Menkeu Purbaya di Beringharjo Yogyakarta: Menepis Narasi Mati Suri Pasar Tradisional

Jurnalis: Fajar Rianto
Editor: Al Ahmadi

17 Mar 2026 21:51

Thumbnail Menkeu Purbaya di Beringharjo Yogyakarta: Menepis Narasi Mati Suri Pasar Tradisional
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menepis narasi "mati suri" yang kerap disematkan pada pasar tradisional. Saat mengunjungi Pasar Beringharjo bersama Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. (Foto: Tangkapan Layar)

KETIK, YOGYAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melangkah santai di antara tumpukan kain batik dan keriuhan pedagang Pasar Beringharjo, Yogyakarta, Selasa, 17 Maret 2026.

Didampingi Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, kedatangan Purbaya bukan sekadar kunjungan kerja rutin, melainkan upaya memotret denyut nadi ekonomi kerakyatan yang belakangan diterpa isu lesu.

Purbaya menepis anggapan para pengamat yang menyebut pasar tradisional sedang "mati suri".

Di Beringharjo, ia justru menemukan realita yang kontras. "Ternyata di sini masih ramai dan omzetnya tinggi, perputarannya bisa sampai Rp2 triliun," ujar Purbaya usai berdialog dengan para pedagang.

Sinyal Likuiditas dan Daya Saing Lokal

Menurut Purbaya, meskipun pemulihan ekonomi global belum sepenuhnya merata pasca-perlambatan tiga tahun silam, titik-titik vital seperti Beringharjo menunjukkan daya tahan (resilience) yang tangguh.

Fenomena serupa, klaimnya, juga mulai terlihat di pusat grosir seperti Tanah Abang dan beberapa gerai di Bandung.

Baca Juga:
Perang Iran jadi Ajang Perebutan Migas, Indonesia Perlu Percepat Transisi Energi Alternatif


Hal yang mencuri perhatian mantan Ketua Dewan Komisioner LPS ini adalah disparitas harga yang mencolok namun dengan kualitas yang tetap terjaga. Sambil menenteng belanjaan batik dan kaos untuk keluarga, Purbaya memuji efisiensi UMKM di Jogja.

"Di Jakarta harganya bisa jutaan, di sini hanya beberapa ratus ribu. Saya sempat tanya pedagang soal tambahan modal, mereka bilang sudah cukup. Ini sinyal kuat bahwa likuiditas di tingkat bawah sudah membaik," tuturnya.

Dana Keistimewaan dan "Shock Absorber" APBN

Tak hanya meninjau transaksi pasar, Purbaya juga memantau efektivitas Dana Keistimewaan (Danais). Bersama Sultan, ia menjajal bus Jogja Heritage Track (JHT) menuju Museum Sonobudoyo.

Fasilitas transportasi gratis berbasis edukasi sejarah ini merupakan salah satu wujud nyata pemanfaatan Danais dalam memperkuat narasi Sumbu Filosofi Yogyakarta.

"Langkah Pemda DIY mengawinkan pelestarian budaya dengan inovasi fasilitas modern ini sudah tepat sasaran," puji Menkeu saat melihat wajah baru Sonobudoyo yang lebih interaktif.

Di sisi makro, Purbaya membawa kabar baik bagi para pelaku usaha terkait stabilitas harga energi. Ia memastikan pemerintah belum berencana menaikkan harga BBM dalam waktu dekat.

APBN akan tetap difungsikan sebagai penyerap guncangan (shock absorber) untuk melindungi daya beli masyarakat dari fluktuasi harga minyak dunia.

"Kita punya ruang fiskal yang cukup untuk menahan harga BBM sampai akhir tahun jika Presiden menghendaki. Tugas anggaran adalah menjaga agar guncangan dari luar tidak langsung menghantam rakyat," pungkasnya. (*)

Baca Juga:
Sowan ke Sri Sultan HB X, Danrem 072/Pamungkas Bicara Ketahanan Nasional dan Budaya Yogyakarta
Baca Sebelumnya

Festival Ramadan Doble Track SMAN 1 Panji Raih Omzet Rp 39,8 Juta

Baca Selanjutnya

DMI Jatim Buka Masjid Ramah Pemudik, Sediakan Ruang Istirahat Hingga Layanan Kesehatan

Tags:

Beringharjo Pasar Tradisional Menkeu Purbaya Purbaya Yudhi Sadewa Sri Sultan HB X Ekonomi Yogyakarta Dana Keistimewaan Danais DIY UMKM Jogja harga BBM APBN Teras Malioboro Museum Sonobudoyo Jogja Heritage Track Sumbu Filosofi Berita Ekonomi

Berita lainnya oleh Fajar Rianto

Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

13 April 2026 22:04

Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

13 April 2026 15:21

Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi

9 April 2026 16:31

Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi

Sleman Genjot Pemeliharaan Jalan, DPUPKP Targetkan Kemantapan Infrastruktur 80 Persen

9 April 2026 16:18

Sleman Genjot Pemeliharaan Jalan, DPUPKP Targetkan Kemantapan Infrastruktur 80 Persen

Babak Baru Penanganan Korupsi: MK Ketok Palu, BPK Satu-Satunya Penghitung Kerugian Negara

9 April 2026 05:50

Babak Baru Penanganan Korupsi: MK Ketok Palu, BPK Satu-Satunya Penghitung Kerugian Negara

Bupati Harda Kiswaya Kukuhkan Pengurus LKK Banyuraden, Tekankan Sinergi Membangun Sleman

8 April 2026 08:20

Bupati Harda Kiswaya Kukuhkan Pengurus LKK Banyuraden, Tekankan Sinergi Membangun Sleman

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar