KETIK, TEGAL – Pemerintah Kabupaten Tegal terus mendorong percepatan modernisasi sektor pertanian. Upaya ini diwujudkan melalui penyaluran bantuan sarana dan prasarana produksi kepada Kelompok Tani (Poktan), Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), dan Kelompok Wanita Tani (KWT), Rabu, 16 April 2026.
Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, menegaskan bahwa modernisasi pertanian merupakan kunci utama untuk meningkatkan efisiensi kerja dan hasil produksi, sehingga berdampak langsung pada kesejahteraan petani.
"Dengan alat modern, pekerjaan menjadi lebih efisien dan hasilnya lebih maksimal. Produktivitas meningkat, kesejahteraan juga akan naik," ujar Ischak usai menyerahkan bantuan secara simbolis di kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Tegal.
Bantuan yang disalurkan meliputi alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa traktor crawler, serta berbagai sarana produksi seperti benih padi, benih bawang putih, bibit cengkeh, bibit tebu, bibit tembakau, bibit cabai, hingga pestisida.
Bupati juga mengajak generasi muda untuk melihat potensi sektor pertanian yang menjanjikan. Menurutnya, di negara maju, profesi petani sangat sejahtera karena didukung penuh oleh teknologi.
"Kabupaten Tegal memiliki potensi besar dengan luas wilayah sekitar 934 kilometer persegi, di mana hampir 43 persennya merupakan lahan pertanian. Dengan dukungan ini, lahan yang ada dapat dioptimalkan menjadi lebih produktif," tambahnya.
Ia pun mengingatkan agar bantuan yang merupakan amanah tersebut dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan sebaik-baiknya demi keberlanjutan usaha tani.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Tegal, Endro Susilo, memaparkan bahwa bantuan ini merupakan dukungan dari Kementerian Pertanian RI dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
"Kami berharap petani semakin berdaya dalam mengelola usaha tani modern serta meningkatkan produktivitas untuk mendukung ketahanan pangan daerah," ujar Endro.
Hal senada disampaikan Kepala Balai BRMP Agroklimat dan Teknologi Pertanian, Rima Purnamayani. Ia berharap bantuan dari Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) ini mampu mendorong peningkatan produksi serta memperkuat swasembada pangan berkelanjutan di Kabupaten Tegal. (*)
