Waspada Kemarau Panjang! Kadishut Jatim Ingatkan Kolaborasi dan Mitigasi Harus Diperkuat

Jurnalis: Muhammad Roihan
Editor: Fiqih Arfani

9 Apr 2026 18:04

Thumbnail Waspada Kemarau Panjang! Kadishut Jatim Ingatkan Kolaborasi dan Mitigasi Harus Diperkuat
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa beserta beberapa pejabat lintas sektor berfoto bersama usai Rapat Koordinasi Penanganan Dampak Hidrometeorologi dan Potensi Musim Kemarau 2026 di Dyandra Convention Center Surabaya pada Selasa, 7 April 2026. (Foto: Tangkapan Layar IG @dinaskehutananprofjatim)

KETIK, SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar Rapat Koordinasi lintas sektor di gedung Dyandra Convention Center Surabaya pada, Selasa 7 April 2026 untuk menghadapi potensi bencana hidrometeorologi dan musim kemarau tahun ini.

Kegiatan ini melibatkan berbagai sektor kepentingan seperti BMKG, Kementerian Kehutanan, Kementerian Pertanian, BNPB, TNI, Polri, Kejaksaan hingga perangkat daerah terkait di lingkungan Pemerintahan Provinsi Jawa Timur. 

Rakor juga diselenggarakan untuk menyusun langkah antisipatif dan terpadu untuk meminimalkan dampak kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diprediksi meningkat.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur Jumadi menekankan bahwa kunci utama dalam menghadapi tantangan ini terletak pada kolaborasi yang kuat, serta persiapan dalam menjaga keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

Baca Juga:
Perkuat Kinerja ASN, Kadishut Jatim Tekankan SDM Aktif Tranformasi Kehutanan

“Kolaborasi, kesiapsiagaan dan mitigasi berbasis data diperlukan dalam menghadapi bencana hidrometeorologi, kekeringan dan kahutla di Jawa Timur,” ujarnya sebagaimana dikutip dalam Instagram @dinaskehutananprofjatim pada Kamis, 9 April 2026.

Sementara itu, pada kesempatan sama hadir juga Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang menegaskan bahwa kesiapsiagaan harus dibangun sejak dini dan tidak bersifat reaktif.

Selain itu harus dilakukan sejumlah langkah konkret, mulai dari optimalisasi sistem peringatan dini, penguatan pengelolaan air, percepatan masa tanam bagi sektor pertanian hingga pengendalian kebakaran hutan dan lahan berbasis kolaborasi.

Gubernur Khofifah menambahkan bahwa dampak kemarau ini akan berpengaruh secara langsung pada sektor pertanian, khususnya lahan sawah, yang mana pada awal kemarau sekitar 56,2 persen lahan terdampak, dan meningkat menjadi 76,7 persen atau sekitar 921 ribu hektare pada puncaknya.

Baca Juga:
Gubernur Khofifah Beberkan Kunci Sukses Jatim Jadi Lumbung Pangan Nasional di Hadapan Peserta SESPIMTI Polri

Menurut dia, kondisi ini menjadi tantangan serius mengingat total luas lahan baku sawah di Jawa Timur mencapai lebih dari 1,2 juta hektare, yang terdiri dari sekitar 59,6 persen sawah irigasi dan 40,4 persen sawah tadah hujan yang sangat bergantung pada kondisi cuaca.

Sedangkan, Pemprov Jatim tetap menargetkan luas tambah tanam padi sebesar lebih dari 2,42 juta hektare pada tahun 2026, dengan beberapa daerah seperti Lamongan, Bojonegoro, Ngawi, Banyuwangi hingga Jember menjadi wilayah dengan target tinggi.

"Penguatan manajemen air menjadi penting, mitigasi kekeringan menjadi kunci utama dalam menjaga produktivitas pertanian dan ketahanan pangan di Jawa Timur, khususnya pada periode kritis bulan Mei dan Agustus," terangnya. (*)

Baca Sebelumnya

Pengurus IKPI Kediri Resmi Dilantik, Solusi Perpajakan Kian Lebih Dekat

Baca Selanjutnya

Tergiur Tutup Utang Pinjol, Sales Farmasi di Palembang Gelapkan Uang Perusahaan Rp197 Juta

Tags:

Gubernur Jatim Dishut Kemarau mitigasi Hidrometeorologi surabaya Jumadi kadishut jatim Bencana Kekeringan

Berita lainnya oleh Muhammad Roihan

Bagaimana Kesan Jadi Istri Wartawan? Ini Kisah Erva Mendampingi Akhmad Munir dari Nol Sampai Puncak Karir

19 April 2026 17:29

Bagaimana Kesan Jadi Istri Wartawan? Ini Kisah Erva Mendampingi Akhmad Munir dari Nol Sampai Puncak Karir

Perkuat Kinerja ASN, Kadishut Jatim Tekankan SDM Aktif Tranformasi Kehutanan

17 April 2026 22:12

Perkuat Kinerja ASN, Kadishut Jatim Tekankan SDM Aktif Tranformasi Kehutanan

Eri Cahyadi Resmikan ISOPLUS Marathon 2026, Ribuan Pelari Siap Serbu Surabaya

17 April 2026 18:01

Eri Cahyadi Resmikan ISOPLUS Marathon 2026, Ribuan Pelari Siap Serbu Surabaya

Pererat Tali Persaudaraan, DWP PAM Surya Sembada Surabaya Gelar Halalbihalal

16 April 2026 21:44

Pererat Tali Persaudaraan, DWP PAM Surya Sembada Surabaya Gelar Halalbihalal

Kisah Nyata Risa Saraswati, Danur I Can See Ghost Sukses Hantui Jutaan Penonton

15 April 2026 14:07

Kisah Nyata Risa Saraswati, Danur I Can See Ghost Sukses Hantui Jutaan Penonton

Kunjungi IPAM Ngagel, Wakil Wali Kota Banjarmasin Pelajari Pengolahan Air Minum di Surabaya

14 April 2026 19:01

Kunjungi IPAM Ngagel, Wakil Wali Kota Banjarmasin Pelajari Pengolahan Air Minum di Surabaya

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend

Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend