Belajar dari Kasus Jeffrey Files, Waspadai Karakter Manipulatif Pelaku Kejahatan Seksual

Editor: Muhammad Faizin

20 Feb 2026 10:20

Thumbnail Belajar dari Kasus Jeffrey Files, Waspadai Karakter Manipulatif Pelaku Kejahatan Seksual
Catatan Jeffrey Epstein mengungkap keterlibatan sejumlah tokoh dunia dalam jejaring kejahatannya. (Foto: New York Times)

KETIK, SURABAYA – Pengungkapan dokumen hukum kasus kejahatan seksual Jeffrey Epstein oleh Dapartemen Kehakiman AS atau kerap disebut Jeffrey Files, terus memicu sorotan. Dokumen tersebut mengungkap, ada banyak tokoh publik dunia dengan citra yang selama ini dikenal baik, ternyata terlibat kejahatan seksual. Bahkan banyak diantaranya dengan korban anak-anak di bawah umur. 

Dokumen-dokumen penting itu juga mengungkap dugaan jaringan eksploitasi dan perdagangan seksual anak. Selama lebih dari dua dekade, aparat penegak hukum, termasuk Federal Bureau of Investigation dan Departemen Kehakiman Amerika Serikat, menangani berbagai laporan dan penyelidikan atas kasus yang menyeret nama pemodal asal Amerika Serikat tersebut.

Publikasi dokumen pada awal Februari itu memunculkan kembali diskusi luas tentang bagaimana kejahatan seksual dapat berlangsung secara sistemik dan terorganisasi. Dokumen tersebut memperlihatkan pola relasi, mekanisme perekrutan, serta cara pelaku membangun jaringan yang memanfaatkan relasi kuasa dan pengaruh sosial.

Psikolog Klinis Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada, Dr. Indria Laksmi Gamayanti, M.Si., Psi, menilai bahwa kejahatan seksual sistemik memiliki karakter manipulatif yang membuat korban tidak segera menyadari situasi berbahaya yang sedang mereka alami.

Baca Juga:
Trauma Berkepanjangan dan Risiko Reviktimisasi, Dampak Psikologis Korban Eksploitasi Seksual Anak

“Kejahatan sistemik ini sangat traumatis dan menekan bagi anak-anak. Memang benar, pada awalnya anak anak ini tidak menyadari jika mereka ternyata masuk ke dalam kasus kejahatan ini dan seiring waktu pasti ada perasaan ketidakberdayaan serta tertekan dalam waktu yang lama. Dengan demikian, munculah sebuah trauma yang berkepanjangan,” tuturnya, Jumat, 20 Februari 2026. 

Menurut Gamayanti, pelaku dalam kasus-kasus semacam ini tidak selalu menggunakan kekerasan fisik secara langsung. Mereka kerap membangun kedekatan emosional, memberikan perhatian, fasilitas, atau rasa aman semu. Strategi ini menciptakan ketergantungan psikologis yang membuat korban sulit mengenali batas antara relasi yang wajar dan relasi yang eksploitatif.

Karakter sistemik tersebut membuat jaringan kejahatan dapat bertahan lama tanpa terdeteksi. Ketika satu korban terjebak dalam relasi manipulatif, korban lain bisa menyusul melalui pola yang sama. Karena itu, pengungkapan dokumen dan proses hukum menjadi penting untuk memetakan pola kejahatan sekaligus mencegah korban baru.

Namun, Gamayanti mengingatkan bahwa setiap pengungkapan juga membawa konsekuensi psikologis. Ketika kasus diangkat kembali ke ruang publik, korban dapat mengalami tekanan ulang, bahkan merasakan kembali pengalaman traumatis yang pernah dialami.

Baca Juga:
Kronologi Penangkapan Andrew Mountbatten-Windsor, Mantan Pangeran Inggris yang Tersangkut Kasus Epstein

“Kalau bagi korban, apabila peristiwa tersebut diungkit kembali, itu seperti revictimize atau menjadi peristiwa yang seperti terulang kembali. Re-traumatize itu seolah-olah mereka mengalami kembali. Ini sesuatu yang berat untuk mereka,” paparnya.

Ia menegaskan bahwa negara dan masyarakat harus menempatkan perspektif korban sebagai pijakan utama. Jika kasus tidak dibuka secara transparan, jaringan kejahatan berpotensi meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.

“Tetapi, jika ini tidak diungkap maka kasusnya akan melebar dan banyak dampak lainnya,” pungkasnya.

Dengan demikian, kasus Epstein tidak hanya berbicara tentang proses hukum terhadap pelaku, tetapi juga tentang perlindungan psikologis korban, pemutusan mata rantai trauma, serta pencegahan kejahatan seksual sistemik di masa depan.

Baca Sebelumnya

Sleman Borong Penghargaan Bidang Farmasi dan Alkes DIY, Cahya Purnama: Ini Buah Disiplin

Baca Selanjutnya

Pengisian Puluhan Jerigen Pertalite di SPBU Panyepen Sampang Dipertanyakan, Warga Soroti Dugaan Pelanggaran Aturan Subsidi

Tags:

jeffrey epstein Jeffrey Files kejahatan seksual Predator Seksual

Berita lainnya oleh Muhammad Faizin

Kembangkan Teknologi RFID Tanpa Baterai untuk Pertanian Cerdas, Dosen Unmuh Jember Raih Gelar Doktor di Jepang

16 April 2026 08:00

Kembangkan Teknologi RFID Tanpa Baterai untuk Pertanian Cerdas, Dosen Unmuh Jember Raih Gelar Doktor di Jepang

Penugasan Agrinas via Inpres Disorot, Akademisi Nilai Berpotensi Langgar Prinsip Pasal 33 UUD 1945

16 April 2026 06:58

Penugasan Agrinas via Inpres Disorot, Akademisi Nilai Berpotensi Langgar Prinsip Pasal 33 UUD 1945

Penugasan Agrinas Kelola Koperasi Merah Putih Tuai Sorotan, Potensi Langgar Konstitusi dan Aturan Lain

16 April 2026 05:50

Penugasan Agrinas Kelola Koperasi Merah Putih Tuai Sorotan, Potensi Langgar Konstitusi dan Aturan Lain

Kerusuhan di Polsek Panipahan imbas Kemarahan Warga Terkait Narkoba, Polda Riau Lakukan Evaluasi Besar

15 April 2026 08:50

Kerusuhan di Polsek Panipahan imbas Kemarahan Warga Terkait Narkoba, Polda Riau Lakukan Evaluasi Besar

So Sweet! Dari Paris, Presiden Prabowo Sampaikan Ucapan Ulang Tahun ke-67 untuk Titiek Soeharto

15 April 2026 08:07

So Sweet! Dari Paris, Presiden Prabowo Sampaikan Ucapan Ulang Tahun ke-67 untuk Titiek Soeharto

Pemerintah Batasi Akses Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Akademisi: Langkah Mendesak

15 April 2026 05:41

Pemerintah Batasi Akses Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Akademisi: Langkah Mendesak

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H