Bupati Trenggalek Tanggapi Kebijakan WFH: Hemat Listrik dan Perjalanan Dinas Jadi Atensi

Jurnalis: Agus Riyanto
Editor: Fisca Tanjung

15 Apr 2026 16:36

Thumbnail Bupati Trenggalek Tanggapi Kebijakan WFH: Hemat Listrik dan Perjalanan Dinas Jadi Atensi
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin. (Foto: Prokopim Kabupaten Trenggalek)

KETIK, TRENGGALEK – Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, menanggapi kebijakan dari pemerintah pusat terkait work from home (WFH) dengan menyoroti soal hemat listrik dan perjalanan dinas. Tak terkecuali bisa menghasilkan efisiensi nyata dalam penggunaan energi dan menekan biaya operasional.

Mas Ipin, sapaan dia, menuturkan, tujuan utama dari kebijakan tersebut adalah penghematan konsumsi energi di tengah kenaikan harga energi yang terjadi saat ini. Oleh karena itu, pelaksanaan WFH di lingkup Pemkab tidak hanya sekadar formalitas saja, tapi harus ada dampak positif atas struktur anggaran daerah.

"Jadi hal penting yang bisa ditangkap atas kebijakan pemerintah adalah efisiensi dalam hal penghematan energi seiring dengan naiknya harga energi dunia," ucapnya.

Ia mengatakan, skema WFH dilakukan sehari dalam sepekan atau empat kali dalam sebulan yang setara dengan 25 hari kerja dalam sebulan. Sehingga, muncul potensi pemghematan sekitar 20 persen. 

Baca Juga:
Trenggalek Raih Double Winner TOP BUMD 2026

"Kuncinya adalah efisiensi. Buat apa WFH jika tidak berdampak pada struktur perubahan anggaran daerah," tandasnya.

Suami anggota DPR RI Novita Hardini ini menyebut, penurunan tersebut akan terlihat dari penghematan listrik, konsumsi rapat hingga perjalanan dinas di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Maka, dirinya akan meminta simulasi rinci kepada masing-masing OPD untuk mengkalkulasi dampak dari efisiensi tersebut. 

"Nanti akan diadakan kajian. Berapa penghematan biaya operasional kantor, biaya listrik, dan perjalanan dinas. Apakah nanti bisa turun hingga 20 persen. Pendeknya dampak WFH harus nyata," ungkapnya.

Baca Juga:
Pemkab Malang Terapkan WFO-WFH, Sekda Budiar: Target Kinerja Harus Tetap Tercapai

Kemudian dari hasil penghematan tersebut bisa dikonversi untuk kegiatan lain yang menjadi prioritas daerah. Karena, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dibiayai. Salah satunya pembangunan infrastruktur dan pembentukan dana cadangan untuk mengantisipasi terjadinya krisis akibat dari dampak energi secara global.

Ia menambahkan, penghematan anggaran tersebut nantinya juga akan digunakan untuk memperkuat program subsidi maupun bantuan sosial kepada masyarakat jika diperlukan sewaktu-waktu.

"Kita akan menunggu kesiapan masing-masing pimpinan OPD untuk membuat skema," tuturnya.

Ia menegaskan, WFH tidak harus hari Jumat agar tidak terjadi asumsi liar yang menyebut long weekend. Contohnya, di Jawa Timur memilih hari Rabu agar pelayanan publik bisa terjaga. 

"Kita tidak ingin ada asumsi enak jadi PNS, liburnya banyak gajinya tetap," pintanya.

Ia menambahkan, kebijakan WFH ini tidak berlaku bagi OPD yang menjadi pusat layanan publik penuh, seperti Puskesmas.

"Untuk OPD sentral pelayanan publik tidak ada efisiensi, karena harus ada pelayanan masyarakat secara penuh," tutupnya. (*)

Baca Sebelumnya

33 Pegawai Lapas Perempuan Malang Naik Pangkat, Jadi Momen Gebrakan Inovasi

Baca Selanjutnya

Cuma Bercanda? Hati-Hati, Itu Bisa Jadi Rape Culture

Tags:

#BupatiTrenggalek Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin #InfoTrenggalek #BeritaTrenggalek WFH #KebijakanWFH

Berita lainnya oleh Agus Riyanto

Bupati Trenggalek Tanggapi Kebijakan WFH: Hemat Listrik dan Perjalanan Dinas Jadi Atensi

15 April 2026 16:36

Bupati Trenggalek Tanggapi Kebijakan WFH: Hemat Listrik dan Perjalanan Dinas Jadi Atensi

Trenggalek Raih Double Winner TOP BUMD 2026

14 April 2026 18:52

Trenggalek Raih Double Winner TOP BUMD 2026

Menanti Sentuhan Tangan Dingin Ketum Baru Persiga Trenggalek, "On Fire"?

14 April 2026 17:10

Menanti Sentuhan Tangan Dingin Ketum Baru Persiga Trenggalek, "On Fire"?

Rangkaian Muscab, PKB Trenggalek Gelar Penghijuan di Desa Depok Bendungan Usung Spirit "Partai Hijau"

5 April 2026 17:43

Rangkaian Muscab, PKB Trenggalek Gelar Penghijuan di Desa Depok Bendungan Usung Spirit "Partai Hijau"

Ketua Paguyuban Tosan Aji Parikesit Trenggalek Layangkan Somasi, Persoalkan Keberadaan Showcase

4 April 2026 08:04

Ketua Paguyuban Tosan Aji Parikesit Trenggalek Layangkan Somasi, Persoalkan Keberadaan Showcase

Pemkab Trenggalek Tunjuk 8 Pejabat Pelaksana Tugas, Begini Kata Sekda Edi

3 April 2026 12:28

Pemkab Trenggalek Tunjuk 8 Pejabat Pelaksana Tugas, Begini Kata Sekda Edi

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar