Abai Qunanbayuly: Puisi, Filsafat, dan Jiwa Kazakh

Editor: Muhammad Faizin

25 Okt 2025 19:28

Thumbnail Abai Qunanbayuly: Puisi, Filsafat, dan Jiwa Kazakh
Salah satu karya Abai Qunanbayuly yang dihadirkan dalam peringatan 180 tahun kelahirannya. (Istimewa)

KETIK, JAKARTA – Apa yang tergambar di pikiran anda saat pertama kali disebutkan nama negara Kazakhstan? Barangkali adalah hamparan padang stepa yang seolah tak berujung, kuda-kuda berlari di bawah langit biru yang luas.

Barangkali itu ada benarnya. Karena Kazakhstan adalah salah satu negara terluas di dunia. Luasnya yang mencapai 1,5 kali luas wilayah Indonesia menempatkan negara pecahan Uni Soviet ini sebagai negara terluas kesembilan di dunia. Namun di sisi lain, Kazakhstan juga sebagai salah satu negara tersepi di dunia, dengan tingkat kepadatan hanya 7 orang per km2.

Namun, Kazakhstan tak hanya bisa dikenal soal demografi dan luas wilayahnya saja. Ada sejumlah hal menarik dari negara terkurung daratan (landlock) ini.

Salah satunya yang harus anda tahu adalah satu sosok nama yang legendaris di dunia sastra: Abai Qunanbayuly.

Baca Juga:
Denda Dua Kali Lipat bagi Pelanggar! Kazakhstan Sahkan UU Larangan Niqab di Publik

Abai (1845–1904) bukan sekadar penyair. Ia adalah filsuf, komponis, dan pembaharu kebudayaan Kazakh. Lewat syair dan renungannya, ia menanamkan nilai kemanusiaan, moralitas, serta keberanian berpikir terbuka tanpa kehilangan akar tradisi. Karyanya yang paling berpengaruh, The Book of Words—atau Qara Sozder—adalah cermin pergulatan batin dan sosial bangsanya.

Pekan ini, sosok Abai kembali dikenang dalam peringatan 180 tahun kelahirannya, yang digelar di Hotel Four Seasons, Jakarta, Kamis, 23 Oktober 2025. Acara ini diinisiasi oleh Duta Besar Kazakhstan untuk Indonesia, Serzhan Abdykarimov, dan dihadiri komunitas Perhimpunan Persahabatan Kazakhstan–Indonesia (KIFS).

KIFS, yang berdiri sejak 2004 di bawah naungan Kedutaan Besar Kazakhstan, menjadi jembatan hubungan budaya, pendidikan, dan bisnis antarwarga kedua negara. “Pertemuan ini kami dedikasikan untuk Hari Republik Kazakhstan, sekaligus memperkenalkan karya Abai dalam terjemahan Bahasa Indonesia,” ujar Abdykarimov.

Dalam suasana hangat, hadirin disuguhi musik tradisional dan kuliner khas Kazakh. Ada beshbarmak, hidangan daging rebus dan mi yang disantap dengan tangan—secara harfiah berarti lima jari. Ada pula kyurdak, tumis jeroan sapi atau domba yang berpadu aroma paprika dan bawang Bombay. Rasa yang sederhana, tapi berakar pada sejarah panjang padang rumput Asia Tengah.

Baca Juga:
Omah Wiro Margo: Ruang Baca Hangat bak Rumah Nenek di Jantung Kota Malang

Abai lahir di kaki Gunung Chingiz, kawasan Semey, timur Kazakhstan. Ia mewariskan bukan hanya puisi, tetapi juga pandangan hidup. Dalam “Buku Kata-kata”-nya, Abai menulis tentang kejujuran, keadilan, dan pentingnya berpikir kritis di tengah perubahan zaman. Kata-katanya menembus waktu—dari gurun Kazakh, menggema ke seluruh dunia.

Kini, nama Abai disejajarkan dengan Shakespeare, Goethe, dan Pushkin. Ia bukan hanya milik bangsanya, tetapi milik siapa pun yang percaya: kata dapat mengubah peradaban.

Baca Sebelumnya

Wali Kota Tegal Cup II 2025 Gairahkan Dunia Akuatik dan Lahirkan Bibit Unggul Renang Jateng!

Baca Selanjutnya

Kirab Santri Bersholawat Dilepas Forkopimda Situbondo

Tags:

Abai Qunanbayuly Kazakhstan Perhimpunan Persahabatan Kazakhstan–Indonesia sastra filsuf Kazakh

Berita lainnya oleh Muhammad Faizin

Akses Pengobatan Hemofilia Belum Merata, Terapi Pencegahan Masih Terbatas

19 April 2026 09:40

Akses Pengobatan Hemofilia Belum Merata, Terapi Pencegahan Masih Terbatas

Gejala Hemofilia yang Sering Tak Disadari, dari Nyeri Sendi hingga Perdarahan Internal

19 April 2026 09:20

Gejala Hemofilia yang Sering Tak Disadari, dari Nyeri Sendi hingga Perdarahan Internal

Banyak Kasus Hemofilia Baru Terungkap Setelah Perdarahan, Dokter Soroti Minimnya Deteksi Dini

19 April 2026 09:00

Banyak Kasus Hemofilia Baru Terungkap Setelah Perdarahan, Dokter Soroti Minimnya Deteksi Dini

Mengenal Hemofilia: Penyebab, Jenis dan Bahaya Perdarahan Internal yang Kerap Tak Disadari

19 April 2026 08:40

Mengenal Hemofilia: Penyebab, Jenis dan Bahaya Perdarahan Internal yang Kerap Tak Disadari

Kasus Hemofilia di Indonesia Masih Minim Terdeteksi, Baru 13 Persen Terdiagnosis

19 April 2026 08:00

Kasus Hemofilia di Indonesia Masih Minim Terdeteksi, Baru 13 Persen Terdiagnosis

Mengapa Harga Plastik Naik Drastis Saat Konflik Timur Tengah? Ini Penjelasan Ekonom

19 April 2026 07:40

Mengapa Harga Plastik Naik Drastis Saat Konflik Timur Tengah? Ini Penjelasan Ekonom

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda

Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda