Ustadz Syam Ungkap Empat Resep Sukses bagi GenZI dan GenZIta

9 November 2026 05:05 9 Nov 2026 05:05

Vinida Shima, Rahmat Rifadin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Ustadz Syam Ungkap Empat Resep Sukses bagi GenZI dan GenZIta

Ustadz Syam menyampaikan materi tentang empat resep sukses bagi Gen-Z dalam kegiatan Majelis Subuh GenZI episode ke-30 di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya pada Minggu, 8 November 2026. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 1.000 peserta. (Foto: Humas Masjid Al Akbar Surabaya)

KETIK, SURABAYA – Pendakwah muda Ustadz Syam El Marussy atau yang dikenal sebagai Ustadz Syam mengungkap empat resep sukses bagi Generasi Z Islami (GenZI) dan GenZIta (GenZI Wanita) agar mampu berkarya dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Keempat resep tersebut meliputi iman, ilmu, amal dan akhlak.

Hal itu disampaikan Ustadz Syam dalam Majelis Subuh GenZI (MSG) episode ke-30 bertema “GenZI, Berkarya untuk Negeri” di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya pada Minggu, 8 November 2026 pagi. Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 1.000 peserta dan diawali dengan salat Subuh berjamaah serta khotmil Qur'an.

Dalam ceramahnya, Ustadz Syam mengawali pembahasan dengan mengutip hadis Nabi Muhammad SAW tentang pentingnya menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain.

“Kata Nabi, Khoirunnas Anfauhum Linnas artinya sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain. Jadi, ukuran sukses atau mulia itu bukan jabatan, kekayaan, kecantikan atau ketampanan dan keturunan, tapi ukurannya bisa bermanfaat untuk orang lain,” ujarnya.

Ia kemudian mengibaratkan manusia yang bermanfaat seperti pohon yang memiliki akar, batang, daun dan buah. Keempat bagian tersebut menggambarkan iman sebagai akar, ilmu sebagai batang, amal sebagai daun dan akhlak sebagai buah.

Menurutnya, iman menjadi dasar seseorang dalam melakukan kebaikan. Dengan keimanan, seseorang akan mempertimbangkan pahala, dosa serta kehidupan setelah kematian sebelum mengambil tindakan.

Ia mencontohkan bahwa kekayaan bukan satu-satunya ukuran kesuksesan. Sebab, ada orang beriman yang kaya seperti Nabi Sulaiman dan Dzulqarnain tetapi ada pula orang tidak beriman yang memiliki kekayaan seperti Raja Namrud dan Qarun.

“Kalau ukurannya kaya, maka orang akan bisa menghalalkan segala cara dengan mencuri, korupsi, suap dan cara-cara jahat lainnya. Jadi, modalnya iman, bukan kaya,” jelasnya.

Resep kedua adalah ilmu. Ustadz Syam menjelaskan bahwa ilmu dapat menjadi bekal untuk menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat. Ia mencontohkan aplikasi HaloBaz milik Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Timur yang dikembangkan melalui kreativitas anak muda.

Selain itu, generasi muda juga dapat memanfaatkan perkembangan teknologi digital untuk menyebarkan ilmu agama melalui konten dakwah yang menarik dan mudah diakses.

Namun, ilmu harus disertai dengan amal agar memberikan dampak nyata. Menurutnya, ilmu yang baik dan diamalkan dapat membawa perubahan positif bagi orang lain sedangkan ilmu yang disalahgunakan justru berpotensi merugikan.

Resep terakhir adalah akhlak. Ia menegaskan bahwa akhlak menjadi landasan dalam menggunakan ilmu sekaligus bekal menghadapi berbagai ujian kehidupan.

“Dengan akhlak, ilmu yang dibagi adalah ilmu yang baik. Dengan akhlak juga orang bisa menghadapi ujian dengan sabar. Nabi sendiri bisa sabar saat dilempari kotoran karena akhlak menjadi tameng ujian,” tuturnya.

Melalui materi tersebut, Ustadz Syam mengajak GenZI dan GenZIta untuk tidak hanya mengejar kesuksesan pribadi tetapi juga membangun diri dengan iman, memperluas ilmu, mengamalkannya serta menjaga akhlak agar dapat memberikan manfaat bagi sesama. (*)

Tombol Google News

Tags:

Ustqdz Syam Masjid Al Akbar