Kebijakan Ekonomi Dinilai Masih Reaktif, Fondasi Jangka Panjang Terabaikan

Editor: Muhammad Faizin

9 Apr 2026 11:40

Thumbnail Kebijakan Ekonomi Dinilai Masih Reaktif, Fondasi Jangka Panjang Terabaikan
Ilustrasi transaksi digital. (Foto: Pexels)

KETIK, YOGYAKARTA – Gejolak di Timur Tengah serta perang Ukraina-Rusia yang belum sepenuhnya berakhir, menjadi ancaman ekonomi dunia. Namun di tengah tekanan global tersebut, arah kebijakan ekonomi Indonesia dinilai masih belum optimal dalam memperkuat fondasi jangka panjang. Pemerintah cenderung mengambil langkah jangka pendek yang bersifat reaktif terhadap situasi yang berkembang.

Dosen Universitas Gadjah Mada, Yudistira Hendra Permana, menilai kebijakan ekonomi saat ini lebih berfokus menjaga stabilitas sesaat dibandingkan membangun ketahanan struktural.

“Sering kali yang dilakukan adalah memastikan kondisi tahun berjalan tetap aman, sementara perencanaan jangka panjang kurang mendapat perhatian yang cukup, sehingga kebijakan terlihat reaktif dan tidak memiliki arah yang kuat,” tuturnya, dalam keterangan tertulis, Rabu, 8 April 2026.

Ia juga mengingatkan bahwa ruang fiskal pemerintah berpotensi tertekan jika program-program prioritas dengan kebutuhan anggaran besar tidak dirancang secara matang. Kondisi ini dapat membatasi kemampuan pemerintah dalam merespons krisis di masa depan.

Baca Juga:
Sektor Perbankan Malang Raya Tumbuh Solid, Kredit Tembus Rp110,48 Triliun di Akhir 2025

Selain itu, Yudis menyoroti kuatnya pengaruh pertimbangan politik dalam kebijakan ekonomi. Ia menilai sejumlah keputusan tidak sepenuhnya berbasis kebutuhan ekonomi riil, melainkan juga mempertimbangkan dampak politik yang ditimbulkan.

“Ketika kebijakan lebih banyak dipengaruhi oleh pertimbangan politik, maka risiko fiskal menjadi lebih besar karena keputusan yang diambil tidak sepenuhnya berbasis kebutuhan ekonomi yang riil,” tegasnya.

Dampak dari kebijakan yang belum optimal mulai terasa pada sektor riil dan sistem keuangan. Perbankan cenderung lebih berhati-hati dalam menyalurkan kredit akibat tekanan biaya dan tingginya ketidakpastian global.

“Ketika tekanan biaya meningkat dan ketidakpastian tinggi, perbankan akan lebih berhati-hati dalam menyalurkan kredit, sehingga sektor riil ikut terdampak dan pertumbuhan ekonomi menjadi terbatas,” katanya.

Untuk memperkuat ketahanan ekonomi, Yudis menekankan pentingnya komitmen terhadap kebijakan jangka panjang, terutama dalam pembangunan sumber daya manusia dan transformasi energi.

“Kalau kita ingin kuat dalam jangka panjang, maka komitmen pada pembangunan sumber daya manusia dan transformasi energi harus benar-benar dijalankan secara serius, bukan sekadar menjadi wacana,” pesannya.

Ia menegaskan bahwa tanpa pembenahan struktural yang konsisten, fondasi ekonomi Indonesia akan tetap rapuh dalam menghadapi tekanan global yang berlapis.

“Fondasi kita sebenarnya belum cukup kuat, sehingga ketika tekanan datang dari berbagai arah, respons yang dihasilkan sering kali belum optimal dan masih perlu banyak pembenahan,” pungkasnya. (*)

Baca Sebelumnya

Membanggakan! Polres Bojonegoro Raih Predikat A Pelayanan Publik dari Ombudsman RI

Baca Selanjutnya

Prakiraan Cuaca Hari Ini 09 April 2026: Jakarta dan Bandung Cerah

Tags:

kebijakan ekonomi Indonesia fiskal pemerintah risiko fiskal kebijakan jangka pendek pengaruh politik ekonomi kredit perbankan transformasi energi

Berita lainnya oleh Muhammad Faizin

Kembangkan Teknologi RFID Tanpa Baterai untuk Pertanian Cerdas, Dosen Unmuh Jember Raih Gelar Doktor di Jepang

16 April 2026 08:00

Kembangkan Teknologi RFID Tanpa Baterai untuk Pertanian Cerdas, Dosen Unmuh Jember Raih Gelar Doktor di Jepang

Penugasan Agrinas via Inpres Disorot, Akademisi Nilai Berpotensi Langgar Prinsip Pasal 33 UUD 1945

16 April 2026 06:58

Penugasan Agrinas via Inpres Disorot, Akademisi Nilai Berpotensi Langgar Prinsip Pasal 33 UUD 1945

Penugasan Agrinas Kelola Koperasi Merah Putih Tuai Sorotan, Potensi Langgar Konstitusi dan Aturan Lain

16 April 2026 05:50

Penugasan Agrinas Kelola Koperasi Merah Putih Tuai Sorotan, Potensi Langgar Konstitusi dan Aturan Lain

Kerusuhan di Polsek Panipahan imbas Kemarahan Warga Terkait Narkoba, Polda Riau Lakukan Evaluasi Besar

15 April 2026 08:50

Kerusuhan di Polsek Panipahan imbas Kemarahan Warga Terkait Narkoba, Polda Riau Lakukan Evaluasi Besar

So Sweet! Dari Paris, Presiden Prabowo Sampaikan Ucapan Ulang Tahun ke-67 untuk Titiek Soeharto

15 April 2026 08:07

So Sweet! Dari Paris, Presiden Prabowo Sampaikan Ucapan Ulang Tahun ke-67 untuk Titiek Soeharto

Pemerintah Batasi Akses Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Akademisi: Langkah Mendesak

15 April 2026 05:41

Pemerintah Batasi Akses Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Akademisi: Langkah Mendesak

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H