Oknum Polisi Kembali Brutal, Siswa Madrasah di Tual Maluku Tewas Dipukuli Brimob

Editor: Muhammad Faizin

22 Feb 2026 06:53

Headline

Thumbnail Oknum Polisi Kembali Brutal, Siswa Madrasah di Tual Maluku Tewas Dipukuli Brimob
Ilustrasi mayat manusia. (Foto: Freepik)

KETIK, TUAL – Kasus kekerasan yang melibatkan personel kepolisian terhadap warga sipil kembali terjadi. Peristiwa kali ini berujung pada meninggalnya seorang remaja di Kota Tual, Maluku.

Arianto Tawakal (14), siswa Madrasah Tsanawiyah atau setara SLTP di Kota Tual, meninggal dunia setelah diduga dianiaya secara brutal dan sadis oleh seorang anggota Brimob. Insiden tersebut terjadi pada Kamis dini hari, 19 Februari 2026.

Berdasarkan keterangan keluarga, saat kejadian Arianto berboncengan dengan kakaknya, Nasri Karim (15), menggunakan sepeda motor usai salat subuh di masjid. Dalam perjalanan, mereka berpapasan dengan sejumlah anggota Brimob yang tengah melakukan pemantauan terkait dugaan balap liar.

Menurut Nasri, adiknya yang duduk di bagian belakang tiba-tiba dipukul menggunakan helm oleh seorang anggota Brimob. Pukulan itu membuat Arianto terjatuh dari sepeda motor dan kepalanya terbentur aspal. Ia mengalami luka serius dan sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, namun nyawanya tidak tertolong. Nasri juga dilaporkan mengalami luka dalam kejadian tersebut.

Baca Juga:
Razia Gabungan di Lapas Kelas I Malang, Sejumlah Barang Terlarang Diamankan

“Saat itu anggota Brimob melompat dari atas trotoar dan memukul muka korban dengan helm, korban terjatuh, kepala korban terbentur aspal, darah keluar dari mulut dan hidung, ada darah keluar dari samping kepala,” ujar Nasri seperti dikutip dari Suara.com, jejaring media Ketik.com, Sabtu, 22 Februari 2026. 

Keluarga menegaskan bahwa Arianto tidak terlibat dalam balap liar seperti yang diduga. Nasri mengakui sepeda motor yang dikendarainya sempat melaju cukup kencang, namun hal itu disebut karena kondisi jalan yang menurun.

“Tapi itu karena kondisi jalan sedang turun, bukan karena balap liar,” tegas Nasri.

Korban sempat dilarikan ke RSUD Maren, tetapi meninggal dunia akibat luka yang dialaminya. Peristiwa tersebut memicu reaksi warga. Sejumlah masyarakat mendatangi Mapolres Tual pada Jumat, 21 Februari 2026, untuk meminta penjelasan dan pertanggungjawaban dari pihak kepolisian.

Baca Juga:
Patroli Perintis Presisi Polresta Banyuwangi Sasar Titik Rawan Selama Ramadan

Polres Tual membenarkan adanya insiden yang melibatkan anggotanya. Anggota Brimob Kompi 1 Batalyon C Pelopor berinisial Bripda MS telah diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka. Pihak kepolisian juga menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban.

“Kalau memang anggota kita salah, akan kita proses secara hukum,” ujar Kompol Roni F Manawa, Wakapolres Tual, kepada keluarga korban.

Saat ini, proses pidana terhadap tersangka sedang berjalan, bersamaan dengan pemeriksaan kode etik internal.

Kasus ini menambah deretan panjang kasus brutalitas yang dilakukan oleh anggota polisi. Bahkan beberapa pelakunya juga tidak mendapatkan proses pidana sebagaimana mestinya. Seperti kasus tewasnya ojol Affan Kurniawan akibat dilindas truk rantis Brimob di mana pelakunya hanya mendapat sanksi disiplin tanpa proses peradilan pidana. 

Baca Sebelumnya

Grand Mercure Malang Mirama Gandeng Baznas Kota Malang, Undang 1.000 Anak Yatim dalam Gebyar Lailatul Qadar 2026

Baca Selanjutnya

Setahun Kepemimpinan Andra Soni–Dimyati, Indikator Pembangunan Banten Tunjukkan Tren Positif

Tags:

kekerasan oleh polisi polisi brutal Arianto Tawakal Brimob Kompi 1 Batalyon C Pelopor Polres Tual Maluku balap liar

Berita lainnya oleh Muhammad Faizin

Kerusuhan di Polsek Panipahan imbas Kemarahan Warga Terkait Narkoba, Polda Riau Lakukan Evaluasi Besar

15 April 2026 08:50

Kerusuhan di Polsek Panipahan imbas Kemarahan Warga Terkait Narkoba, Polda Riau Lakukan Evaluasi Besar

So Sweet! Dari Paris, Presiden Prabowo Sampaikan Ucapan Ulang Tahun ke-67 untuk Titiek Soeharto

15 April 2026 08:07

So Sweet! Dari Paris, Presiden Prabowo Sampaikan Ucapan Ulang Tahun ke-67 untuk Titiek Soeharto

Pemerintah Batasi Akses Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Akademisi: Langkah Mendesak

15 April 2026 05:41

Pemerintah Batasi Akses Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Akademisi: Langkah Mendesak

Bertemu Macron di Istana Élysée, Prabowo Perkuat Kerja Sama Indonesia–Prancis

15 April 2026 05:08

Bertemu Macron di Istana Élysée, Prabowo Perkuat Kerja Sama Indonesia–Prancis

Takut Dibunuh Intel Iran, Anak Buah Netanyahu Minta PM Israel Boleh Tak Hadiri Sidang Korupsi

14 April 2026 07:20

Takut Dibunuh Intel Iran, Anak Buah Netanyahu Minta PM Israel Boleh Tak Hadiri Sidang Korupsi

Makan Sebelum Kenyang, Hara Hachi Bu: Rahasia Umur Panjang Warga Okinawa

14 April 2026 06:20

Makan Sebelum Kenyang, Hara Hachi Bu: Rahasia Umur Panjang Warga Okinawa

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar