KETIK, TULUNGAGUNG – Suasana khidmat dan penuh keberkahan menyelimuti Kelurahan Karangwaru, Kecamatan Tulungagung, Kabupaten Tulungagung pada Sabtu, 16 Mei 2026.
Ratusan warga bersama tokoh ulama dan umara berkumpul untuk menghadiri peringatan Haul Syekh Imam Hambali atau yang lebih dikenal masyarakat dengan sebutan Mbah Kumbang.
Kegiatan haul berlangsung sejak pagi hari dengan rangkaian acara keagamaan yang disusun secara runtut untuk menjaga kekhusyukan jamaah.
Ketua panitia pelaksana, Muhammad Husnul Fahmi, menjelaskan rangkaian acara diawali dengan Khotmil Qur’an sebagai bentuk tabarruk atau mencari berkah melalui lantunan ayat suci Al-Qur’an.
Selanjutnya, jamaah mengikuti pembacaan maulid yang diiringi lantunan salawat kepada Nabi Muhammad SAW, menciptakan suasana penuh mahabbah dan kecintaan kepada Rasulullah.
Rangkaian haul kemudian dilanjutkan dengan Tahlil Kubro yang ditujukan sebagai wasilah doa untuk almarhum Syekh Imam Hambali, para leluhur, serta keselamatan masyarakat Karangwaru dan Kabupaten Tulungagung secara umum.
Kegiatan tersebut tidak hanya dihadiri masyarakat setempat, tetapi juga jajaran pejabat daerah.
Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin hadir secara langsung dalam acara tersebut.
Dalam sambutannya, Ahmad Baharudin mengapresiasi kekompakan dan kerukunan masyarakat Karangwaru dalam menjaga tradisi haul para wali dan tokoh agama.
“Kegiatan haul seperti ini bukan sekadar seremonial, melainkan momentum untuk meneladani perjuangan religius Syekh Imam Hambali dalam menyebarkan kebaikan, sekaligus memperkuat tali silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.
Selain Plt. Bupati, acara juga dihadiri jajaran Forkopimcam Kecamatan Tulungagung, Pemerintah Kelurahan Karangwaru beserta staf, tokoh agama, dan tokoh masyarakat setempat.
Puncak acara haul dipungkasi dengan siraman rohani atau mauidhoh hasanah yang disampaikan oleh Gus Hanin Dhiyauddin dan KH. Muntahibun Nafis.
Dalam tausiyahnya, kedua penceramah menekankan pentingnya merawat warisan spiritual para ulama dan wali Allah.
Keteladanan akhlak serta perjuangan Syekh Imam Hambali diharapkan dapat menjadi benteng moral bagi masyarakat Tulungagung di tengah perkembangan zaman modern.
Acara haul berlangsung tertib, aman, dan penuh kekhusyukan hingga doa penutup. Antusiasme masyarakat terlihat dari membludaknya jamaah yang memadati area kegiatan hingga akhir acara.(*)
