KETIK, SURABAYA – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur (Kemenag Jatim) menggelar Expo Madrasah 2026, Selasa, 1 September 2026. Acara tersebut menhusungytema "Dari Madrasah Lahir Karya, Menginspirasi Dunia".
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jatim, Akhmad Sruji Bahtiar mengungkapkan, acara ini diselenggarakan untuk menjadi ruang apresiasi sekaligus etalase karya, kreativitas dan prestasi peserta didik madrasah seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur.
Kegiatan ini kata Kakanwil Kemenag Jatim, juga ingin menghapus madrasah kampungan. "Tidak ada ceritanya madrasah itu kampungan," tegas Akhmad Sruji Bahtiar dikutip dari keterangan tertulis.
Menurutnya, hal ini dapat dilihat dari berbagai karya yang ditampilkan oleh para peserta, mulai dari robotika, sains, teknologi, seni, bahasa hingga kewirausahaan.
"Kami ingin menghapus stigma bahwa madrasah itu kampungan. Coba lihat apa yang dipamerkan hari ini. Ada robotik, kemudian ada mini drama competition berbahasa Inggris," jelasnya.
Ia berharap karya dan prestasi madrasah tidak hanya diketahui oleh lingkungan internal, tetapi juga diperkenalkan secara lebih luas kepada masyarakat.
“Al-khairu idza dzahara intasyara — kebaikan apabila ditampakkan, maka akan menyebar,” tuturnya.
Lanjutnya, Expo Madrasah juga harus menjadi jembatan komunikasi antara madrasah dan orang tua. Harapannya, orang tua dapat melihat langsung karya apa saja yang sudah dilakukan anak-anaknya di madrasah.
“Jangan hanya keberhasilan anak ditunjukkan melalui rapor tertulis. Tunjukkan karya seni mereka, kompetensi akademiknya, kreativitasnya, dan prestasinya,” pesannya.
Selain itu, Expo Madrasah diharapkan menjadi tahrikul himmah, pemicu semangat peserta didik untuk terus belajar, berkarya, dan berprestasi.
Kakanwil juga menekankan pentingnya memberikan ruang lebih besar kepada siswa dalam penyelenggaraan expo. Peserta didik perlu terlibat mulai dari merancang, menata, hingga mempresentasikan karya kepada pengunjung.
“Guru tetap mendampingi, tetapi anak-anak harus menjadi aktor utamanya. Itulah proses pendidikan yang sesungguhnya,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jatim, Sugiyo melaporkan, Expo Madrasah Jatim 2026 diikuti madrasah dari seluruh kabupaten/kota se-Jawa Timur dengan menghadirkan 38 stand. Karya yang ditampilkan merupakan hasil seleksi terbaik dari jenjang RA, MI, MTs, dan MA.
Beragam karya dipamerkan, antara lain inovasi sains, robotika, Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), multimedia, animasi, seni budaya, literasi, batik, kerajinan, hingga kewirausahaan.
Rangkaian kegiatan juga diisi Festival Hadrah Al-Banjari yang diikuti 78 kelompok dan Mini Drama Competition berbahasa Inggris yang diikuti 547 kelompok. Dari kompetisi tersebut, sebanyak 30 kelompok terbaik melaju ke babak final.
Pada kesempatan yang sama diluncurkan aplikasi website “Sistem Informasi Prestasi Madrasah Jawa Timur (Si Presma), Buku Panduan Madrasah Unggul, Buku Panduan Gema Berbaris, dan Buku Inovasi Menggapai Prestasi yang merupakan karya Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jawa Timur. (*)
