Dispendik Surabaya Cari Solusi Aman agar Guru dan Murid Terhindar dari Konflik di Sekolah

Jurnalis: Husni Habib
Editor: Muhammad Faizin

2 Nov 2024 12:32

Thumbnail Dispendik Surabaya Cari Solusi Aman agar Guru dan Murid Terhindar dari Konflik di Sekolah
Kepala Dinas Pendidikan Surabaya, Yusuf Masruh. (Foto: Husni Habib/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Kasus dugaan kriminalisasi terhadap Supriyani, guru di Konawe Selatan, membawa keprihatinan bagi kalangan pendidik di Indonesia. Guru honorer tersebut dipolisikan oleh wali muridnya sendiri yang kebetulan berlatar belakang sebagai polisi. Keresahan ini pula yang ditangkap oleh inas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya.

Timbul kekhawatiran guru yang takut menegur muridnya yang melanggar aturan. Keresahan itu diungkapkan kalangan pendidik melalui media sosial.

Beberapaahkan saat ini di media sosial tengah ramai konten yang memperlihatkan seorang guru enggan untuk memberikan nasehat atau menegur siswa karena takut bermasalah dengan orang tua murid.

Kepala Dispendik Surabaya, Yusuf Masruh, mengatakan munculnya fenomena tersebut tentu maembawa keprihatinan tersendiri, bagaimana seorang pendidik justru tidak bisa mendidik secara leluasa karena takut berhadapan dengan hukum.

Baca Juga:
SPPG Lajolor Diresmikan, Layani 800 Penerima Manfaat di Singgahan Tuban

Berangkat dari hal tersebut saat ini pihaknya tengah berupaya mencari metode proses belajar mengajar yang lebih nyaman dan aman, baik bagi murid maupun tenaga pengajar seperti guru.

Proses pencarian metode tersebut melibatkan banyak pihak diantaranya MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) dan K3S (Kelompok Kerja Kepala Sekolah, beserta elemen sekolah lainnya.

“Ada komite sekolah dan orang tua siswa. Harapan kami bisa mencari metode dan kesepakatan sehingga proses belajar mengajar tetap berjalan aman dan nyaman,” kata Yusuf, Jumat, 1 November 2024.

Dengan mencari metode yang tepat nantinya guru akan lebih memahami bagaimana memberikan pengajaran kepada anak dengan lebih baik tanpa adanya kekerasan fisik maupun verbal.

Baca Juga:
Bupati Tegal Jadi Wisudawan Magister Manajemen UPS

Orang tua juga diharapkan bisa memahami upaya tenaga didik dalam memberikan saran, nasehat, maupun teguran kepada pelajar. 

"Agar persepsi ini bisa di pahami, di sekolah ada TPPK (Tim Penanganan dan Pencegahan Kekerasan) pada Sistem Pendidikan,” tambahnya.

Memiliki tugas menjaga keamanan dan keamanan di sekolah keberadaan TPPK sangat penting untuk mencegah adanya tindakan bullying di sekolah. Dibantu dengan guru yang menjelaskan indikator kekerasan kepada anak didik agar tidak muncul tindakan bullying di sekolah.

“Seperti ketika anak-anak bercanda tapi belum tahu batasan, bisa masuk kategori bullying," pungkasnya.(*)

Baca Sebelumnya

PPD Sleman 2024 Resmi Dibuka, Pjs Bupati: Event Strategis Tunjukkan Potensi Daerah

Baca Selanjutnya

Lulusan SMA/SMK Merapat! Pelita Air Buka Lowongan Operation Charter Flight Attendant

Tags:

Pendidikan Dispendik Surabaya Metode pembelajaran Konflik Guru dan murid orang tua kekerasan Bullying

Berita lainnya oleh Husni Habib

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

29 Juli 2025 11:08

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

28 Juli 2025 20:20

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

25 Juli 2025 22:00

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

25 Juli 2025 13:48

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

25 Juli 2025 12:32

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

24 Juli 2025 13:36

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar