Kelas Menengah Lagi Sulit, Pemerintah Dinilai Malah Hamburkan Duit untuk Seremoni di IKN

Jurnalis: Abdul Aziz
Editor: Muhammad Faizin

14 Agt 2024 01:30

Thumbnail Kelas Menengah Lagi Sulit, Pemerintah Dinilai Malah Hamburkan Duit untuk Seremoni di IKN
Edo Segara Gustanto, pengamat ekonomi dari Pusat Kajian Analisis Ekonomi Nusantara. ( Foto: Dok Edo S/Ketik.co.id)

KETIK, YOGYAKARTA – Langkah pemerintah yang menyewa ratusan mobil mewah untuk perayaan kemerdekaan di IKN, terus memicu kritik. Penyewaan ratusan mobil mewah itu diperkirakan menelan anggaran negara hingga ratusan miliar, di mana  untuk setiap mobilnya menelan harga sewa sekitar Rp 25 juta per hari. 

Pengamat ekonomi dari Pusat Kajian Analisis Ekonomi Nusantara, Edo Segara Gustanto menyoroti, di tengah kesulitan ekonomi yang semakin dirasakan oleh masyarakat kelas menengah, pemerintah malah mengeluarkan anggaran besar untuk seremonial di Ibu Kota Negara (IKN). 

Langkah ini menurut Edo Segara, dianggap tidak sensitif terhadap kondisi ekonomi sebagian besar rakyat yang saat ini tengah bergulat dengan meningkatnya biaya hidup, kenaikan harga barang, dan terbatasnya lapangan pekerjaan.

"Banyak pihak menilai bahwa pengeluaran besar-besaran untuk berbagai seremonial dan upacara di IKN, seolah-olah tidak mempedulikan kenyataan bahwa masyarakat kelas menengah sedang menghadapi tekanan finansial yang signifikan," ujarnya pada Selasa (13/8/2024). 

Baca Juga:
WFH ASN Tidak Efektif Jika Tak Didukung Budaya Kerja Mandiri dan Sistem Pengawasan

Edo juga mengungkapkan, dengan daya beli yang terus menurun dan inflasi yang sulit dikendalikan, masyarakat berharap pemerintah bisa lebih bijaksana dalam menggunakan anggaran negara.

"Hal ini perlu dikritisi. Mengingat energi dan dana yang seharusnya bisa dialokasikan untuk program pemulihan ekonomi dan bantuan langsung kepada masyarakat, malah dihabiskan untuk acara-acara seremonial yang kurang berdampak langsung kepada rakyat," sindirnya.

Edo menambahkan bahwa fokus pemerintah seharusnya adalah pada upaya menstabilkan ekonomi dan memperbaiki kesejahteraan masyarakat. Terutama kelas menengah yang kini semakin tertekan. Ia berpendapat keputusan ini semakin memicu kritik terhadap prioritas pemerintah dalam mengelola keuangan negara.

"Banyak yang bertanya-tanya mengapa di tengah kesulitan ekonomi yang nyata, justru acara-acara mewah yang dipilih untuk didahulukan. Sementara banyak sektor yang lebih membutuhkan pendanaan malah terabaikan," ingatnya.

Tanpa langkah yang jelas dan konkrit, dikhawatirkan krisis ekonomi yang lebih dalam akan melanda masyarakat. Terutama kelas menengah yang menjadi tulang punggung perekonomian negara.

"Pemerintah diharapkan segera merespons dengan kebijakan yang lebih berorientasi pada pemulihan ekonomi dan kesejahteraan rakyat," pungkas Edo. (*)

Baca Juga:
'Gas!' Lagu Milik FSTVLST yang Ajarkan Bangkit dari Keterpurukan, Begini Liriknya!

Baca Sebelumnya

Jadi Hub IKN, Eri Cahyadi Yakin Akan Dongkrak Perekonomian Surabaya

Baca Selanjutnya

dr Bhakti Setiyo Tunggal Ditunjuk Jadi Plt Direktur RSUD dr Mohammad Zyn Sampang, Masa Kerja hanya 3 Bulan

Tags:

Pengamat Ekonomi Universitas Islam Indonesia UII Yogyakarta Edo Segara Edo Segara Gustanto Seremonial Ibu Kota Negara IKN Kritisi Pusat Kajian Analisis Ekonomi Nusantara

Berita lainnya oleh Abdul Aziz

Vonis Ditunda, Nasib Mantan Kadiskominfo Sleman Eka Suryo Diputus Kamis Pekan Ini

31 Maret 2026 22:22

Vonis Ditunda, Nasib Mantan Kadiskominfo Sleman Eka Suryo Diputus Kamis Pekan Ini

Bupati Harda Kiswaya di Peringatan Nuzulul Quran: Al-Quran Adalah Benteng Hadapi Ketidakpastian Dunia

7 Maret 2026 09:00

Bupati Harda Kiswaya di Peringatan Nuzulul Quran: Al-Quran Adalah Benteng Hadapi Ketidakpastian Dunia

Milad ke-83 UII: Dari Bedah Rumah hingga Sinergi Pengentasan Kemiskinan di Sleman

7 Maret 2026 08:30

Milad ke-83 UII: Dari Bedah Rumah hingga Sinergi Pengentasan Kemiskinan di Sleman

Universitas Alma Ata Yogyakarta Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis dan Penguatan Koperasi Desa

7 Maret 2026 07:00

Universitas Alma Ata Yogyakarta Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis dan Penguatan Koperasi Desa

Menembus Dinding Bangsal: Estafet Ratusan Paket Iftar LKS BIMa, Ketik.com dan Sejoli Bagi Penunggu Pasien RSUP Dr Sardjito

5 Maret 2026 10:50

Menembus Dinding Bangsal: Estafet Ratusan Paket Iftar LKS BIMa, Ketik.com dan Sejoli Bagi Penunggu Pasien RSUP Dr Sardjito

Komunitas Sejoli, Ketik.com, dan LKS BIMa Berbagi Ratusan Nasi Box di RSUP dr Sardjito

22 Februari 2026 19:41

Komunitas Sejoli, Ketik.com, dan LKS BIMa Berbagi Ratusan Nasi Box di RSUP dr Sardjito

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar