Pengamat: Menjamurnya Warung Madura Bukan Ide Bisnis, Tapi karena Tidak Ada Pilihan Bertahan Hidup (3)

Jurnalis: Moch Khaesar
Editor: M. Rifat

11 Mei 2024 10:26

Thumbnail Pengamat: Menjamurnya Warung Madura Bukan Ide Bisnis, Tapi karena Tidak Ada Pilihan Bertahan Hidup (3)
Meskipun dekat dengan minimarket, pembeli warung madura cukup banyak, Kamis (9/5/2024). (Foto: Khaesar/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Warung Madura saat ini semakin menjamur. Bukan hanya di berbagai daerah di Pulau Jawa, bahkan di luar Pulau Jawa pun mulai banyak dijumpai.

Pengamat ekonomi dari Universitas Surabaya (Ubaya) Bambang Budiarto menilai keberadaan warung Madura sejatinya tidak perlu ditakutkan.

Menurutnya, keberadaan warung Madura sama seperti warung pada umumnya. Dia menjabarkan, di Jatim warga Madura berani membuka warung dengan lebih mengandalkan dan mengedepankan realitas hasil dan praktek langsung.

“Hitung-hitungan teori dan konsep dasar ekonomi tidak seberapa mereka pikirkan untuk memenangkan persaingan dan meraih keuntungan maksimal," ucapnya, Kamis (9/5/2024).

Baca Juga:
Kisah PMI Kota Probolinggo, dari Donor Darah hingga Jemput Jenazah

Bambang menjelaskan, warung Madura hanya memenuhi kebutuhan masyarakat seperti warung pada umumnya. "Warung Madura maupun warung tradisional lainnya sama saja," ucapnya.

Terkait menjamurnya warung Madura, Bambang menyebut ini bukan hanya karena ide bisnis maupun pengembangan usaha seperti retail modern berbentuk minimarket yang menjamur selama ini.

Namun, di dalamnya ada juga faktor tidak ada pilihan lain yang lebih baik bagi pelaku usaha tersebut. Sehingga para perantau ini memilih untuk membuka warung Madura.

"Beratnya persaingan dalam mengisi lowongan pekerjaan, menyadarkan masyarakat untuk berpikir membuat usaha sendiri," ucap Bambang.

Baca Juga:
Penemuan Jenazah di Bawah Jembatan Tol Wonocolo Surabaya, Tim 112 Segera Evakuasi

Foto Pengamat Ekonomi Ubaya Bambang Budiarto. (Foto: Bambang Budiarto for Ketik.co.id)Pengamat Ekonomi Ubaya Bambang Budiarto. (Foto: Bambang Budiarto for Ketik.co.id)

Bambang menyebutkan, retail, minimarket ataupun warung modern tidak perlu takut dengan keberadaan warung Madura. "Dari pengelolaannya saja sudah berbeda. Apalagi soal pembukuan," ucapnya.

Dalam retail atau minimarket, semuanya telah sistematis dan terstruktur dengan pelaporan yang juga periodik. Mereka juga telah menerapkan ilmu-ilmu marketing dalam memberikan layanan.

"Nah, kalau di warung Madura atau warung tradisional lebih berorientasi kekeluargaan, bila ada selisih atau salah, penyelesaian secara kekeluargaan lebih dikedepankan," bebernya.

Karena itu, dia menambahkan, kehadiran warung Madura menurutnya kurang tepat jika dihadap-hadapkan atau bahkan disebut-sebut untuk melawan dominasi retail modern atau minimarket.

Kembali pada konsep dasar ekonomi, dia menyebut bahwa setiap individu masyarakat atau kelompok akan berusaha bertahan hidup.

Istilah "melawan" menurutnya kerap memunculkan pemahaman menang atau kalah. Padahal, keduanya memiliki kekuatan modal maupun infrastruktur yang tidak sebanding. Lebih dari itu, tidak ada perlunya juga mencari kondisi menang dan kalah dalam perbandingan keduanya.

“Jadi boleh ditarik pemahaman sederhana saja, bahwa keberadaan warung Madura atau warung tradisional sejatinya lebih pada sebuah instrumen alternatif manusia dalam menciptakan unit-unit kegiatan ekonomi potensial, untuk bertahan hidup, di tengah persaingan di segala bidang seperti yang terjadi sekarang ini,” jelasnya.(*)

Baca Sebelumnya

Banyak Warung Madura Buka 24 Jam, Warga Tetap Nyaman karena Tidak Ada Kursi Nongkrong (2)

Baca Selanjutnya

PKB Kabupaten Bandung Hanya Buka Pendaftaran untuk Cawabup di Pilkada 2024

Tags:

Warung Madura minimarket vs warung madura Madura Jawa timur surabaya Transparan saingan minimarket Sumenep Bangkalan Sampang 24 jam

Berita lainnya oleh Moch Khaesar

Bantu Pembangunan Sumber Daya, UWKS Kerja Sama dengan Dua Daerah

24 Oktober 2025 20:01

Bantu Pembangunan Sumber Daya, UWKS Kerja Sama dengan Dua Daerah

Banyak Lansia Alami Osteoartritis Lutut, Ini yang dilakukan Dosen FK Unusa

22 Oktober 2025 19:30

Banyak Lansia Alami Osteoartritis Lutut, Ini yang dilakukan Dosen FK Unusa

Kasus Pesta Seks di Hotel Ngagel Surabaya, Polisi: Bukan Motif Uang tapi Sensasi dan Kesenangan

22 Oktober 2025 19:04

Kasus Pesta Seks di Hotel Ngagel Surabaya, Polisi: Bukan Motif Uang tapi Sensasi dan Kesenangan

Restoran Indonesia Ini Jadi Solusi Mencari Makanan Halal di Sydney Australia

20 Oktober 2025 06:05

Restoran Indonesia Ini Jadi Solusi Mencari Makanan Halal di Sydney Australia

GEGER! 34 Pria Digerebek Pesta Gay di Hotel Surabaya, Siapa Dalangnya?

19 Oktober 2025 12:38

GEGER! 34 Pria Digerebek Pesta Gay di Hotel Surabaya, Siapa Dalangnya?

[FOTO] Momen Persija Berpesta di Markas Persebaya

18 Oktober 2025 22:41

[FOTO] Momen Persija Berpesta di Markas Persebaya

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar