KETIK, SURABAYA – Keteguhan hati Mislicha (85), Jemaah Calon Haji (JCH) 2026 untuk bisa menjadi tamu Allah bersama putrinya Mariatul Qibtiyah bisa menjadi inspirasi banyak orang. Niatnya untuk bisa pergi ke Tanah Suci itu akhirnya terkabul.
Jemaah kloter 10 asal Kota Pasuruan itu memulai menabung sejak lama. Ia tak mengingat, kapan pertama kali menyisihkan uangnya, menabung untuk berangkat haji.
"Saya rutin menabung Rp10 ribu hingga Rp25 ribu per hari. 2017 uang tabungan saya sudah Rp25 juta. Langsung saya daftarkan untuk haji sama putri saya," ungkapnya.
Tiga tahun kemudian, pada 2020, seluruh biaya haji telah dilunasi dan ia tinggal menunggu jadwal keberangkatan.
Keseharian Mislicha sebagai penjual cilok di rumahnya. (Foto: Dokumentasi pribadi)
"Saya sangat bersyukur akhirnya bisa berangkat haji. Dari dulu menyambung sedikit demi sedikit dari jualan cilok. Semoga ibadah saya nanti lancar dan sehat sampai pulang," katanya.
Ia tidak menyangka di usia yang sudah senja, masih diberikan kesehatan untuk bisa menjadi salah satu tamu Allah dari Indonesia.
Mislicha, bersama putrinya sudah berangkat pada siang tadi menuju Bandara Internasional Juanda. Di sana ia menjalani proses administrasi terakhir sebelum naik pesawat menuju Madinah, Arab Saudi. (*)
