Gadget Off, Keluarga On! Gerakan Surabaya Kembalikan Kehangatan di Tengah Serbuan Digital

Jurnalis: Siska Nabilah Qothrotun Nada
Editor: Fisca Tanjung

20 Apr 2026 16:18

Thumbnail Gadget Off, Keluarga On! Gerakan Surabaya Kembalikan Kehangatan di Tengah Serbuan Digital
Ilustrasi Suasana tanpa Gawai. (Desain: Siska Nabilah Qothrotun Nada/ketik.com)

KETIK, SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya resmi meluncurkan Gerakan Surabaya Tanpa Gawai yang berlaku setiap pukul 18.00-20.00 WIB melalui Surat Edaran Wali Kota Nomor 400.2.4/7809/436.7.8/2026.

Kebijakan ini diperkenalkan sebagai upaya menjawab tantangan pengasuhan anak di era digital dengan memperkuat perlindungan anak dan meningkatkan kualitas interaksi dalam keluarga. 

Dukungan terhadap program ini juga disampaikan oleh Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Surabaya Rini Indriyani atau yang akrab disapa Bunda Rini pada Minggu, 19 April 2026.

Program ini sekaligus menjadi bentuk implementasi dari kebijakan nasional terkait perlindungan anak di ruang digital, yang menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, platform digital, dan keluarga dalam menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi anak.

Baca Juga:
Muaythai Gelar Dua Event Besar di Surabaya, Ratusan Atlet Siap Bertanding

Bunda Rini Indriyani menegaskan, gerakan ini bukan sekadar pembatasan penggunaan gawai, melainkan langkah strategis untuk mengembalikan kedekatan emosional dalam keluarga.

“Ini bukan hanya soal membatasi penggunaan gawai, tetapi bagaimana kita mengembalikan ruang komunikasi yang hangat di dalam keluarga,” ujar Bunda Rini.

Dalam pelaksanaannya, seluruh anggota keluarga, baik anak maupun orang tua, diminta menghentikan penggunaan perangkat digital pada jam yang telah ditentukan. Kebijakan ini menyasar terutama anak usia dini hingga remaja awal, di mana kontrol penggunaan gawai masih berada di tangan orang tua.

“Kebijakan ini terutama menyasar anak usia dini hingga remaja awal, karena di usia tersebut peran orang tua masih sangat dominan dalam mengatur penggunaan gawai,” jelasnya.

Baca Juga:
Eks Camat di Surabaya Diduga Tipu Warga Rp25 Juta, Wawali Armuji Desak Segera Diselesaikan

Ia menekankan bahwa keberhasilan gerakan ini sangat bergantung pada peran aktif keluarga. Orang tua diharapkan mampu menerapkan aturan yang konsisten, termasuk memberikan penghargaan bagi anak yang disiplin serta konsekuensi bagi yang melanggar.

“Kalau anak diminta berhenti menggunakan gawai, orang tua juga harus melakukan hal yang sama. Tanpa keteladanan, aturan akan sulit diterapkan,” tegasnya.

Menurutnya, membangun kedekatan emosional sejak dini menjadi kunci penting dalam menghadapi tantangan digital. Anak yang merasa didengar dan diperhatikan akan lebih terbuka kepada orang tua, bahkan hingga memasuki usia dewasa.

“Bonding itu penting. Anak yang merasa dekat dengan orang tua tidak akan mudah terpengaruh hal negatif dari luar,” imbuhnya.

Di sisi lain, Bunda Rini juga menyoroti pentingnya kualitas interaksi, terutama bagi orang tua yang memiliki keterbatasan waktu. Ia menilai, kehadiran dalam momen penting anak memiliki dampak besar terhadap perkembangan emosional mereka.

“Meski waktu terbatas, kualitas kebersamaan itu yang paling penting. Kehadiran orang tua di momen penting anak sangat berarti,” ungkapnya.

Ia optimistis, meski membutuhkan proses adaptasi, kebiasaan tanpa gawai dapat terbentuk jika dilakukan secara konsisten oleh seluruh anggota keluarga. Dalam jangka panjang, langkah ini diyakini mampu menekan dampak negatif penggunaan gawai sekaligus memperkuat ketahanan keluarga di tengah transformasi digital.

“Mungkin di awal terasa sulit, tetapi dengan konsistensi, kebiasaan ini akan terbentuk dan dampak negatif gawai bisa diminimalkan,” pungkasnya. (*)

Baca Sebelumnya

Workshop Anti Bullying Unikama Jadi Bekal Penting bagi Calon Guru 2026

Baca Selanjutnya

Polresta Malang Kota Sambangi SMAN 8, Edukasi Siswa Bahaya Kejahatan Siber dan Judol

Tags:

#SurabayaTanpaGawai Pemkot.Surabaya #BeritaApril infosurabaya #EraDigital #TpPkk walikota

Berita lainnya oleh Siska Nabilah Qothrotun Nada

Gadget Off, Keluarga On! Gerakan Surabaya Kembalikan Kehangatan di Tengah Serbuan Digital

20 April 2026 16:18

Gadget Off, Keluarga On! Gerakan Surabaya Kembalikan Kehangatan di Tengah Serbuan Digital

147.545 Ribu KK Surabaya Masih Nonaktif, Pemkot Buka Klarifikasi Lewat DTSEN

20 April 2026 13:45

147.545 Ribu KK Surabaya Masih Nonaktif, Pemkot Buka Klarifikasi Lewat DTSEN

Kota Surabaya dan Gresik Diprediksi Berawan Hari Ini! Cek Daerahmu Sekarang

20 April 2026 08:40

Kota Surabaya dan Gresik Diprediksi Berawan Hari Ini! Cek Daerahmu Sekarang

Prakiraan Cuaca Hari Ini, Minggu 19 April 2026: Kota Malang Berawan, Batu Hujan Ringan

19 April 2026 07:20

Prakiraan Cuaca Hari Ini, Minggu 19 April 2026: Kota Malang Berawan, Batu Hujan Ringan

Ketua PKK Surabaya Rini Indriyani Dukung Penonaktifan NIK bagi Suami yang Abai Nafkahi Istri

18 April 2026 20:49

Ketua PKK Surabaya Rini Indriyani Dukung Penonaktifan NIK bagi Suami yang Abai Nafkahi Istri

Jangkauan CCTV Surabaya Ditambah, 146 Titik TPS Sudah Terpasang

18 April 2026 20:43

Jangkauan CCTV Surabaya Ditambah, 146 Titik TPS Sudah Terpasang

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend

Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend