Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Lebaran, Warga Kota Yogyakarta Bakal Dimanjakan Program Wamira

Jurnalis: Fajar Rianto
Editor: Rahmat Rifadin

13 Feb 2026 19:31

Thumbnail Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Lebaran, Warga Kota Yogyakarta Bakal Dimanjakan Program Wamira
Suasana High Level Meeting (HLM) TPID se-DIY di Hotel Royal Ambarukmo, Yogyakarta, 13 Februari 2026. Pertemuan ini fokus pada kesiapan pemerintah daerah DIY menghadapi bulan Ramadan dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447 H. (Foto: Pemkot Yk for Ketik.com)

KETIK, YOGYAKARTA – Aroma gurih gudeg di sudut-sudut jalanan Yogyakarta terancam dibumbui kenaikan harga menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah. Sebagai kota yang bergantung pada pasokan pangan dari luar daerah, Pemerintah Kota Yogyakarta kini menyiapkan benteng di sisi hilir guna memastikan isi piring warga tetap aman dari terjangan inflasi.

Dalam forum High Level Meeting (HLM) TPID se-DIY yang digelar di Hotel Royal Ambarukmo, Jumat, 13 Februari 2026, skema besar mulai dibeberkan. Senjata utamanya adalah Program WAMIRA atau Warung Milik Rakyat.

Strategi di Sisi Hilir

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta, Dedi Budiono, mengakui posisi geografis kota yang bukan produsen pangan menjadi tantangan tersendiri. Namun, ia optimis Program Wamira akan menjadi instrumen strategis untuk memperkuat rantai nilai ekonomi lokal.

Baca Juga:
Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

Foto Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta, Dedi Budiono, sedang memaparkan materi dalam forum tersebut. (Foto: Pemkot Yk for Ketik.com)Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta, Dedi Budiono, sedang memaparkan materi dalam forum tersebut. (Foto: Pemkot Yk for Ketik.com)

"Karena Kota Yogyakarta bukan daerah penghasil, maka pengendalian inflasi kami maksimalkan di sisi hilir. Wamira dirancang untuk menjaga keterjangkauan harga pangan, terutama bagi kelompok rentan", ujar Dedi.

Melalui Wamira, distribusi bahan pokok tidak lagi melewati rantai tengkulak yang panjang. Program ini akan disandingkan dengan optimalisasi Kios Segoro Amarto dan Warung Mrantasi, yang berfungsi sebagai penyeimbang harga saat pasar mulai bergejolak.

Hantu Inflasi

Baca Juga:
WFH ASN Tidak Efektif Jika Tak Didukung Budaya Kerja Mandiri dan Sistem Pengawasan

Berdasarkan data tren dua tahun terakhir, Pemkot Yogyakarta telah mengunci beberapa komoditas langganan inflasi yang perlu diwaspadai. Komoditas tersebut antara lain aneka cabai yang terhimpit faktor cuaca dan melonjaknya permintaan, serta emas perhiasan yang menjadi tradisi investasi dan aksesori jelang Lebaran.

Selain itu, gula pasir sudah menunjukkan tren kenaikan sejak Januari 2026. Komoditas unik yang menjadi perhatian khusus adalah nangka muda, bahan baku utama gudeg yang konsumsinya melesat seiring kedatangan wisatawan dan pemudik.

Meski demikian, warga tidak perlu panik. Data neraca pangan per Februari 2026 menunjukkan kondisi surplus. Stok beras, misalnya, tercatat sebanyak tiga juta enam ratus ribu kilogram lebih, jauh di atas kebutuhan warga yang sebesar dua juta enam ratus ribu kilogram lebih.

Infrastructure of Trust

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, memberikan catatan tajam dalam pertemuan tersebut. Bagi Sultan, stabilitas harga bukan sekadar deretan angka di laporan Badan Pusat Statistik (BPS), melainkan sebuah infrastructure of trust, infrastruktur kepercayaan publik terhadap negara.

Masyarakat mungkin tidak membaca laporan PDB, tetapi mereka merasakan harga beras, cabai, dan minyak goreng. Ketika harga stabil, publik membaca itu sebagai sinyal bahwa sistem bekerja, tegas Sri Sultan.

Sri Sultan HB X mengingatkan bahwa fluktuasi harga paling menyiksa kelompok berpendapatan rendah. Oleh karena itu, ia meminta intervensi pasar dilakukan dengan prinsip tiga tepat, yaitu tepat lokasi, tepat waktu, dan tepat sasaran. Ia juga mendorong penggunaan cold storage untuk menjaga kesegaran pasokan di tengah cuaca ekstrem.

Menuju Pertumbuhan Ekonomi

Melalui penguatan strategi empat K yakni: Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi efektif—Pemkot Yogyakarta juga mempererat Kerja Sama Antar Daerah (KAD). Pasokan beras dan cabai akan dipasok dari Sleman dan Bantul, sementara telur ayam akan didatangkan langsung dari Kabupaten Blitar.

Langkah kolaboratif ini diharapkan tidak hanya meredam inflasi, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi. Kita mengonsolidasikan potensi dengan keterbatasan yang ada. Harapannya, di akhir 2026 minimal pertumbuhan ekonomi enam persen bisa kita capai, pungkas Sultan.

Dengan kesiapan stok dan program Wamira yang mulai bergerak ke pemukiman, warga Kota Yogyakarta kini punya alasan untuk sedikit lebih tenang menyambut bulan suci Ramadan dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447 H.(*)

Baca Sebelumnya

Fatayat Jombang Gaungkan Kearifan Lokal di Era Digital Bersama Kominfo dan DPRD Jatim di Trawas

Baca Selanjutnya

Revolutionary Law Firm: Kesepakatan di Perhutani Blitar Wajib Jalan

Tags:

Yogyakarta Wamira TPID Sultan Hamengku Buwono X ketahanan pangan Pemkot Yogyakarta Kios Segoro Amarto Kerja sama antar daerah Berita Jogja kebijakan publik

Berita lainnya oleh Fajar Rianto

Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

13 April 2026 22:04

Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

13 April 2026 15:21

Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi

9 April 2026 16:31

Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi

Sleman Genjot Pemeliharaan Jalan, DPUPKP Targetkan Kemantapan Infrastruktur 80 Persen

9 April 2026 16:18

Sleman Genjot Pemeliharaan Jalan, DPUPKP Targetkan Kemantapan Infrastruktur 80 Persen

Babak Baru Penanganan Korupsi: MK Ketok Palu, BPK Satu-Satunya Penghitung Kerugian Negara

9 April 2026 05:50

Babak Baru Penanganan Korupsi: MK Ketok Palu, BPK Satu-Satunya Penghitung Kerugian Negara

Bupati Harda Kiswaya Kukuhkan Pengurus LKK Banyuraden, Tekankan Sinergi Membangun Sleman

8 April 2026 08:20

Bupati Harda Kiswaya Kukuhkan Pengurus LKK Banyuraden, Tekankan Sinergi Membangun Sleman

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar