Banyak Kasus Pencabulan Terjadi, Senator Jatim: Tamparan untuk Semua

Jurnalis: Moch Khaesar
Editor: M. Rifat

1 Nov 2024 23:05

Thumbnail Banyak Kasus Pencabulan Terjadi, Senator Jatim: Tamparan untuk Semua
Anggota DPD RI Lia Istifhama, Jumat, 1 November 2024. (Foto: dokumen pribadi for Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Banyaknya kasus pencabulan kepada anak di Indonesia membuat legislator DPD RI asal Surabaya Lia Istifhama prihatin.

Salah satu kasus pencabulan yang menjadi perhatian adalah kasus yang terjadi di Bangkalan. Seorang santriwati berusia 13 tahun menjadi korban pencabulan oleh oknum pengasuh salah satu pesantren di Kecamatan Socah, Bangkalan, Madura.

"Ini merupakan tamparan untuk kita semua, mengapa kejadian miris seperti ini terjadi lagi,” terang Lia, Jumat, 1 November 2024.

Lia menjelaskan, ada dua pekerjaan rumah (PR) besar dalam menyelesaikan kejahatan pencabulan anak di bawah umur. “Perlu adanya peran serta semua pihak terutama masyarakat yang menjalankan fungsi controlling pencegahan tindakan pencabulan dan tindakan kuratif berbentuk sanksi sosial pada pelaku,” tegas senator yang juga warga nahdliyyin itu.

Baca Juga:
Kisah PMI Kota Probolinggo, dari Donor Darah hingga Jemput Jenazah

Dia menambahkan, ada juga polemik implementasi hukuman kebiri yang belum mulus dieksekusi. Kondisi ini membuat Lia merasa makin prihatin.

"Sebagai contoh pada 2019 lalu, Hukuman kebiri kimia yang dijatuhkan Hakim Pengadilan Negeri Mojokerto kepada pelaku pemerkosaan anak ternyata belum bisa dieksekusi karena belum adanya petunjuk teknis, sekalipun kebiri kimia telah dilegalkan dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak,” terangnya.

Keponakan Gubernur Jatim 2019-2024 Khofifah Indar Parawansa itu berharap Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menteri PPPA) Arifatul Fauzi memberikan atensi khusus akan masalah ini.

“Sosok beliau saya kira sangat mampu menjadi tumpuan harapan atas problem pencabulan anak yang masih marak terjadi. Dan saya sangat yakin salah satu solusi terefektif adalah implementasi hukuman kebiri karena sekaligus upaya preventif tindakan serupa di lain kesempatan," ucapnya.

Baca Juga:
Dari Bareskrim ke BGN, Sony Sonjaya Kini Kawal Program MBG

Wanita yang akrab disapa Ning Lia ini juga menyebut peran penting keluarga. Keluarga sebagai unit sosial terkecil harus mampu melindungi anak sebagai bagian dari kelompok rentan.

"Sekaligus, bagaimana keluarga menjadi peran sentral pembentuk mental kuat dan tangguh agar anak-anak mampu memiliki ketahanan menghindari potensi kejahatan seksual,” ucapnya.

Selain itu Ning Lia menambahkan jika bekal Iman kepada sang buah hati juga sangat penting. “Kemudian sebagai orang tua, kita harus memberi contoh yang baik agar anak-anak memiliki referensi yang tepat, karena apapun anak-anak ini menjadikan orang tua ini contoh dalam perbuatan sehari-hari mereka. Pendekatan agama dengan pembekalan iman yang kuat, merupakan indikator penting,” tambahnya.

Senator muda Indonesia itu pun menambahkan, penting juga filterisasi digital atas potensi pencabulan maupun kejahatan seksual lainnya.

“Kalau bicara preventif, filterisasi konten sosial media atau apapun konten di digital menjadi atensi bersama. Karena jika konten pornografi dan pornoaksi masih marak dengan alasan hiburan belaka, maka ini sama saja menumbuhkembangkan kerusakan moral dan mental semua pihak,” ucapnya. (*)

Baca Sebelumnya

Polres Malang Bekuk Dua Pria Kurir Sabu Sistem Ranjau

Baca Selanjutnya

GP Valencia Resmi Batal, MotoGP Segera Tunjuk Balapan Pengganti Bertajuk 'Race for Valencia'

Tags:

DPD RI Lia Istifhama Pencabulan di Jatim Jawa timur

Berita lainnya oleh Moch Khaesar

Bantu Pembangunan Sumber Daya, UWKS Kerja Sama dengan Dua Daerah

24 Oktober 2025 20:01

Bantu Pembangunan Sumber Daya, UWKS Kerja Sama dengan Dua Daerah

Banyak Lansia Alami Osteoartritis Lutut, Ini yang dilakukan Dosen FK Unusa

22 Oktober 2025 19:30

Banyak Lansia Alami Osteoartritis Lutut, Ini yang dilakukan Dosen FK Unusa

Kasus Pesta Seks di Hotel Ngagel Surabaya, Polisi: Bukan Motif Uang tapi Sensasi dan Kesenangan

22 Oktober 2025 19:04

Kasus Pesta Seks di Hotel Ngagel Surabaya, Polisi: Bukan Motif Uang tapi Sensasi dan Kesenangan

Restoran Indonesia Ini Jadi Solusi Mencari Makanan Halal di Sydney Australia

20 Oktober 2025 06:05

Restoran Indonesia Ini Jadi Solusi Mencari Makanan Halal di Sydney Australia

GEGER! 34 Pria Digerebek Pesta Gay di Hotel Surabaya, Siapa Dalangnya?

19 Oktober 2025 12:38

GEGER! 34 Pria Digerebek Pesta Gay di Hotel Surabaya, Siapa Dalangnya?

[FOTO] Momen Persija Berpesta di Markas Persebaya

18 Oktober 2025 22:41

[FOTO] Momen Persija Berpesta di Markas Persebaya

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H