Banggar DPRD Jatim Rekom Pemprov Rancang Fiskal Adaftif dan Inovatif

Jurnalis: Caknow
Editor: Marno

12 Nov 2025 18:15

Thumbnail Banggar DPRD Jatim Rekom Pemprov Rancang Fiskal Adaftif dan Inovatif
Jubir Banggar Erick Komala menyerahkan laporan Pembahasan Raperda tentang APBD Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2026. (Foto: Humas DPRD Jatim)

KETIK, SURABAYA – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Jawa Timur (jatim) merekomendasi pemerintah provinsi agar lebih adaptif dan inovatif dalam merancang kebijakan fiskal. Tuntutan ini disampaikan adanya tren penurunan dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat sejak tahun 2025.

Seperti diketahui penurunan TKD Jatim  pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 diproyeksikan signifikan sebesar Rp2,8 triliun atau sekitar 24 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

 "Kondisi ini menuntut pemerintah provinsi agar lebih adaptif dan inovatif dalam merancang kebijakan fiskalnya," tegas Juru Bicara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Jatim Erick Komala, saat rapat paripurna, di Gedung DPRD Jatim, Surabaya, Rabu, 12 November 2025.

“Tren penurunan TKD sejak tahun 2025 ini mencerminkan adanya konsolidasi fiskal pemerintah pusat, di mana dukungan transfer ke daerah lebih difokuskan pada efisiensi dan kinerja,” kata Juru Bicara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Jatim Erick Komala, saat rapat paripurna, di Gedung DPRD Jatim, Surabaya, Rabu, 12 November 2025.

Baca Juga:
Solusi Pemangkasan Dana Transfer ke Cilacap, Sindy Syakir: Tarik Investor Bukan Menaikkan Pajak Warga

"Karena itu, kondisi ini menuntut pemerintah provinsi agar lebih adaptif dan inovatif dalam merancang kebijakan fiskalnya," ujar Erick dalam rapat paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Jatim Blegur Prijanggono itu.

Meski transfer dari pusat menurun, lanjut Erick, pelayanan publik dan program prioritas daerah harus tetap dapat dibiayai secara efektif dan berkelanjutan.

“Badan Anggaran sangat berharap besarnya dampak penurunan TKD ini masih mampu diantisipasi secara efektif oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam membiayai program prioritas dan pelayanan publik di tahun 2026,” tegasnya.

Menurut politisi PSI ini, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) selaku pihak yang memiliki mandat teknokratis dalam penyusunan dan perancangan APBD, perlu menjadikan kondisi tersebut sebagai momentum penting untuk melakukan reformasi dan restrukturisasi fiskal secara menyeluruh.

Baca Juga:
Terdampak Bencana, Prabowo Batal Potong TKD untuk Provinsi Aceh

Erick menegaskan kebijakan fiskal Jawa Timur ke depan, harus lebih adaptif, berkeadilan, serta mampu memperkuat kemandirian daerah. Banggar mengingatkan Pemprov Jawa Timur tak boleh mengandalkan tren pendapatan yang stagnan, melainkan juga dengan menata ulang struktur penerimaan dan belanja agar lebih produktif, efisien, dan berorientasi pada hasil pembangunan nyata bagi masyarakat.

“Kebijakan fiskal Jawa Timur perlu ditata sedemikian rupa agar setiap rupiah anggaran benar-benar menghasilkan manfaat maksimal bagi pembangunan daerah secara berkelanjutan,” papar Erick saat menyampaikan laporan terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026. 

Dalam upaya meningkatkan pendapatan daerah, Banggar merekomendasikan optimalisasi pemungutan pajak melalui digitalisasi dan pembaruan data wajib pajak. Tak hanya itu, perlu penguatan manajemen aset daerah oleh Badan Keuangan dan Aset Daera (BPKAD) melalui inventarisasi dan pemanfaatan aset idle. 

Selain itu, kata Erick, revitalisasi BUMD perlu dilakukan lewat renegosiasi kontrak strategis, perbaikan anak perusahaan yang tidak sehat, dan optimalisasi aset PT. PWU serta PT. PJU. Banggar juga mendukung kenaikan Dana Bagi Hasil (DBH) Cukai Hasil Tembakau dari 3% menjadi 5% karena kontribusi Jawa Timur terhadap penerimaan nasional sangat besar.

Erick juga menyampaikan total belanja daerah Provinsi Jawa Timur ditetapkan sebesar Rp 27,22 triliun, dengan rincian sebagai berikut: belanja operasi (75%), belanja modal (5%), belanja tak terduga (0,6%), dan belanja transfer (19%). 

