Dari Radikalisme ke Nasionalisme: Eks Deklarator ISIS Abu Fida  Pimpin Upacara Hari Pahlawan di Tuban

Editor: Marno

11 Nov 2024 13:16

Headline

Thumbnail Dari Radikalisme ke Nasionalisme: Eks Deklarator ISIS Abu Fida  Pimpin Upacara Hari Pahlawan di Tuban
Abu Fida (kanan) memimpin Upacara Hari Pahlawan di Desa Punggul, Kecamatan Rengel, Tuban, Senin, 11 November 2024. (Foto: IST)

KETIK, SURABAYA – Embusan angin pagi di kawasan penambangan Desa Punggul, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, menjadi saksi sebuah momen bersejarah saat bendera Merah Putih dikibarkan dalam upacara Hari Pahlawan, Senin, 11 November 2024.

Yang membuat upacara ini istimewa adalah sosok pembina upacara, Abu Fida, mantan narapidana terorisme yang pernah menjadi deklarator ISIS di tahun 2014. "Upacara Hari Pahlawan mundur sehari karena 10 November hari libur," ujar Abu Fida yang berasal dari Sidotopo Lor, Surabaya itu.

Upacara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh komunitas unik: para mantan narapidana terorisme yang kini telah kembali ke pangkuan NKRI, berbaur dengan para penambang galian C dari Desa Punggul.

Di antara peserta upacara terlihat Hasan, eks anggota JAD (Jamaah Ansharut Daulah), dan Beni yang baru menyelesaikan masa hukumannya tahun 2023 untuk kasus yang sama.

Baca Juga:
PWNU Jatim Gagas Gerakan “NUConomic”, Strategi Baru Bangkitkan Ekonomi Warga NU di Abad Kedua

"Dulu saya memandang bendera ini dengan kebencian. Hari ini, saya berdiri di sini memimpin upacara dengan hati yang bergetar dan mata yang berkaca-kaca," ungkap Abu Fida dalam sambutannya. Pria yang telah bebas sejak 2017 ini kini aktif membina para mantan narapidana terorisme untuk kembali ke jalan yang benar.

Suasana hening menyelimuti area galian C saat lagu Indonesia Raya berkumandang. Para penambang yang masih mengenakan pakaian kerja berdiri tegak bersama dengan para mantan napiter, menciptakan pemandangan yang memberi makna mendalam tentang persatuan dan penerimaan.

Foto Peserta upacara di antaranya  Hasan, eks anggota Jamaah Ansharut Daulah, dan Beni yang baru menyelesaikan masa hukumannya tahun 2023 untuk kasus  terorisme. (Foto:  IST)Peserta upacara di antaranya Hasan, eks anggota Jamaah Ansharut Daulah, dan Beni yang baru menyelesaikan masa hukuman perkara terorisme tahun 2023. (Foto: Ist)

"Perjalanan kami tidak mudah. Dari penjara, kami belajar arti sesungguhnya dari perjuangan untuk bangsa," tutur Hasan, yang kini aktif dalam program deradikalisasi bersama Abu Fida. Matanya menerawang mengingat masa lalu, namun dengan tekad yang kuat untuk masa depan yang lebih baik.

Baca Juga:
Muskerwil I PWNU Jatim di Tuban: Silaturahmi dan Qanun Asasi Ditekankan Kembali Menjelang Abad Kedua NU

Beni, yang baru setahun menghirup udara bebas, mengaku tersentuh dengan momentum ini. "Upacara hari ini mengajarkan saya makna sejati dari patriotisme. Bukan dengan kekerasan, tapi dengan membangun dan menjaga NKRI," ujarnya sambil menahan haru.

Foto Abu Fida memimpin mendoakan para pahlawan  yang berjasa atas  perjuangannya. (Foto: Ist)Abu Fida memimpin mendoakan para pahlawan yang berjasa atas perjuangannya. (Foto: Ist)

Abu Fida dalam pidatonya menekankan pentingnya menjaga komitmen pada negara. "Saudara-saudaraku, kita pernah tersesat. Tapi Allah memberikan kita kesempatan kedua untuk menebus kesalahan dengan menjaga NKRI," tegasnya. Ia juga berbagi pengalaman transformasinya dari seorang deklarator ISIS menjadi pembela Pancasila.

