanah air Palestina dapat terulang kembali.

“Palestina memang membutuhkan bantuan, tetapi gagasan meninggalkan tanah air mereka sama saja dengan pengusiran terselubung. Jika relokasi terjadi, ini akan mengulang tragedi Nakbah 1948, ketika ratusan ribu warga Palestina diusir oleh Israel. Mereka kehilangan tanah, rumah, dan identitas sejarah mereka,” ujarnya, Kamis, 20 Januari 2025.

Terlebih jarak antara Indonesia dan Palestina terlampau sangat jauh. Relokasi tersebut bukan hanya memindahkan individu, melainkan komunitas besar dengan akar budaya dan identitas yang kuat.

Tak menutup kemungkinan juga rencana relokasi warga Gaza akan menjadi celah bagi Israel untuk menghapuskan bukti sejarah Palestina.

“Jika Gaza ditinggalkan, Israel dapat dengan mudah merekonstruksi wilayah itu sesuai kepentingannya. Artefak sejarah akan hilang, dan generasi mendatang Palestina tidak lagi memiliki memori kolektif tentang perjuangan mereka,” lanjutnya.

Menurutnya, Indonesia dinilai menjadi negara yang vokal dalam mendukung kemerdekaan negara Palestina. Penyebutan nama Indonesia oleh Trump dinilai sebagai bentuk jebakan politik.

"Kita juga dikenal sebagai negara Muslim terbesar yang sering memprotes kebijakan Israel. Jadi ketika nama kita disebut, ini seperti jebakan politik. Kalau menerima, kita akan kewalahan. Kalau menolak, kita bisa dicap tidak peduli,” ucapnya.

Untuk itu diplomasi bersama forum seperti PBB dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menjadi salah satu jalan keluar atas persoalan tersebut. Pemerintah Indonesia juga harus mendorong negara Arab untuk menunjukkan solidaritas.

“Masalah ini tidak bisa diselesaikan oleh satu negara saja. Negara-negara Arab, yang secara geografis lebih dekat dengan Palestina, seharusnya menjadi pihak utama yang bertanggung jawab. Namun, sayangnya, banyak negara Arab yang justru tidak bersatu,” tutupnya. (*)

Baca Juga:
Semarak HUT ke-34, Kombel SMAGONTA Ceria Gelar Workshop AI Generatif untuk Transformasi Pembelajaran
Baca Juga:
Melampaui Kebaya: R.A. Kartini dan Relevansi Kesetaraan Gender Ditinjau dari Stereotype Content Model
Baca Sebelumnya

Khofifah Buka ICORCS 2025, Bahas Dua Hal Penting

Baca Selanjutnya

Resmi! PPDB Berganti Jadi SPMB, Mendikdasmen: Bukan Sekadar Ganti Nama

Tags:

Relokasi Gaza Palestina Pakar UB Universitas Brawijaya Indonesia Relokasi Warga Gaza gaza

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

DLH Kota Malang Petakan 39 TPS Tak Layak, Dorong Standarisasi Atap dan Fasilitas Lindi

15 April 2026 19:41

DLH Kota Malang Petakan 39 TPS Tak Layak, Dorong Standarisasi Atap dan Fasilitas Lindi

DPRD Kota Malang Ikut Kawal 4 Usulan Ranperda, Atur Pencegahan Narkoba Hingga RTH

15 April 2026 17:57

DPRD Kota Malang Ikut Kawal 4 Usulan Ranperda, Atur Pencegahan Narkoba Hingga RTH

33 Pegawai Lapas Perempuan Malang Naik Pangkat, Jadi Momen Gebrakan Inovasi

15 April 2026 16:31

33 Pegawai Lapas Perempuan Malang Naik Pangkat, Jadi Momen Gebrakan Inovasi

Tersorot Usai KPK OTT Bupati Tulungagung, Wahyu Hidayat: Kota Malang Tidak Seperti Itu!

15 April 2026 14:28

Tersorot Usai KPK OTT Bupati Tulungagung, Wahyu Hidayat: Kota Malang Tidak Seperti Itu!

Kejar Perbaikan Jalan, Pedagang Pasar Gadang Wajib Pindah Hingga 25 April 2026

15 April 2026 13:54

Kejar Perbaikan Jalan, Pedagang Pasar Gadang Wajib Pindah Hingga 25 April 2026

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

14 April 2026 16:31

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar