Sekolah Swasta Juga Harus Gratis? Ini Tanggapan Akademisi soal Putusan MK

Jurnalis: Husni Habib
Editor: Muhammad Faizin

30 Mei 2025 06:30

Thumbnail Sekolah Swasta Juga Harus Gratis? Ini Tanggapan Akademisi soal Putusan MK
Ilustrasi peralatan sekolah. (Foto: Rihand/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Mahkamah Konstitusi (MK) telah mengeluarkan keputusan yang mengharuskan pemerintah untuk menggratiskan biaya pendidikan untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada Selasa 27 Mei 2025.

Keputusan tersebut merupakan hasil uji materi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) yang diajukan oleh Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) dan tiga warga negara atas nama Fathiyah, Novianisa Rizkika, dan Riris Risma

Dalam amar putusan nomor 3/PUU-XXII/2024, MK menegaskan bahwa pemerintah pusat dan daerah bertanggung jawab untuk menyelenggarakan pendidikan dasar yang bebas biaya, tidak hanya di sekolah negeri tetapi juga di sekolah swasta.

Menyikapi hal tersebut Mustofa, Ph.D selaku Dosen S2 Pendidikan Dasar Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) mengatakan keputusan tersebut sebenarnya terdengar sangat baik, akan tetapi implementasinya cukup sulit.

Baca Juga:
SPPG Lajolor Diresmikan, Layani 800 Penerima Manfaat di Singgahan Tuban

Hal ini tidak lepas dari banyaknya sekolah swasta yang tersebar di wilayah Indonesia, belum lagi sekolah swasta memiliki klasifikasi mulai dari kelas menengah hingga atas. 

"Sekolah swasta kan banyak tingkatannya ada yang murah dan mahal. Kalau sekolah swasta yang baguskan memiliki fasilitas yang berbeda yang tentunya lebih mewah dan memadai," jelas Mustofa, Kamis 29 Mei 2025.

"Berbeda kalau sekolah negeri kan semua milik pemerintah yang standartnya sudah diatur," imbuhnya.

Belum lagi gaji guru yang berbeda antara sekolah swasta dan negeri, Mustofa menyebut untuk sekolah swasta elite guru digaji dengan nominal yang tinggi. Hal ini sejalan dengan beban kerja guru di sekolah swasta elit yang memiliki tuntutan tinggi.

Baca Juga:
Bupati Tegal Jadi Wisudawan Magister Manajemen UPS

"Contohnya ada orang tua yang menyekolahkan anaknya di sekolah swasta elite dengan biaya yang mahal, tentu harapan mereka terhadap pendidikan anak mereka juga tinggi," tambahnya.

Hal yang sama juga akan dialami oleh sekolah swasta menengah ke bawah. Dimana dengan penerapan sekolah gratis ini pemerintah dapat mensuplai kebutuhan operasional secara konsisten.

"Permasalahannya sebenarnya cuma di sekolah swasta saja. Kalau sekolah negeri gratis lebih mudah," paparnya.

Mustofa menuturkan di jenjang SD dan SMP banyak orang tua yang memilih sekolah swasta bukan hanya karena tidak diterima di sekolah negeri. Tetapi juga karena para orang tua melihat kualitas akademik di sekolah swasta lebih baik dari pada sekolah negeri.

"Banyak orang tua yang mampu lebih memilih sekolah swasta karena kualitasnya yang dipandang lebih baik," tuturnya.

Oleh sebab itu menyikapi keputusan MK, Mustofa menekankan aturan yang lebih spesifik terkait sekolah swasta seperti apa yang akan digratiskan. Hal ini harus menjadi pembahasan karena klasifikasi sekolah swasta yang beragam.

"Jadi keputusan ini masih perlu aturan yang spesifik, maunya sekolah swasta yang seperti apa, yang mau digratiskan," pungkasnya. (*)

Baca Sebelumnya

Peringati HLUN 2025 Gubernur Khofifah Sapa Lansia, Potong Tumpeng dan Serukan Kepedulian

Baca Selanjutnya

Bassam Kasuba Hadiri Munas APKASI ke VI, Peran Aktif Pemkab Halsel Dalam Pembangunan Nasional

Tags:

MK Keputusan Sekolah Gratis SD smp sekolah swasta Unusa Pendidikan

Berita lainnya oleh Husni Habib

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

29 Juli 2025 11:08

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

28 Juli 2025 20:20

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

25 Juli 2025 22:00

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

25 Juli 2025 13:48

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

25 Juli 2025 12:32

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

24 Juli 2025 13:36

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar