KETIK, MALANG – Kota Malang menyiapkan sebanyak 15 petugas haji untuk mendampingi 1.203 jemaah yang akan berangkat ke Tanah Suci pada musim haji tahun ini. Para petugas terdiri dari unsur Kemenhaj, tenaga kesehatan, hingga Petugas Haji Daerah (PHD).
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Kota Malang, Subhan, menjelaskan, masing-masing kloter akan didampingi oleh 2 tenaga kesehatan. Kota Malang sendiri pada musim haji tahun ini memiliki 3 kloter pemberangkatan.
"Petugas dari Kemenhaj ada enam orang, terdiri dari ketua kloter dan pembimbing ibadah di tiap kloter. Kemudian tenaga kesehatan ada enam orang, ditambah PHD yang merupakan rekomendasi dari Pemkot Malang," jelasnya, Sabtu, 17 April 2026.
Dari 1.203 orang yang berangkat haji tahun ini, jemaah tertua berusia 96 tahun sedangkan termuda berusia 16 tahun. Subhan menjelaskan, berdasarkan regulasi terbaru usia minimal jemaah yang dapat berangkat haji ialah 13 tahun.
Baca Juga:
DLH Kota Malang Dorong Aktivasi Bank Sampah, Jalan Keluar dari Minimnya Armada"Kalau jemaah yang usia 16 tahun itu menggantikan orang tua yang meninggal atau sakit," katanya.
Para petugas tersebut juga telah melakukan seleksi yang cukup ketat salah satunya dengan memastikan fisik dan kesehatan. Mengingat aktivitas di Tanah Suci nanti cukup padat dan mereka bertugas memastikan kondisi para jemaah.
"Petugas sendiri malah lebih ketat seleksi kesehatannya. Jadi kalau jemaah itu kan ada item-item tertentu. Tapi kalau yang petugas itu ditambah tes narkoba, kemudian tes kesehatan mental. Semua harus normal mulai dari tekanan darah, kolesterol, gula darah, harus terukur semuanya termasuk penyakit dalam," ungkapnya.
Subhan berpesan agar para petugas dapat melaksanakan tugas dengan baik sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing, mengingat mereka mewakili kehadiran negara dan mendampingi para jemaah.
Baca Juga:
Audiensi di Polresta Malang Kota, YKTK dan KKJ Tolak Laga Arema VS Persebaya di Kanjuruhan"Jadi yang petugas kesehatan membantu kesehatan jemaah, ketua kloter juga mengatur sistem dan mekanisme dari perjalanan haji sampai ibadah. Kemudian yang membimbing ibadah ya membimbing ibadah jemaah ketika pelaksanaan ibadah haji," tutupnya. (*)