Wali Kota Hasto Wardoyo Targetkan Bedah 200 Rumah di Tahun 2026 Usai Bedah 3 RTLH

Jurnalis: Fajar Rianto
Editor: Fisca Tanjung

16 Feb 2026 14:26

Thumbnail Wali Kota Hasto Wardoyo Targetkan Bedah 200 Rumah di Tahun 2026 Usai Bedah 3 RTLH
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo meninjau kondisi rumah tidak layak huni di Kampung Tukangan, Danurejan, Yogyakarta, Minggu 15 Februari 2026. Hasto menegaskan pentingnya kolaborasi dengan pihak swasta melalui program CSR untuk mempercepat perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) guna meningkatkan kualitas hidup warga. (Foto: Pemkot Yogyakarta for Ketik.com)

KETIK, YOGYAKARTA – Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, terus memacu program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) melalui skema kolaborasi lintas sektor.

Pada Minggu, 15 Februari 2026, Hasto meninjau langsung renovasi tiga unit rumah sekaligus di kawasan padat penduduk, yakni di Kampung Tukangan, Kemantren Danurejan, dan Kampung Miliran, Kemantren Umbulharjo.

Langkah ini merupakan bagian dari target Pemerintah Kota Yogyakarta untuk menuntaskan renovasi sedikitnya 200 unit RTLH sepanjang tahun 2026.

Hasto menegaskan bahwa pembenahan hunian warga tidak bisa hanya mengandalkan kantong APBD, melainkan harus melibatkan peran aktif sektor swasta melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR).

Baca Juga:
Milad ke-83 UII: Dari Bedah Rumah hingga Sinergi Pengentasan Kemiskinan di Sleman

Dalam aksi teranyar ini, Pemkot Yogyakarta menggandeng Rumah Zakat dan Pamela Syawalan. Kedua lembaga tersebut mengucurkan dana stimulan masing-masing sebesar Rp20 juta per unit rumah.

Dana tersebut dialokasikan untuk perbaikan struktur vital yang mencakup atap, dinding, lantai, hingga penyediaan fasilitas sanitasi dasar yang selama ini menjadi kendala utama kesehatan warga.

Dua rumah di Kampung Tukangan yang direnovasi adalah milik Rachmat Indrawanto dan Hery Cahyadi, sementara satu rumah lainnya berada di Kampung Miliran. Ketiganya masuk dalam kategori tidak layak karena kerentanan struktur bangunan dan sanitasi yang buruk.

"Rumah adalah kebutuhan pokok. Jika huniannya tidak layak, maka akan berdampak domino pada kualitas kesehatan dan produktivitas penghuninya," ujar Hasto di sela peninjauan.

Baca Juga:
DPR Kawal 4.849 Unit Alokasi Bedah Rumah Tahap I di Jawa Timur

Hasto menjelaskan bahwa fokus perbaikan pada tahun 2026 akan menyasar wilayah-wilayah dengan tingkat kepadatan tinggi dan kawasan kumuh. Ia meyakini, dengan hunian yang lebih sehat, angka penyakit berbasis lingkungan dan risiko stunting di Yogyakarta dapat ditekan secara signifikan.

"Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi dengan perusahaan swasta dan komunitas seperti ini sangat penting untuk mempercepat penanganan persoalan perumahan," katanya lagi.

Rachmat Indrawanto, salah satu penerima manfaat, menyampaikan rasa syukurnya atas program ini. Ia mengaku kondisi rumahnya sebelumnya sangat memprihatinkan, terutama saat musim hujan. "Dulu sering bocor parah dan dindingnya sudah lapuk. Dengan bantuan ini, rumah saya sekarang jauh lebih aman dan layak ditinggali," tuturnya.

Pemkot Yogyakarta mencatat, pencapaian target 200 rumah tahun ini akan sangat bergantung pada konsistensi dukungan mitra CSR dan swadaya masyarakat setempat dalam proses pembangunannya. (*)

Baca Sebelumnya

Penutupan Manasik KBIHU Nurut Taqwa 2026, Wali Kota Batu: Luruskan Niat dan Jaga Kekompakan

Baca Selanjutnya

Pemkot Malang Siapkan Uji Coba Zona PKL di Alun-alun Merdeka, Begini Skema Uji Coba dan Pengalihan Arusnya

Tags:

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo Bedah rumah RTLH Yogyakarta CSR Rumah Zakat CSR Pamela Syawalan Kemantren Danurejan Kemantren Umbulharjo Perbaikan Rumah Tak Layak Huni Kebijakan Publik Kota Yogyakarta Renovasi Rumah Warga

Berita lainnya oleh Fajar Rianto

Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

13 April 2026 22:04

Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

13 April 2026 15:21

Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi

9 April 2026 16:31

Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi

Sleman Genjot Pemeliharaan Jalan, DPUPKP Targetkan Kemantapan Infrastruktur 80 Persen

9 April 2026 16:18

Sleman Genjot Pemeliharaan Jalan, DPUPKP Targetkan Kemantapan Infrastruktur 80 Persen

Babak Baru Penanganan Korupsi: MK Ketok Palu, BPK Satu-Satunya Penghitung Kerugian Negara

9 April 2026 05:50

Babak Baru Penanganan Korupsi: MK Ketok Palu, BPK Satu-Satunya Penghitung Kerugian Negara

Bupati Harda Kiswaya Kukuhkan Pengurus LKK Banyuraden, Tekankan Sinergi Membangun Sleman

8 April 2026 08:20

Bupati Harda Kiswaya Kukuhkan Pengurus LKK Banyuraden, Tekankan Sinergi Membangun Sleman

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar