KETIK, SURABAYA – Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) perasaan sejumlah pedagang bendera di Surabaya tak seperti tahun-tahun sebelumnya. Apabila pada tahun sebelumnya penjualannya terasa naik, kini terasa lebih lambat.
Lambatnya penjualan bendera di momen menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI dirasakan oleh salah satu pedagang bendera di kawasan Darmokali, Surabaya, Rini Haryati.
"Biasanya pertengahan Juli sudah banyak yang belanja. Sekarang sampai akhir Juli masih sepi dan pembelinya datang bergantian," katanya, Rabu, 12 Agustus 2026.
Alhasil untuk menarik minat pembeli, Rini membuat sejumlah variasi barang-barang jualannya. Selain bendera, ia juga menyediakan umbul-umbul, bendera kecil, pin merah putih hingga stiker bertema kemerdekaan.
Sulis, pedagang bendera lainnya juga mengakui hal yang sama. Ia mengaku, selain berjualan secara langsung. Ia juga mulai menjalankan berjualan bendera online. "Sekarang lebih dari 60 persen penjualan berasal dari online," singkatnya.
"Saya juga menjahit sendiri bendera dan umbul-umbul untuk dijual ke pedagang. Saya memasok bendera-bendera di Pusat Grosir Surabaya (PGS)," jelasnya.
Harga produk yang ditawarkan beragam, mulai sekitar Rp10 ribu untuk bendera ukuran kecil hingga bendera ukuran besar atau umbul-umbul berukuran jumbo yang dijual hingga Rp350 ribu.
Sulis memperkirakan lonjakan pembeli akan mulai terjadi setelah 10 Agustus. Pada periode tersebut, masyarakat, instansi, sekolah, hingga pelaku usaha biasanya mulai melengkapi dekorasi merah putih untuk menyemarakkan peringatan HUT ke-81 RI. (*)
