Harga Cabai Rawit Capai Rp90 Ribu/Kg, Pedagang Makanan di Sidoarjo Menjerit

Jurnalis: Moch Khaesar
Editor: M. Rifat

25 Jul 2024 02:32

Thumbnail Harga Cabai Rawit Capai Rp90 Ribu/Kg, Pedagang Makanan di Sidoarjo Menjerit
Ilustrasi harga cabai yang mulai mahal (Ilustrator: Rihard/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Harga cabai rawit mencapai Rp75.000 hingga Rp90.000 per kg di Sidoarjo, Rabu (24/7/2024). Hal ini membuat sejumlah masyarakat penjual makanan menjerit.

Beberapa penjual makanan pun terpaksa harus melakukan siasat untuk mengatasi harga cabe yang semakin mahal itu.

Frengky Susanto pedagang ayam geprek di Sidoarjo mengaku merelakan dirinya mendapat untung sedikit agar kualitas sambalnya tidak dikomplain pelanggan. Jika menambahkan tomat, bisa membuat sambalnya menjadi tidak pedas.

"Terasa sekali adanya kenaikan cabai di pasaran, karena pastinya kita tidak mungkin menaikkan harga atau bahkan menambahkan tomat akan membuat sambal tidak lagi pedas," jelas Frengky, Rabu (24/7/2024).

Baca Juga:
DLHK Sidoarjo Tindak TPS Liar di Jabon Sidoarjo

Frengky mengaku terpaksa memperoleh untung sedikit agar kepedasan sambalnya masih terasa. "Tidak apa-apa dapat untung sedikit asal kualitas sambal tetap terjaga," ungkapnya.

Frengky berharap harga cabai segera turun sehingga dirinya bisa berjualan dengan tenang. "Kalau bisa harganya bisa sampai Rp50 ribu per kg saya sangat senang sekali," terangnya.

Hal senada juga dialami oleh Siti Muawanah, pedagang ayam geprek di kawasan Gedangan Sidoarjo, Dia mengatakan membeli cabai rawit merah di pasar seharga Rp75.000 per kig.

“Solusinya kalau buat sambal tomatnya yang dibanyakin, kalau harganya yang dinaikin pelanggan akan komplain,” katanya.

Baca Juga:
Kisah PMI Kota Probolinggo, dari Donor Darah hingga Jemput Jenazah

Berdasarkan Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur, harga rata-rata cabai rawit Jawa Timur adalah Rp63.849.

Harga rata-rata tertinggi di Kabupaten Ngawi Rp76.000. Dan harga rata-rata terendah di Kabupaten Bangkalan Rp23.000.

Sementara untuk cabai merah besar harga rata-rata Jawa Timur adalah Rp34.099. Harga rata-rata tertinggi di Kabupaten Ngawi Rp46.666. Dan harga rata-rata terendah di Kabupaten Malang Rp26.200.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur Dydik Rudy Setiawan mengatakan cabai rawit merah di tingkat produsen mengalami kenaikan harga dimulai dari 27 Juni dengan harga Rp17.286. Itu terus mengalami kenaikan sampai puncaknya di 18 Juli sebesar Rp42.786.

“Kenaikan harga cabai rawit merah pada tingkat harga produsen di atas range Harga Acuan Pembelian (HAP) yaitu Rp25.000 - Rp31.500 atau di atas HAP 50 persen. Sedangkan perkembangan harga cabai besar ditingkat produsen mengalami kenaikan 0,08 persen atau Rp20.182,” katanya.

Foto Salah satu petani cabai melihat kondisi tanaman cabai, Rabu (24/7/2024). (Foto: Khaesar/Ketik.co.id)Salah satu petani cabai melihat kondisi tanaman cabai di Sioarjo, Rabu (24/7/2024). (Foto: Khaesar/Ketik.co.id)

Untuk cabai rawit merah di tingkat konsumen mengalami kenaikan harga dimulai dari 27 Juni dengan harga Rp24.767 dan terus mengalami kenaikan sampai puncaknya di 18 Juli sebesar Rp37.767. Dan mencapai harga tertinggi di tingkat konsumen dalam satu bulan terakhir, terjadi pada 18 Juli sebesar Rp57.667.

Kenaikan harga cabai rawit merah pada tingkat harga konsumen diatas range HAP Penjualan yaitu Rp40.000 - Rp57.000.

Jika dibandingkan dengan sumber data dari Siskaperbapo pada tingkat harga konsumen, harga tertinggi cabai rawit merah terjadi pada 18 Juli sebesar Rp60.825 atau di atas HAP 52,8 persen.

"Perkembangan harga cabai besar ditingkat konsumen mengalami peningkatan harga sebesar 0,8 persen atau Rp29.633,” jelas Rudy.

Ketersediaan cabai rawit bulan Juni mengalami penurunan dibanding bulan sebelumnya sebesar 47 persen meskipun masih dalam kategori surplus yaitu sebesar 40.799 ton.

Sedangkan ketersediaan cabai besar pada Juni mengalami penurunan dibanding bulan sebelumnya sebesar 49 persen, namun demikian ketersediaan Jawa Timur pada bulan Juni masih surplus sebesar 3.133 ton.

“Pertama, produktivitas pertanaman di dataran tinggi menurun karena sudah memasuki fase panen akhir - bongkar, di samping itu juga curah hujan yang menurun cenderung kering akibatnya ketersediaan air yang terbatas mempengaruhi pertumbuhan pertanaman yang masih ada. Kedua, di wilayah dataran rendah sebagian besar memulai tanam baru,” pungkasnya. (*)

Baca Sebelumnya

Bayi 5 Bulan Meninggal Akibat Jalan Rusak, Lasarus: Pak Presiden Tolong Jangan Biarkan Anak-anak Kami Mati Sia-sia

Baca Selanjutnya

Diproduksi Akhir Tahun Ini, Iphone SE 4 Disebut Bakal Dilengkapi Fitur Unggulan

Tags:

Harga Cabai Jawa timur Cabai di Jawa Timur Pedagang makanan surabaya sidoarjo

Berita lainnya oleh Moch Khaesar

Bantu Pembangunan Sumber Daya, UWKS Kerja Sama dengan Dua Daerah

24 Oktober 2025 20:01

Bantu Pembangunan Sumber Daya, UWKS Kerja Sama dengan Dua Daerah

Banyak Lansia Alami Osteoartritis Lutut, Ini yang dilakukan Dosen FK Unusa

22 Oktober 2025 19:30

Banyak Lansia Alami Osteoartritis Lutut, Ini yang dilakukan Dosen FK Unusa

Kasus Pesta Seks di Hotel Ngagel Surabaya, Polisi: Bukan Motif Uang tapi Sensasi dan Kesenangan

22 Oktober 2025 19:04

Kasus Pesta Seks di Hotel Ngagel Surabaya, Polisi: Bukan Motif Uang tapi Sensasi dan Kesenangan

Restoran Indonesia Ini Jadi Solusi Mencari Makanan Halal di Sydney Australia

20 Oktober 2025 06:05

Restoran Indonesia Ini Jadi Solusi Mencari Makanan Halal di Sydney Australia

GEGER! 34 Pria Digerebek Pesta Gay di Hotel Surabaya, Siapa Dalangnya?

19 Oktober 2025 12:38

GEGER! 34 Pria Digerebek Pesta Gay di Hotel Surabaya, Siapa Dalangnya?

[FOTO] Momen Persija Berpesta di Markas Persebaya

18 Oktober 2025 22:41

[FOTO] Momen Persija Berpesta di Markas Persebaya

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H