Terkena Gas Air Mata? Berikut Cara Efektif untuk Hilangkan Dampak Perihnya

Jurnalis: M. Rifat
Editor: Rahmat Rifadin

31 Agt 2025 11:01

Thumbnail Terkena Gas Air Mata? Berikut Cara Efektif untuk Hilangkan Dampak Perihnya
Ilustrasi polisi menembak gas air mata. (Ilustrasi: Rihad/Ketik)

KETIK, SURABAYA – Maraknya aksi demo beberapa hari terakhir membuat aparat penegak hukum kerap menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa. Jika terkena cairan itu, mata perih usai terkena gas air mata.

Tak jarang peserta demo kerap mengoleskan odol atau pasta gigi di bawah mata untuk mengatasinya. Namun benarkah cara ini? Dan apa obat untuk gas air mata? Simak penjelasannya di bawah ini.

Dilansir Sura.com, jejaring nasional Ketik.com, terdapat beragam senyawa lakrimator yang dapat digunakan untuk meracik gas air mata.

Namun yang lazim digunakan di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, adalah chlorobenzalmalononitrile alias gas CS, chloroacetophenone alias gas CN, dan juga senyawa dibenzoxazepine atau gas CR.

Baca Juga:
Kasus Andrie Yunus Picu Aksi Mahasiswa di Malang, Dinilai Jadi Alarm Ancaman Demokrasi

Akibatnya, orang yang terkena gas air mata ini dapat mengalami sejumlah gejala, seperti mata merah, gatal, panas, perih, dan penglihatan jadi kabur.

Efek negatif gas air mata lainnya yaitu rasa terbakar dan gatal pada sekitar hidung, sulit bernapas, batuk, mual, muntah, hingga diserang gatal dan ruam pada kulit.

Secara teknis, gas air mata juga bisa diracik dari bahan yang lebih sederhana yaitu ekstrak cabai dan merica.

Akan tetapi lantaran rasa pedihnya yang lebih tajam, ekstrak bumbu itu jarang digunakan untuk pembuatan gas air mata, dan lebih populer digunakan untuk semprotan merica sebagai alat bela diri yang banyak diandalkan di luar negeri.

Baca Juga:
Lansia Pacitan Ditemukan Tewas di Rumah Sendiri, Awalnya Warga Endus Bau Menyengat

Gas CS, CN dan CR biasa digunakan sebagai komponen utama pembuatan gas air mata lantaran sifatnya yang membuat mata pedih, sesak nafas dan juga kulit perih.

Namun efek tersebut hanya sementara, lebih tepatnya sekitar setengah jam sampai satu jam. Tak sampai di situ, ketiga senyawa itu juga mudah larut dalam air.

Apa Obat untuk Gas Air Mata?

Secara umum, tidak ada obat khusus untuk penglihatan yang terkena gas air mata. Namun belakangan marak beredar kabar bahwa obat antasida, yang biasa digunakan untuk maag, bisa membantu menangkal efek samping dari gas air mata.

Faktanya, secara klinis, para spesialis belum menemukan penelitian yang mengatakan demikian.

Dugaan sementara, anggapan bahwa obat ini manjur untuk gas air mata muncul alntaran antasida yang bersifat alkalis, sementara gas air mata bersifat asam. Jika disatukan maka keduanya bisa saling menetralkan.

Tips Mengatasi Mata yang Terkena Gas Air Mata

Alih-alih memakai pasta gigi saat terkena gas air mata, berikut ini adalah langkah yang disarankan dari berbagai ahli:

  • Menjauh dari titik utama dan lindungi diri secepat mungkin. Carilah tempat lebih tinggi dan aman.
  • Tutup hidung, mulut, dan mata menggunakan tangan, kain, masker dan kacamata.
  • Bilas dengan air bersih. Jika mata sudah terkena gas, maka kamu dapat membasuh dengan air mengalir selama 10-15 menit.
  • Jangan menggosok mata. Apabila sedang menggunakan lensa kontak, maka segera lepaskan.
  • Segera gantu pakaian yang terkontaminasi
  • Lepas baju yang terkena gas air mata, dsn jangan digunakan kembali. Apabila kontaminasi sangat parah, maka masukkan ke plastik khusus limbah berbahaya.
  • Segera mandi
  • Bersihkan seluruh tubuh dengan air mengalir dan juga sabun. Usahakan, jangan berendam agar partikel gas tidak kembali menempel pada kulit. (*)

Baca Sebelumnya

Kondisi Terkini Polsek Tegalsari dan Bangunan Sisi Barat Grahadi Usai Terbakar

Baca Selanjutnya

Hadiri Tabligh Akbar, Bupati Bondowoso Ajak Warga Teguhkan Syariah dan Ekonomi Umat

Tags:

Gas air mata demonstrasi Polisi ricuh massa

Berita lainnya oleh M. Rifat

Rupiah Terkapar di Level Rp17.188, Terburuk Sepanjang Sejarah

17 April 2026 16:49

Rupiah Terkapar di Level Rp17.188, Terburuk Sepanjang Sejarah

Kompas Umat di Tengah Dunia yang Terbakar

17 April 2026 09:47

Kompas Umat di Tengah Dunia yang Terbakar

Diplomasi Maraton ala Prabowo, Tiba di Paris Temui Presiden Macron setelah 5 Jam Diskusi dengan Putin

14 April 2026 17:51

Diplomasi Maraton ala Prabowo, Tiba di Paris Temui Presiden Macron setelah 5 Jam Diskusi dengan Putin

Peta Geopolitik Tak Menentu, Prabowo dan Putin Perkuat Arah Kemitraan Indonesia-Rusia

14 April 2026 17:37

Peta Geopolitik Tak Menentu, Prabowo dan Putin Perkuat Arah Kemitraan Indonesia-Rusia

Komitmen Jaga Keutuhan Bangsa, Ulama Dirikan Wadah Santri dan Alumni Pesantren Se-Nusantara

14 April 2026 16:22

Komitmen Jaga Keutuhan Bangsa, Ulama Dirikan Wadah Santri dan Alumni Pesantren Se-Nusantara

MGPA Siapkan Opening Ceremony Megah untuk GT World Challenge Asia 2026 Mandalika

13 April 2026 08:05

MGPA Siapkan Opening Ceremony Megah untuk GT World Challenge Asia 2026 Mandalika

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend

Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend