KETIK, SURABAYA – Klub sepak bola kebanggaan warga Surabaya, Persebaya, harus mengucapkan selamat tinggal gelar juara BRI Super League musim 2025-2026 usai dibantai tuan rumah Persija dengan skor tiga gol tanpa balas pada pekan ke-27 akhir pekan lalu.
Pulang dengan tahan hampa, Fransisco Riveira dan kawan-kawan sudah tidak mungkin menyalip tim pemuncak klasemen sementara dengan tujuh pertandingan sisa musim ini.
Secara matematis, Persebaya kini berada di peringkat keenam dengan koleksi 42 poin. Kemudian, Persib Bandung bertengger di pucuk meraup 64 poin. Ini berarti perbedaan selisihnya 22 poin.
Ini berarti meski Persebaya sukses meraih poin sempurna di tujuh pertandingan sisa, tetap hanya menambah 21 poin dengan koleksi terakhir 63 poin.
Baca Juga:
Merayakan 19 Tahun Dedikasi, Mercure Surabaya Grand Mirama Gelar "The Symphony of Nineteen" dengan Penampilan Airlangga OrchestraDi tujuh pertandingan terakhir, Persebaya mendapat tiga kali kesempatan sebagai tuan rumah dan empat lainnya harus bermain di kandang lawan.
Secara rinci, jadwal lengkap tujuh pertandingan sisa Bajul Ijo musim ini yakni menghadapi “Derby Suramadu” melawan Madura United di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya pada Jumat malam, 17 April 2026. Berikutnya, anak asuhan Bernardo Tavarez itu harus bertandang ke Stadion Kie Raha Ternate menantang tim peringkat empat, Malut United pada Kamis malam, 23 April 2026.
Lalu, kembali Persebaya harus melawat ke kandang lawan dan bermain melawan tuan rumah Arema FC pada Selasa sore, 28 April 2026. Jika tidak ada perubahan, pertandingan bertajuk “Derby Jatim” el-Classico itu berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.
Selanjutnya, Persebaya kembali bermain di hadapan publiknya sendiri pada Sabtu sore, 2 Me 2026 menjamu PSBS Biak. Sepekan kemudian, Sabtu malam, 9 Mei 2026 bertanding di Stadion Manahan menghadapi Persis Solo.
Baca Juga:
Penemuan Jenazah di Bawah Jembatan Tol Wonocolo Surabaya, Tim 112 Segera EvakuasiPada Jumat sore, 15 Mei 2026, Persebaya terbang ke Sumatera Barat menghadapi Semen Padang di Stadion H. Ahgus Salim. Sebagai pertandingan pamungkas, tim berjuluk Green Force itu beradu gengsi melawan sesama klub Jatim, Persik Kediri di Stadion Gelora Bung Tomo pada Sabtu, 23 Mei 2026.
Dengan tertutupnya peluang juara musim ini maka tim yang identik dengan seragam hijau-hijau itu harus “puasa” gelar selama 22 tahun. Terakhir, Persebaya menjuarai Divisi Utama Liga Indonesia pada musim kompetisi 2003-2004.
Saat itu, Jacksen F Tiago bertugas menukangi tim dan sejumlah pemain yang mengantar Persebaya merengkuh prestasi di antaranya kiper Hendro Kartiko, bek (Alm) Bejo Sugiantoro, gelandang Uston Nawawi serta striker diisi duet maut Kurniawan Dwi Yulianto dan Christian “Spiderman” Carasco.
Dengan demikian, ambisi Persebaya meraih gelar juara Liga Indonesia di usianya ke 1 abad (100 tahun) hanya tersisa musim depan. Sebagaimana diketahui, Persebaya lahir pada 1927 sehingga kesempatan mendapat “kado istimewa” di hari ulang tahunnya hanya musim kompetisi 2026-2027.
Memiliki pelatih hebat sekelas Bernardo Tavarez yang pernah sukses membawa PSM Makassar juara, bukan tidak mungkin bisa diraih musim depan. Terlebih doa dan dukungan suporter setianya, Bonek dan Bonita, sudah tidak perlu lagi diragukan. Bonek tak hanya loyalitas, tapi juga totalitas. (*)