Pengamat Ragukan Target Prabowo yang Canangkan Pertumbuhan Ekonomi Capai 8%

Jurnalis: Fajar Rianto
Editor: M. Rifat

22 Agt 2024 02:47

Thumbnail Pengamat Ragukan Target Prabowo yang Canangkan Pertumbuhan Ekonomi Capai 8%
Pengamat ekonomi Pusat Kajian Analisis Ekonomi Nusantara Edo Segara Gustanto (paling kanan) (21/8/2024). (Foto: dok. Edo/Ketik.co.id)

KETIK, YOGYAKARTA – Baru-baru ini Presiden RI terpilih Prabowo Subianto mencanangkan target pertumbuhan Ekonomi Indonesia sebesar 7 sampai 8 persen. Itu disusul pernyataan Menteri Perdagangan (Mendag) RI Zulkifli Hasan yang juga menyatakan optimis target pertumbuhan ekonomi yang ditetapkan Presiden terpilih Prabowo Subianto tersebut dapat tercapai.

Salah satunya langkah yang ditempuh untuk mewujudkannya adalah dengan menertibkan aktivitas barang impor ilegal (ekonomi underground).

Namun, kebijakan tersebut ternyata mendapat tanggapan skeptis dari pengamat ekonomi. Beberapa di antaranya bahkan menilai target tersebut terlalu ambisius dan sulit untuk direalisasikan dalam jangka waktu dekat. Mengingat tantangan struktural dan global yang sedang dihadapi negeri ini.

Pengamat ekonomi Pusat Kajian Analisis Ekonomi Nusantara Edo Segara Gustanto salah satu yang meragukan target itu bisa tercapai. Dalam keterangannya tertulisnya kepada Ketik.co.id, Rabu (21/8/2024) Edo Segara Gustanto mengungkapkan keraguannya terhadap kemungkinan tercapainya target ini.

Baca Juga:
WFH ASN Tidak Efektif Jika Tak Didukung Budaya Kerja Mandiri dan Sistem Pengawasan

Menurut Edo Segara, untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen tersebut Indonesia membutuhkan terobosan besar di berbagai sektor. Itu memerlukan waktu dan konsistensi kebijakan.

"Target sebesar ini mungkin sulit tercapai. Namun, dengan kebijakan yang tepat dan keberanian untuk melakukan perubahan, pertumbuhan ekonomi yang solid masih mungkin diraih. Meski mungkin tidak sebesar 8 persen," terang Edo yang juga akademisi Universitas Islam Indonesia Yogyakarta ini.

Edo juga mengkritik kebijakan pemerintah saat ini yang dinilai kurang fokus dalam mengatasi masalah mendasar. Itu seperti daya beli masyarakat yang menurun. Menurutnya, tanpa adanya perbaikan signifikan dalam aspek tersebut, target 8 persen hanya akan menjadi angan-angan.

Ia sebutkan, kebijakan yang efektif harus fokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat bawah dan membuka lapangan pekerjaan yang berkualitas.

Baca Juga:
'Gas!' Lagu Milik FSTVLST yang Ajarkan Bangkit dari Keterpurukan, Begini Liriknya!

Disebutkan oleh Edo saat ini Indonesia masih sangat bergantung pada investasi asing untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Namun, dengan ketidakpastian regulasi dan birokrasi yang kompleks, minat investor bisa menurun.

Dalam penjelasannya, Edo menyatakan Pemerintah perlu menyederhanakan peraturan dan meningkatkan transparansi untuk menarik investasi. Tetapi, meskipun ada upaya reformasi, dampaknya tidak bisa langsung terasa dalam waktu singkat.

Selain itu, Edo juga menyoroti berbagai tantangan yang harus dihadapi pemerintah saat ini. Mulai dari lemahnya infrastruktur di beberapa wilayah, ketimpangan ekonomi, hingga tantangan global seperti ketidakpastian geopolitik dan perubahan iklim.

“Pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen memerlukan stabilitas di dalam negeri, serta kemampuan untuk mengatasi tekanan eksternal. Saat ini, Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam hal infrastruktur, kualitas sumber daya manusia, dan daya saing global,” tambahnya kemudian.

Selain itu, Edo juga mencatat meskipun konsumsi domestik tetap menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi, hal ini belum cukup kuat untuk mencapai angka 8 persen.

“Daya beli masyarakat masih terbatas, dan dengan tekanan inflasi yang meningkat, kemampuan masyarakat untuk terus berbelanja akan semakin tergerus,” jelasnya.

Meskipun pesimis, Edo berharap Pemerintah tetap melanjutkan upaya reformasi dan perbaikan di berbagai sektor ekonomi. Menutup keterangannya ia memprediksi pertumbuhan ekonomi di era Pemerintahan Prabowo Gibran nantinya hanya berkisar di angka 5-6%. (*)

Baca Sebelumnya

Potensi ZIS Kabupaten Bandung Capai Rp190 Miliar Pertahun

Baca Selanjutnya

Kasus DBD Naik, Polres Malang Fogging Seluruh Polsek dan Kantor Pelayanan

Tags:

Pemerintahan Prabowo-Gibran Pengamat Ekonomi Universitas Islam Indonesia UII Yogyakarta Edo Segara Gustanto Ekonom Pemerintah RI Pusat Kajian dan Analisis Ekonomi Nusantara pertumbuhan ekonomi

Berita lainnya oleh Fajar Rianto

Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

13 April 2026 22:04

Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

13 April 2026 15:21

Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi

9 April 2026 16:31

Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi

Sleman Genjot Pemeliharaan Jalan, DPUPKP Targetkan Kemantapan Infrastruktur 80 Persen

9 April 2026 16:18

Sleman Genjot Pemeliharaan Jalan, DPUPKP Targetkan Kemantapan Infrastruktur 80 Persen

Babak Baru Penanganan Korupsi: MK Ketok Palu, BPK Satu-Satunya Penghitung Kerugian Negara

9 April 2026 05:50

Babak Baru Penanganan Korupsi: MK Ketok Palu, BPK Satu-Satunya Penghitung Kerugian Negara

Bupati Harda Kiswaya Kukuhkan Pengurus LKK Banyuraden, Tekankan Sinergi Membangun Sleman

8 April 2026 08:20

Bupati Harda Kiswaya Kukuhkan Pengurus LKK Banyuraden, Tekankan Sinergi Membangun Sleman

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar