KETIK, SURABAYA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya mengharapkan revitalisasi Pasar Keputran berdesain seperti di Belanda. Keinginan itu disampaikan oleh Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Baktiono.
Alasan revitalisasi Pasar Keputran sisi selatan seperti di Belanda karena memiliki banyak bangunan peninggalan era kolonial yang hingga kini masih kokoh berdiri dan bernilai sejarah tinggi.
"Kalau bisa seperti bangunan standar Belanda, Eropa maupun internasional," kata politisi PDI Perjuangan itu dilansir dari laman resmi pada Senin, 18 Mei 2026.
Lebih lanjut, revitalisasi gaya bangunan seperti di Belanda dan Eropa tidak hanya di Pasar Keputran, melainkan juga pada bangunan-bangunan di sekitarnya. Lokasinya yang berada di kawasan tengah kota dinilai memiliki nilai historis sekaligus potensi wisata perkotaan.
"Seperti di Jalan Darmo, Keputran, Dinoyo dan sekitarnya itu banyak bangunan peninggalan zaman Belanda,” katanya.
Selain itu, dengan ide bangunan standar Belanda dan Eropa, dapat menguatkan karakter Surabaya sebagai kota yang penuh dengan sejarah, terlebih banyaknya wisatawan mancanegara yang datang berkunjung.
Revitalisasi Pasar Keputran, kata Baktiono, tidak cukup hanya memperbaiki fisiknya saja melainkan juga ada membangun konsep yang modern serta dilakukan dengan perencanaan matang.
Tak hanya itu, Baktiono juga berharap kepada PD Pasar Surya selaku pihak operasional memikirkan nasib pedagang. Ia berharap selama proses pembangunan, jangan sampai mereka tidak berjualan.
Maka dari itu, ia meminta untuk memikirkan juga relokasi para pedagang selama pembangunan revitalisasi Pasar Keputran yang ini sedang berjalan. (*)