Struktur belanja tersebut menghasilkan defisit sekitar 3,4% dari total belanja, yang akan ditutup melalui pembiayaan netto dari SiLPA Tahun 2025. 

"Secara keseluruhan, belanja daerah tahun 2026 turun 17,5% dibandingkan APBD Perubahan 2025, mencerminkan perlunya efisiensi dan penyesuaian terhadap penurunan kapasitas fiskal daerah," tegas Erick.

Dalam aspek belanja daerah, Banggar menekankan efisiensi belanja karena porsi pegawai dan operasional tinggi, sementara belanja modal turun 49%. Maka dari itu, belanja modal perlu difokuskan pada infrastruktur publik dan fasilitas pendidikan-kesehatan. 

Banggar juga mendorong audit program agar anggaran berdampak pada peningkatan IPM, serta adanya koordinasi antara provinsi, pusat, dan daerah agar proyek prioritas tetap berjalan meski TKD menurun.

Ketergantungan SiLPA

Pembiayaan daerah tahun ini mencatat pembiayaan netto sebesar Rp 916 miliar yang bersumber dari SiLPA 2025 sebesar Rp 925 miliar, seluruhnya digunakan untuk menutup defisit anggaran. 

Banggar menyoroti tingginya ketergantungan pada SiLPA, yang mencerminkan belum optimalnya realisasi belanja dan perlunya perbaikan manajemen kas. 

"Oleh karena itu, percepatan pelaksanaan program-program prioritas menjadi penting agar SiLPA tidak menumpuk secara signifikan dan manfaat APBD dapat segera dirasakan secara langsung oleh masyarakat," tandas Erick.

Pada akhir penyampaian laporan, Banggar menyimpulkan, APBD 2026 menunjukkan adanya tekanan fiskal yang signifikan akibat penurunan pendapatan dan belanja daerah. 

Banggar juga menekankan perlunya reformasi dan restrukturisasi fiskal, penguatan pendapatan asli daerah melalui inovasi dalam pengelolaan pajak, aset, revitalisasi BUMD, disertai dengan efisiensi belanja dan peningkatan disiplin fiskal. 

"Pengelolaan SiLPA harus dilakukan secara sehat dan produktif agar mendukung keberlanjutan program pembangunan dan manfaat anggaran bagi masyarakat," pungkasnya. (*)

Baca Sebelumnya

Museum Virtual “Kamulan Bercerita”, Jelajahi Warisan Budaya Desa Secara Digital

Baca Selanjutnya

Mahasiswa IPB Sulap Sampah Desa Jadi Berkah, Sabet Juara 1 KKN Tegal dengan Incinerator Canggih

Tags:

Banggar DPRD Jatim Rekom Pemprov Rancang Fiskal Adaptif dan i ovatif Raperda APBD 2026 Dana Transfer ke Daerah TKD

Berita lainnya oleh Caknow

Kadispora Jatim Berharap Pers Dorong Kemajuan Sektor Kepemudaan dan Prestasi Olahraga

10 Februari 2026 16:55

Kadispora Jatim Berharap Pers Dorong Kemajuan Sektor Kepemudaan dan Prestasi Olahraga

IKA Unair Tulungagung bersama Komunitas Peduli Lingkungan Hijaukan Bukit Dondong

8 Februari 2026 17:05

IKA Unair Tulungagung bersama Komunitas Peduli Lingkungan Hijaukan Bukit Dondong

IGI Jadi Motor Penggerak Kompetensi Guru di Era Digital

6 Februari 2026 20:05

IGI Jadi Motor Penggerak Kompetensi Guru di Era Digital

Kunker ke Jatim,  Komite II DPD RI Susun DIM untuk Pemberdayaan Petani

26 Januari 2026 20:05

Kunker ke Jatim, Komite II DPD RI Susun DIM untuk Pemberdayaan Petani

Rayakan Festive Season dengan Baking Class “Holiday Sweet Creation” bersama Zest Hotel Jemursari Surabaya

23 Desember 2025 15:10

Rayakan Festive Season dengan Baking Class “Holiday Sweet Creation” bersama Zest Hotel Jemursari Surabaya

Ibu dan Anak Kompak dalam Kids Yogurt Cooking Class  di Swiss-Belinn Airport Surabaya

22 Desember 2025 16:34

Ibu dan Anak Kompak dalam Kids Yogurt Cooking Class di Swiss-Belinn Airport Surabaya

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar