Sumpah Palsu di Sidang Korupsi Sleman: Aktivis Desak Kejaksaan Seret Aktor Intelektual

Jurnalis: Fajar Rianto
Editor: Muhammad Faizin

5 Feb 2026 08:40

Thumbnail Sumpah Palsu di Sidang Korupsi Sleman: Aktivis Desak Kejaksaan Seret Aktor Intelektual
Melalui surat resminya kepada Kajari Sleman tertanggal 4 Februari 2026, Arifin menengarai adanya upaya rintangan keadilan (obstruction of justice) dalam kasus hibah pariwisata senilai Rp10,9 miliar yang menyeret mantan Bupati Sri Purnomo. (Foto: Fajar R/Ketik.com)

KETIK, YOGYAKARTA – Arifin Wardiyanto, aktivis anti korupsi yang dikenal dengan aksi-aksi nekatnya, kembali bersuara lantang. Kali ini, ia membidik dugaan aroma kongkalikong dalam persidangan kasus korupsi Dana Hibah Pariwisata Kabupaten Sleman Tahun Anggaran 2020. Arifin mendesak Kejaksaan Negeri Sleman untuk segera mengusut dugaan sumpah palsu dan upaya merintangi penyidikan (obstruction of justice).

Dalam surat resminya tertanggal Rabu, 5 Februari 2026, Arifin mengapresiasi keberhasilan jaksa membawa mantan Bupati Sleman, Sri Purnomo, ke meja hijau. Namun, ia menyayangkan satu nama yang hingga hati ini menurutnya luput dari jeratan status tersangka yakni dr Raudi Akmal.

Mengingat nama Raudi Akmal di sebut  sebut dalam dakwaan jaksa bahwa perbuatan terdakwa Sri Purnomo, selaku Bupati Sleman bersama-sama dengan saksi Raudi Akmal telah mengakibatkan Kerugian Keuangan Negara sebesar Rp10.952.457.030, sebagaimana dalam Laporan Hasil Audit Perhitungan Kerugian Keuangan Negara yang dikeluarkan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta (BPKP DIY) atas Dugaan Tindak Pidana Korupsi Dana Hibah Pariwisata Kabupaten Sleman Tahun Anggaran 2020 Nomor : PE.03.03/SR-1504/PW12/5/2024 Tanggal 12 Juli 2024.

Dugaan Pengondisian Saksi

Arifin menengarai adanya upaya sistematis untuk melemahkan pembuktian di persidangan. Fokusnya antara lain tertuju pada saksi Karunia Anas Hidayat, yang merupakan orang dekat Raudi Akmal. Di depan Majelis Hakim Tipikor Yogyakarta, Karunia mendadak mencabut keterangan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tanpa alasan yang jelas.

"Ini jelas indikasi sumpah palsu. Disatu sisi di tengarai ada upaya membujuk saksi untuk berbohong demi mengaburkan keterlibatan pihak lain," ujar Arifin.

Menurutnya, tindakan Karunia memenuhi unsur pidana Pasal 291 dan Pasal 373 UU Nomor 1 Tahun 2023 dengan ancaman tujuh tahun penjara.
Lebih jauh, Arifin menegaskan bahwa manuver tersebut adalah bentuk nyata obstruction of justice sebagaimana diatur dalam Pasal 21 UU Tipikor.

"Setiap orang yang sengaja mencegah atau merintangi pemeriksaan di sidang pengadilan perkara korupsi bisa dipidana maksimal 12 tahun. Jaksa tidak boleh mendiamkan ini," tegasnya, Kamis pagi 5 Februari 2026.

Desakan Penahanan

Poin krusial dalam tuntutan Arifin adalah desakan agar Raudi Akmal segera ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Ia khawatir, jika dibiarkan bebas, Raudi yang saat ini jabat anggota DPRD Sleman di duga akan melakukan upaya intervensi terhadap saksi-saksi lain atau menghilangkan barang bukti terkait perkara nomor 23/Pid.sus-TPK/2025/PN Yyk tersebut.

"Nama Raudi Akmal jelas disebut dalam surat dakwaan. Keterangan saksi di Pengadilan mayoritas juga telah mengarah padanya sebagai aktornya. Sedangkan terkait Anas, Majelis Hakim sudah memerintahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk mengusut keterangan palsu ini. Kami mendesak Kejaksaan untuk segera bertindak. Jangan sampai hukum tajam ke bawah tapi tumpul ke kroni kekuasaan," tambah mantan pejabat Telkom tersebut.

Profil Arifin: Militansi di Balik Aksi

Sosok Arifin Wardiyanto bukanlah pemain baru di dunia aktivisme. Ia dikenal sebagai aktivis "berdarah".

Namanya sempat mencuat saat melakukan aksi nekat menyayat dahinya dengan cutter di depan Gedung KPK hingga bersimbah darah. Jauh sebelumnya, pada 2002, ia juga pernah menyayat perutnya sendiri di Kantor Komnas HAM sebagai bentuk protes keras.

Kini, meski tidak dengan aksi teatrikal yang ekstrem, ketajaman Arifin dalam mengawal kasus hibah pariwisata senilai Rp10,9 miliar ini tetap menjadi sorotan. Surat desakannya pun ditembuskan ke lembaga tinggi negara, mulai dari Menko Polkam, Jaksa Agung, hingga Komisi III DPR-RI, termasuk media massa.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kejaksaan Negeri Sleman belum memberikan pernyataan resmi terkait tindak lanjut perintah hakim mengenai dugaan keterangan palsu saksi Karunia Anas Hidayat.(*)

Baca Juga:
Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi
Baca Juga:
Mengapa Eks Bupati Sri Purnomo Tak Perlu Terima Uang untuk Disebut Korupsi?
Baca Sebelumnya

Angin Puting Beliung Jombang Rusak 15 Rumah di Sumobito, Kesaksian Warga Detik-detik Atap Terbang

Baca Selanjutnya

Anggota DPRD Jatim dr Sriatun Subandi: Begini Ancaman Bahaya Remaja yang Menikah Dini

Tags:

Korupsi Hibah Pariwisata Sleman Arifin Wardiyanto Kejari Sleman Sri Purnomo Raudi Akmal Sumpah Palsu obstruction of justice Aktivis Anti Korupsi Karunia Anas Hidayat Tipikor Yogyakarta Hukum dan Kriminal

Berita lainnya oleh Fajar Rianto

Strategi Bidang Cipta Karya DPUPKP Sleman Wujudkan Kedaulatan Air Desa: Menuju PAMdes yang Mandiri

14 April 2026 15:49

Strategi Bidang Cipta Karya DPUPKP Sleman Wujudkan Kedaulatan Air Desa: Menuju PAMdes yang Mandiri

Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

13 April 2026 22:04

Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

13 April 2026 15:21

Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi

9 April 2026 16:31

Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi

Sleman Genjot Pemeliharaan Jalan, DPUPKP Targetkan Kemantapan Infrastruktur 80 Persen

9 April 2026 16:18

Sleman Genjot Pemeliharaan Jalan, DPUPKP Targetkan Kemantapan Infrastruktur 80 Persen

Babak Baru Penanganan Korupsi: MK Ketok Palu, BPK Satu-Satunya Penghitung Kerugian Negara

9 April 2026 05:50

Babak Baru Penanganan Korupsi: MK Ketok Palu, BPK Satu-Satunya Penghitung Kerugian Negara

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar