Peringatan Hari Pramuka Ke-65, Khofifah Berharap Jadi Pelopor Garda Terdepan Ketahanan Pangan

3 September 2026 05:56 3 Sep 2026 05:56

Fitra Herdian, Rahmat Rifadin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Peringatan Hari Pramuka Ke-65, Khofifah Berharap Jadi Pelopor Garda Terdepan Ketahanan Pangan

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (tiga dari kiri) saat menghadiri apel Peringatan Ke-66 Pramuka di lapangan Rektorat Unesa. (Foto: Fitra/Ketik.com)

KETIK, SURABAYA – Gerakan Pramuka telah berusia 65 tahun. Sebagai bentuk memperingati, Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka Jawa Timur menggelar apel yang berlangsung di Lapangan Rektorat Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Rabu, 2 Agustus 2026.

Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa yang diwakili Ketua Kwarda Jatim, Arum Sabil menegaskan, dalam momentum ini diharapkan Gerakan Pramuka dapat menjadi garda terdepan dalam memperkuat ketahanan pangan.

"Terlebih berdasarkan data BPS Jawa Timur pada 2 Agustus 2026, luas panen padi Jawa Timur sepanjang 2025 mencapai 1,84 juta hektare dengan produksi 10,44 juta ton gabah kering giling (GKG)," kata Khofifah yang diwakili Arum Sabil.

Menurutnya, produksi itu terus meningkat sebanyak 12,60 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Hasil ini setara sekitar 6,03 juta ton beras untuk konsumsi pangan.

Kemudian pada produksi Januari hingga Oktober 2026, produksi padi Jawa Timur diprediksi mencapai 9,86 juta ton GKG atau meningkat 5,13 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Tak hanya itu saja, Gerakan Pramuka juga memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter. Sebagai contoh, anggota Pramuka dididik untuk belajar memimpin, bekerja sama, memecahkan persoalan, hidup mandiri, mencintai lingkungan dan memberikan manfaat kepada masyarakat.

"Tri Satya dan Dasa Darma harus tetap menjadi fondasi dalam menghadapi perkembangan zaman, termasuk kemajuan teknologi digital, kecerdasan buatan, perubahan dunia kerja hingga persaingan global," ungkapnya.

Khofifah juga mendukung keterlibatan Pramuka dalam kegiatan sosial, termasuk gerakan Renovasi 1.000 Rumah Tidak Layak Huni.

Menurutnya, keberhasilan Gerakan Pramuka tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang digelar, tetapi juga dari manfaat yang diberikan kepada masyarakat.

“Praja Muda Karana bermakna orang muda yang suka berkarya. Karena itu, karya dan pengabdian harus menjadi jejak Gerakan Pramuka,” pesan Khofifah. (*)

Tombol Google News

Tags:

Khofifah Indar Parawansa Hari Pramuka Pramuka Ke-65 Unesa Surabaya