KETIK, SURABAYA – Menjadi istri wartawan bukanlah perkara mudah. Di balik profesi yang penuh dinamika, tekanan, dan tuntutan profesionalisme, ada cerita tentang kesabaran, pengertian, serta ketangguhan yang jarang terlihat.
Hal ini merujuk dalam acara peluncuran dan bedah buku "Langkah Sunyi Menuju Puncak" Biografi Ketua Umum PWI Akhmad Munir yang digelar pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 PWI Jawa Timur di Dyandra Convention Center Surabaya, Kamis 16 April 2026.
Dalam forum tersebut, Erva Agushinta, istri Akhmad Munir, membagikan kisahnya mendampingi sang suami dari nol hingga mencapai puncak karir, sekaligus mengungkap bagaimana kunci keharmonisan keluarga di tengah profesi wartawan yang penuh tantangan.
Erva Agushinta mengaku bahagia bisa mendampingi suaminya sejak awal karier hingga kini menjadi tokoh penting di dunia pers nasional.
“Saya mendampingi Pak Munir dari bawah, dari wartawan daerah hingga sekarang. Yang penting, beliau bertanggung jawab pada keluarga, menyayangi orang tua, istri, anak-anak, dan juga teman-temannya,” tuturnya.
Kisah Erva menjadi gambaran bahwa di balik kesuksesan seorang wartawan, ada peran besar keluarga yang setia mendukung.
Acara ini turut menarik perhatian publik melalui pernyataan Sinca Ari Pangestu atau yang akrab disapa Mbak Oca, Ketua PWI Bondowoso satu-satunya ketua perempuan di Jawa Timur.
Ia mengaku terinspirasi dari perjalanan karier Akhmad Munir yang diulas dalam buku tersebut.
“Tahun 2018 saya ikut UKW di Banyuwangi, saat itu Pak Munir masih Ketua PWI Jatim. Saya sempat bertemu dan meminta doa agar bisa mengikuti jejak beliau. Alhamdulillah, sekitar delapan tahun kemudian doa itu terkabul,” ujar Mbak Oca.
Meski memimpin PWI di tingkat daerah, Mbak Oca merasakan dinamika yang tak jauh berbeda, terlebih mayoritas anggotanya adalah laki-laki. Ia pun menyoroti dua hal penting, yakni tantangan wartawan di era kecerdasan buatan (AI) serta keseimbangan antara profesi dan kehidupan keluarga.
“Saya banyak mendengar curhatan istri wartawan yang tidak baik-baik saja. Karena itu saya ingin tahu, bagaimana menjadi istri wartawan yang tangguh,” ungkapnya.
Suasana diskusi semakin hangat ketika moderator Lutfil Hakim menyelipkan candaan mengenai kemungkinan Mbak Oca memiliki pasangan seorang wartawan atau bahkan ketua PWI.
Dalam diskusi tersebut, sejumlah narasumber seperti Suko Widodo, Imawan Mashuri, Abdul Hakim, hingga Akhmad Munir turut memberikan pandangan. Menurut Munir, kunci utama menghadapi tantangan dunia jurnalistik adalah menjaga integritas, profesionalisme, serta niat baik dalam bekerja.
“Menulis berita harus sesuai kaidah jurnalistik dan menjaga marwah profesi. Soal rezeki, Insya Allah akan mengikuti” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa berbagai upaya tengah dilakukan untuk memperkuat industri media, mulai dari penerapan publisher rights perlindungan hak cipta karya jurnalistik, hingga dorongan insentif pajak bagi perusahaan pers. (*)
