KETIK, TUBAN – Pelayanan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Tuban bagian selatan mengalami gangguan serius pada Minggu 12 April 2026. Masalahnya dipicu kendala jaringan sistem internet PT Telkom yang menjadi tulang punggung operasional SPBU.
Akibatnya, masyarakat atau pengguna jalan hendak mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi, Pertalite dan Biosolar, terpaksa harus gigit jari karena transaksi tidak dapat diproses oleh sistem.
Berdasarkan informasi, di Kecamatan Singgahan dan Kecamatan Senori, gangguan mulai dirasakan sejak pagi hari.
Yono, salah satu operator SPBU di wilayah Tuban selatan, mengonfirmasi bahwa operasional pengisian BBM terhenti selama berjam-jam hingga pukul 13.00 WIB belum bisa melayani pembeli.
"Trobel mulai pukul 09.00 WIB sampai sekarang pukul 13.00 WIB belum bisa melayani pembelian Pertalite dan Solar," jelas Yono saat diwawancarai oleh Ketik.com.Minggu 12 April 2026.
Ia menambahkan bahwa tanpa koneksi internet yang stabil, sistem pompa tidak dapat terhubung ke server pusat untuk memvalidasi data transaksi, yang kini menjadi prosedur wajib dalam penyaluran BBM bersubsidi dari Pertamina Patraniaga.
Kondisi ini memicu keluhan dari para pengelola SPBU dan konsumen. Menurut Yono, kendala pada jaringan Telkom bukan kali ini saja terjadi, melainkan sudah menjadi masalah yang cukup sering berulang.
"Kejadian trobel ini kerap dialami oleh jaringan Telkom. Dampaknya sangat terasa, tidak hanya mengganggu aktivitas di SPBU, tetapi juga memukul para pelaku usaha kecil lainnya yang bergantung pada layanan internet milik BUMN tersebut," tambahnya.
Dampaknya berdasarkan pantauan di Singgahan menunjukkan antrean kendaraan sempat terjadi sebelum akhirnya para pengendara memutuskan mencari SPBU lain atau beralih ke pengecer karena ketidakpastian waktu perbaikan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari PT Telkom Kabupaten Tuban, perihal penyebab pasti gangguan jaringan internet.
Masyarakat berharap pihak terkait segera melakukan perbaikan agar distribusi energi dan roda usaha pedagang di wilayah Tuban selatan kembali normal dan tidak merugikan ekonomi lokal.(*)
