Kesabaran Habis, Warga Bogorejo Tuban Tuntut Penutupan Cucian Pasir Kuarsa PT RSS

Jurnalis: Ahmad Istihar
Editor: Al Ahmadi

3 Feb 2026 19:49

Thumbnail Kesabaran Habis, Warga Bogorejo Tuban Tuntut Penutupan Cucian Pasir Kuarsa PT RSS
Aktivitas cucian pasir PT RSS yang di protes warga Bogorejo kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, Selasa 3 Februari 2026. (Foto: Ahmad Istihar/Ketik.com)

KETIK, TUBAN – Aktivitas cucian pasir kuarsa yang dituding mengotori jalan umum serta mencemari lingkungan hingga ke laut membuat kesabaran warga Desa Bogorejo, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, kian menipis.

Puncaknya, warga nekat menggelar aksi spontan menuntut penutupan usaha tambang cucian pasir tersebut, Selasa, 3 Februari 2026.

Salah satu warga setempat, Topan, mengungkapkan bahwa air keruh bercampur endapan pasir kini menjadi pemandangan sehari-hari di sekitar lokasi usaha.

Kondisi tersebut dinilai sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan sekaligus merusak lingkungan.

Baca Juga:
SPPG Lajolor Diresmikan, Layani 800 Penerima Manfaat di Singgahan Tuban

Menurutnya, jalan raya dan jalan penghubung antarwilayah berubah menjadi licin dan berlumpur, terutama saat hujan turun.

Situasi itu disebut sudah berulang kali memicu kecelakaan yang nyaris berakibat fatal. Ironisnya, aktivitas cucian pasir kuarsa tetap berjalan seolah tanpa pengawasan.

“Ini bukan sekali dua kali warga mengeluh. Jalan jadi seperti kubangan, limbah cucian mencemari tambak warga sampai ke laut,” tegas Topan.

Tak hanya berdampak pada kondisi jalan, limbah cucian pasir kuarsa juga diduga mencemari saluran air, tambak warga, hingga perairan laut.

Baca Juga:
Jaringan Telkom Gangguan, Pelayanan BBM di Tuban Selatan Lumpuh Total

Air berubah menjadi keruh pekat, lumpur mengendap di lahan tambak, serta debu beterbangan saat cuaca kering. Warga menilai dampak tersebut sudah masuk kategori pencemaran lingkungan yang serius.

Keluhan serupa disampaikan Anang, warga yang tinggal tak jauh dari lokasi usaha. Ia mempertanyakan sikap aparat dan instansi terkait yang dinilai lamban, bahkan terkesan tutup mata, meski keluhan warga telah berulang kali disampaikan.

“Kami curiga ada pembiaran. Kalau usaha ini memang taat aturan, mana pengelolaan limbahnya? Mana tanggung jawab sosialnya?” ujar Anang.

Warga pun mendesak Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Kabupaten Tuban serta aparat penegak hukum segera turun tangan untuk mengecek aktivitas yang diduga melanggar aturan tersebut.

Mereka meminta adanya tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang dinilai merusak lingkungan dan membahayakan keselamatan publik.

Dalam waktu dekat, warga berencana menyampaikan aspirasi secara resmi guna mencari solusi terbaik.

Jika tidak ada tindakan nyata dari pihak berwenang, warga mengancam akan menggelar aksi protes terbuka dengan jumlah massa yang lebih besar.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Tata Lingkungan, Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLHP Tuban, Andi Setiawan, mengaku pihaknya telah menjadwalkan inspeksi mendadak ke lokasi cucian pasir kuarsa menyusul keluhan warga.

Namun, dalam sidak tersebut pihaknya tidak serta-merta langsung melakukan penindakan.

“Kita kedepankan langkah persuasif. Jika nantinya ditemukan pelanggaran dan mereka membangkang, baru kami pertimbangkan penindakan,” ujar Andi.

Terkait standar pengelolaan limbah cucian pasir kuarsa, Andi menjelaskan bahwa dalam sistem Online Single Submission (OSS) ketentuannya masih bersifat umum dan belum merinci secara teknis.

“Ke depan akan kami buatkan semacam panduan. Dalam pembinaan selama ini, kami sudah menekankan agar ada penyemprotan ban kendaraan sebelum keluar dari lokasi cucian,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan, di sepanjang jalur Pantura Tuban, mulai Kecamatan Bancar hingga Kecamatan Jenu, terdapat sekitar 25 usaha cucian pasir kuarsa yang beroperasi.

Jumlah tersebut bersifat fluktuatif karena ada usaha yang sewaktu-waktu berhenti beroperasi.

“Jumlahnya bisa berubah-ubah,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola cucian pasir kuarsa belum memberikan klarifikasi resmi terkait keluhan warga tersebut.(*)

Baca Sebelumnya

Temui Dirjen PEID, Wabup Lathifah Pastikan Kemendes Dukung Hilirisasi Kelapa di Kabupaten Malang

Baca Selanjutnya

Tak Sengaja Lihat Sepatu Siswa Rusak, Kadisdik Jatim Aries Agung Gercep Ganti Baru Produk UMKM

Tags:

dlhtuban walhijatim lingkungan Tuban RSS Pemkabtuban pasirsilicatuban Bisnis tuban Bancar Bogorejo Cucian Pasir Kuarsa PENCEMARAN LINGKUNGAN Aksi Warga

Berita lainnya oleh Ahmad Istihar

Awak Mobil Tangki Fuel Terminal Jenu Tuban Mogok Kerja Dua Hari, Pertamina Patra Niaga Klaim Distribusi BBM Tetap Lancar

12 April 2026 22:41

Awak Mobil Tangki Fuel Terminal Jenu Tuban Mogok Kerja Dua Hari, Pertamina Patra Niaga Klaim Distribusi BBM Tetap Lancar

Balap Liar di Jalan Soekarno-Hatta, 71 Unit Motor Diamankan Satlantas Polres Tuban

12 April 2026 19:54

Balap Liar di Jalan Soekarno-Hatta, 71 Unit Motor Diamankan Satlantas Polres Tuban

SPPG Lajolor Diresmikan, Layani 800 Penerima Manfaat di Singgahan Tuban

12 April 2026 15:36

SPPG Lajolor Diresmikan, Layani 800 Penerima Manfaat di Singgahan Tuban

Jaringan Telkom Gangguan, Pelayanan BBM di Tuban Selatan Lumpuh Total

12 April 2026 14:15

Jaringan Telkom Gangguan, Pelayanan BBM di Tuban Selatan Lumpuh Total

Kanwil DJP Jabar II Kolaborasi dengan Pemkab Indramayu, Optimalisasi Penerima Pajak Tahun 2026

11 April 2026 15:01

Kanwil DJP Jabar II Kolaborasi dengan Pemkab Indramayu, Optimalisasi Penerima Pajak Tahun 2026

Silaturahmi Dirut PT Pupuk Indonesia ke PPMH 02 Tuban, Minta Doa untuk Kemandirian Pangan

10 April 2026 23:47

Silaturahmi Dirut PT Pupuk Indonesia ke PPMH 02 Tuban, Minta Doa untuk Kemandirian Pangan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar