KETIK, TULUNGAGUNG – Pemerintah Desa Wajak Kidul, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung menggelar prosesi Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Perangkat Desa (Kasi Pelayanan) pada Senin 28 September 2026).
Acara yang berlangsung di GOR Kantor Desa Wajak Kidul ini menandai resminya Muhammad Bagus Ismail menduduki jabatan sebagai Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan Desa Wajak Kidul yang baru.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Tulungagung, Hari Prastijo, beserta jajaran.
Turut hadir pula Camat Boyolangu, Kapolsek Boyolangu, Danramil, Kepala Desa Wajak Kidul beserta segenap perangkat desa, BPD, LPM, TP PKK, Ketua RT/RW, tokoh masyarakat, serta para undangan lainnya.
Rangkaian acara diawali dengan sambutan dari Kepala Desa Wajak Kidul yang menyampaikan ucapan selamat kepada Muhammad Bagus Ismail atas jabatan barunya.
Dalam sambutannya, Kasi Pelayanan terlantik dinilai sudah memiliki pemahaman dan penguasaan bidang yang baik karena sebelumnya telah mengabdi sebagai staf.
Di samping itu, Kepala Desa Wajak Kidul, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung Esta Palupi, sempat menyelipkan seloroh dan kenangan hangat mengenai kebersamaan dengan jajaran Forkopimcam dan para tokoh yang terus mendampingi serta menyemangati jalannya pemerintahan di desa.
Sementara itu, Plt Kepala DPMD Tulungagung, Hari Prastijo, dalam sambutannya menyampaikan pesan mendalam terkait esensi pengabdian seorang perangkat desa.
Hari Prastijo sempat bernostalgia mengingat kenangannya saat pernah bertugas di wilayah Boyolangu pada tahun 1990 hingga 1994, sehingga kehadirannya di Wajak Kidul terasa seperti pulang ke kampung halaman.
Dalam pengarahannya, Plt. Kepala DPMD secara terbuka memaparkan struktur penghasilan perangkat desa kepada masyarakat yang hadir, mulai dari Penghasilan Tetap (Siltap) sebesar Rp2.350.000 yang bersumber dari APBD/pajak masyarakat, tunjangan yang berasal dari tanah bengkok desa, hingga honorarium kegiatan. Hal ini ditegaskan guna memberikan transparansi publik.
"Tampak depan kita adalah pamong desa yang berwibawa dengan seragam kebanggaan, namun jangan lupa tampak belakang kita adalah pelayan masyarakat," ujar Hari Prastijo mengingatkan.
Beliau menegaskan bahwa gaji dan tunjangan perangkat desa pada dasarnya berasal dari masyarakat, sehingga sudah sepatutnya para perangkat memberikan pelayanan terbaik dan tidak melupakan kewajibannya sebagai abdi masyarakat.
Selain arahan mengenai tata kelola pemerintahan desa, Kapolsek Boyolangu juga memberikan himbauan khusus terkait situasi kamtibmas dan bencana alam. Menghadapi musim kemarau,
Kapolsek mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, mengingat wilayah Boyolangu banyak memiliki area pegunungan dan perbukitan (seperti di Wajak Kidul, Sanggrahan hingga Pucung Kidul)
Kapolsek meminta Ketua RT, RW, serta kasun yang hadir untuk meneruskan pesan kepada masyarakat agar tidak membakar sampah atau merambah lahan sembarangan tanpa pengawasan.
"Jika warga melakukan pembakaran ranting atau daun kering, kami imbau agar betul-betul ditunggui dan dipastikan padam, agar api tidak merembet ke pemukiman maupun area pegunungan yang dapat memicu kebakaran luas," tegas Kapolsek.
Usai prosesi pelantikan, Kasi Pelayanan Desa Wajak Kidul yang baru, Muhammad Bagus Ismail, mengungkapkan perasaan haru dan bahagianya usai terpilih melalui jalur penjaringan perangkat desa.
"Kesan saya tentu sangat-sangat terharu dan ada kebanggaan tersendiri. Harapan saya ke depannya ingin menciptakan masyarakat yang lebih kondusif, damai, serta menjaga kerukunan dan semangat gotong royong warga tetap terjaga," tutur Bagus usai dilantik.
Acara pelantikan ini diakhiri dengan pemberian ucapan selamat dari seluruh tamu undangan dan foto bersama dalam suasana hangat serta penuh kekeluargaan.(*)