Para penambang yang hadir memberikan respons positif. "Kami bangga bisa menjadi bagian dari moment ini. Ini membuktikan bahwa pintu maaf dan penerimaan selalu terbuka bagi siapa saja yang ingin kembali ke jalan yang benar," ungkap Karno, koordinator penambang setempat.

Upacara dilanjutkan dengan dialog singkat antara para eks napiter dan penambang. Mereka berbagi pengalaman dan pandangan tentang masa depan Indonesia. "Kami ingin membuktikan bahwa perubahan itu nyata. Bahwa mantan napiter bisa menjadi garda terdepan dalam menjaga NKRI," tambah Abu Fida.

Foto Upacara dilakukan di kawasan penambangan galian C . (Foto: IST)Upacara dilakukan di kawasan penambangan galian C . (Foto: Ist)

Program pembinaan yang dilakukan Abu Fida telah menunjukkan hasil positif. Beberapa eks napiter yang dibinanya kini aktif dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat. "Ini adalah jihad yang sesungguhnya. Membangun, bukan menghancurkan," jelasnya.

Upacara ditutup dengan doa bersama untuk kesejahteraan bangsa dan negara. Momen ini menjadi bukti nyata bahwa perjalanan dari radikalisme menuju nasionalisme bukan hanya mungkin, tapi juga bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang.

"Mari kita jadikan pengalaman masa lalu sebagai pelajaran untuk membangun masa depan yang lebih baik," tutup Abu Fida, mengakhiri upacara yang akan dikenang sebagai simbol transformasi dan harapan. (*)

*) Penulis berita ini adalah Abu Fida mantan narapidana terorisme yang kini menempuh Program Doktoral  Islamic Stidies PPs  Universitas islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya.

Baca Sebelumnya

Sukseskan Program Senia One Egg, Medco Energi Sampang Gelar Sosialisasi dan Edukasi

Baca Selanjutnya

Cagar Budaya Tegur Wangi, Situs Megalitikum Pagaralam yang Terdaftar di UNESCO

Tags:

Abu Fida narapidana teroris deradiklaisasi upacara Hari Pahlawan Pimpin upacara Hari Pahlawan Galian c tuban Eks deklarator ISIS nasionalisme

Berita lainnya oleh Marno

Rebranding, Zest Jadi Swiss-belexpress Jemursari Surabaya dengan Spirit Baru

9 April 2026 18:20

Rebranding, Zest Jadi Swiss-belexpress Jemursari Surabaya dengan Spirit Baru

Peduli Pelestarian Lingkungan, BRI Bantu Bibit Tanaman untuk Kelompok Tani di Medokan Ayu

6 April 2026 10:15

Peduli Pelestarian Lingkungan, BRI Bantu Bibit Tanaman untuk Kelompok Tani di Medokan Ayu

Bisikan Perjamuan Terakhir Masuk Empat Terbaik  Festival Film di Prancis

1 April 2026 18:40

Bisikan Perjamuan Terakhir Masuk Empat Terbaik Festival Film di Prancis

Kinerja Solid, Laba Bersih Bank Jatim Naik 20,65 Persen Jadi Rp1,54 T pada 2025

31 Maret 2026 15:29

Kinerja Solid, Laba Bersih Bank Jatim Naik 20,65 Persen Jadi Rp1,54 T pada 2025

Festival Ramadan Doble Track SMAN 1 Panji Raih Omzet Rp 39,8 Juta

17 Maret 2026 20:36

Festival Ramadan Doble Track SMAN 1 Panji Raih Omzet Rp 39,8 Juta

Awas Penipuan Modus File .APK Jelang Lebaran, BRI Imbau Nasabah Waspada

16 Maret 2026 21:05

Awas Penipuan Modus File .APK Jelang Lebaran, BRI Imbau Nasabah Waspada

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar