Jelang Ramadan 1447 H, Harga Bunga Tabur di Yogyakarta Melambung Tinggi

Jurnalis: Fajar Rianto
Editor: Rahmat Rifadin

13 Feb 2026 17:05

Thumbnail Jelang Ramadan 1447 H, Harga Bunga Tabur di Yogyakarta Melambung Tinggi
Harga bunga tabur di Yogyakarta melambung tinggi menjelang bulan suci Ramadan. Sejumlah pedagang mematok harga hingga Rp140 ribu per keranjang besar. (Foto: Fajar R/Ketik.com)

KETIK, YOGYAKARTA – Memasuki bulan Ruwah dalam penanggalan Jawa, tradisi nyadran atau ziarah kubur ramai dilakukan masyarakat di Yogyakarta.

Namun, seiring meningkatnya permintaan, harga bunga tabur di sejumlah titik penjualan terpantau mengalami kenaikan tajam. Fenomena kenaikan harga ini terpantau merata di berbagai lokasi berdasarkan pengamatan lapangan.

Di kawasan Wirobrajan misalnya, para pedagang mengakui bahwa kenaikan harga bunga terjadi karena stok yang terbatas berbanding terbalik dengan permintaan warga yang membeludak.

Tri Waryanti, salah satu pedagang bunga di seputaran Wirobrajan, tidak menampik kondisi harga saat ini yang sedang mahal. Senada dengan Tri sajumlah pedagang yang juga berjualan di lokasi yang sama membeberkan bahwa harga bunga dalam keranjang kecil kini menyentuh Rp40 ribu, sementara untuk ukuran sedang dipatok Rp70 ribu dan ukuran besar mencapai Rp140 ribu.

Baca Juga:
Rayakan Syawal, Ribuan Warga Boja di Kendal Tumpah Ruah dalam Tradisi Buka Luwur Nyi Dapu

Foto Tradisi Nyadran mulai menggeliat, permintaan bunga tabur melonjak drastis. Pantauan di lapangan menunjukkan kenaikan harga terjadi merata di sejumlah titik penjualan maupun pasar tradisional Yogyakarta. (Foto: Fajar R/Ketik.com)Tradisi Nyadran mulai menggeliat, permintaan bunga tabur melonjak drastis. Pantauan di lapangan menunjukkan kenaikan harga terjadi merata di sejumlah titik penjualan maupun pasar tradisional Yogyakarta. (Foto: Fajar R/Ketik.com)

Begitu juga kondisi yang ada di titik penjualan yang ada di Jalan Bantul, Simpang empat Dongkelan, Pasar Cebongan, seputaran pasar Kranggan dan sebagainya menunjukan adanya kenaikan harga bunga tabur yang meroket.

Kondisi ini juga dirasakan oleh para pembeli, salah satunya adalah Koko. Saat ditemui tengah membeli bunga di Wirobrajan, ia mengatakan bahwa fenomena seperti ini seolah sudah menjadi agenda tahunan bagi warga.

Menurutnya, jika bunga mulai langka di pasaran, harganya bisa melonjak lebih tinggi lagi dari yang ada saat ini.

Baca Juga:
Khutbah Jumat Syawal di Masjid Al-Akbar! Gubes Unisma Prof Mas’ud Said: Istiqomah Pasca Ramadan Jadi Kunci Kemuliaan

Koko memaparkan perbandingan kenaikan harga yang cukup signifikan untuk kemasan bungkusan kecil atau yang biasa disebut penak. Pada hari biasa, ia biasanya cukup merogoh kocek di kisaran Rp5 ribu.

Memasuki awal bulan Ruwah, harga tersebut merangkak naik ke angka Rp7,5 ribu. Namun saat ini, harganya sudah melonjak tajam berada di kisaran Rp10 ribu hingga Rp15 ribu per bungkus.

Senada Dwi yang ditemui usai membeli bunga di seputaran jalan Bantul juga menyampaikan hal sama. Menurutnya jika bulan Ruwah memasuki musim kemarau bunga tabur semakin tinggi lagi harganya.

"Naik tiga atau empat kali lipat dari harga normal," ungkapnya.

Kondisi tersebut menurut sejumlah pedagang di karenakan pada bulam Ruwah saat ini harga kulakannya juga naik 3 hingga 4 kali lipat dari harga biasanya. Kenaikan harga ini diperkirakan akan terus bertahan mendekati datangnya bulan suci Ramadan 1447 H. (*)

Baca Sebelumnya

Dukung Program MBG, Polresta Malang Kota Bangun SPPG di Lowokwaru dan Kedungkandang

Baca Selanjutnya

Hilang Tiga Hari, Pria di Banyuasin Ditemukan Tewas dengan Luka Mencurigakan

Tags:

Ruwah Tradisi Nyadran Wirobrajan ramadan ZIARAH KUBUR Pasar Tradisional Budaya Jawa Jelang ramadan Yogyakarta Hari Ini Harga Bunga Yogyakarta

Berita lainnya oleh Fajar Rianto

Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

13 April 2026 22:04

Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

13 April 2026 15:21

Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi

9 April 2026 16:31

Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi

Sleman Genjot Pemeliharaan Jalan, DPUPKP Targetkan Kemantapan Infrastruktur 80 Persen

9 April 2026 16:18

Sleman Genjot Pemeliharaan Jalan, DPUPKP Targetkan Kemantapan Infrastruktur 80 Persen

Babak Baru Penanganan Korupsi: MK Ketok Palu, BPK Satu-Satunya Penghitung Kerugian Negara

9 April 2026 05:50

Babak Baru Penanganan Korupsi: MK Ketok Palu, BPK Satu-Satunya Penghitung Kerugian Negara

Bupati Harda Kiswaya Kukuhkan Pengurus LKK Banyuraden, Tekankan Sinergi Membangun Sleman

8 April 2026 08:20

Bupati Harda Kiswaya Kukuhkan Pengurus LKK Banyuraden, Tekankan Sinergi Membangun Sleman

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar