KETIK, JEMBER – UIN KHAS Jember resmi melepas 11 civitas akademika sebagai calon jemaah haji tahun 2026. Prosesi pelepasan berlangsung khidmat di Masjid Sunan Ampel pada Rabu, 6 Mei 2026 pukul 09.00 WIB.
Para calon jemaah haji yang diberangkatkan terdiri dari dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan kampus. Mereka adalah Abdul Haris, Dwi Puspitarini, Safrudin Edi Wibowo.
Serta Roni Subhan, Abdulloh Dardum, Mohammad Najich Chamdi, Moh. Isomuddin, Muhammad Salman Al Farisi, Mega Fariziah Nur Humairoh, A. Amir Firmansyah, serta Dimas Surya Perdana.
Dalam sambutannya, Rektor UIN KHAS Jember, Hepni menegaskan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan spiritual, melainkan juga proses pembentukan karakter yang mampu melahirkan sumber daya manusia berintegritas.
Menurutnya, nilai-nilai yang diperoleh selama menjalankan ibadah haji diharapkan mampu membentuk pribadi yang profesional, disiplin, berakhlak mulia, serta membawa ketenteraman di tengah masyarakat maupun lingkungan pendidikan.
Baca Juga:
Lepas Jemaah Haji Jombang, Bupati Warsubi: Jaga Kesehatan dan Kebersamaan“Ibadah haji adalah investasi religius yang sangat penting dalam membangun SDM berintegritas,” ujarnya saat memberikan sambutan.
Ia juga menilai semakin banyak masyarakat yang menunaikan ibadah haji, maka semakin besar pula dampak positif yang dapat dirasakan dalam kehidupan sosial.
Selain itu, Prof Hepni menekankan bahwa kemabruran haji harus tercermin dalam perilaku sehari-hari setelah kembali dari Tanah Suci.
Ia menyebut indikator haji mabrur di antaranya melalui tutur kata yang baik, menebarkan salam perdamaian, serta kepedulian sosial terhadap sesama.
Baca Juga:
Kabar Gembira untuk Guru Ngaji! Kemenag Siapkan Beasiswa Penuh PJJ, Bisa Kuliah Sambil MengajarRektor juga turut menitipkan doa bagi kemajuan kampus agar terus berkembang dan memberikan kontribusi lebih luas bagi agama, pendidikan, dan kemanusiaan.
“Kami titip doa di Multazam dan Raudlah agar UIN KHAS Jember terus melesat menjadi perguruan tinggi yang memberi kontribusi besar bagi agama dan kemanusiaan,” pungkasnya.(*)