KETIK, SLEMAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman terus mempertegas komitmennya dalam menyelaraskan kelestarian lingkungan dengan penguatan ekonomi kerakyatan.
Menjelang Iduladha 1447 H tahun 2026, melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Pemkab Sleman menggencarkan gerakan penggunaan besek bambu sebagai wadah distribusi daging kurban di seluruh wilayah Bumi Sembada.
Langkah ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Bupati Sleman Harda Kiswaya. Tujuannya ganda: memastikan pengelolaan lingkungan yang baik sekaligus memutar roda ekonomi lokal. Kebijakan ini bukan sekadar imbauan formal, melainkan gerakan terintegrasi yang melibatkan organisasi keagamaan hingga komunitas jagal.
Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Sleman Makwan menekankan, transisi menuju material ramah lingkungan bukan lagi pilihan gaya hidup, melainkan keharusan bagi identitas pembangunan hijau Sleman. Mantan Kepala BPBD Sleman ini menegaskan, kebiasaan menggunakan plastik sekali pakai yang sulit terurai harus mulai ditinggalkan.
"Kita harus mulai meninggalkan kebiasaan menggunakan plastik sekali pakai. Penggunaan bahan alami seperti besek bambu adalah langkah nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan kita. Bahan ini tidak meninggalkan limbah berbahaya dan justru kembali ke alam dengan aman. Ini pilihan bijak untuk masa depan lingkungan Sleman yang lebih sehat," tegas Makwan belum lama ini.
Makwan memaparkan, kebijakan ini menciptakan ekosistem ekonomi sirkular. Penggunaan besek adalah manifestasi ekonomi yang memberikan dampak positif berganda.
Momentum Iduladha diharapkan memberikan napas ekonomi nyata bagi masyarakat perdesaan, khususnya para penganyam bambu. Pemkab pun berkomitmen memastikan rantai pasok dari sentra industri menuju panitia kurban berjalan tanpa kendala distribusi.
Sekdin Perindustrian dan Perdagangan Sleman, Aris Herbandang (Foto: Aris for Ketik.com)
Keunggulan Teknis dan Pemberdayaan 197 Pengrajin
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Disperindag Kabupaten Sleman Aris Herbandang, Sabtu 9 Mei 2026 menjelaskan sisi teknis keunggulan besek dibandingkan plastik konvensional. Sebagai wadah organik, besek bambu memiliki pori-pori alami yang memungkinkan sirkulasi udara berjalan baik.
"Kondisi ini sangat diperlukan untuk menjaga kualitas daging kurban. Suhu daging tetap terjaga dan tidak cepat membusuk karena tidak ada kelembapan yang terperangkap seperti pada wadah kedap udara," ujar Aris Herbandang.
Lebih jauh, Aris menyebut kebijakan ini sebagai strategi "sekali dayung dua pulau terlampau". Menurutnya Pemkab Sleman telah membangun jembatan komunikasi melalui koordinasi intensif dengan berbagai organisasi keagamaan sejak akhir April lalu.
"Kebijakan ini adalah strategi ganda untuk menjaga bumi sekaligus memberikan panggung bagi produk unggulan warga Sleman. Kami telah mempertemukan teman-teman pengrajin sentra dengan organisasi-organisasi Islam agar mereka mendapatkan informasi lengkap terkait kapasitas produksi maupun kepastian harga tiap ukurannya," papar Aris Herbandang.
Koordinasi luas ini melibatkan Dewan Masjid Indonesia (DMI), Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), PCNU Sleman, Majelis Tafsir Alquran (MTA), hingga DPD LDII Sleman. Komunitas Juru Sembelih Halal (Juleha) Sleman juga diajak aktif memberikan edukasi wadah ramah lingkungan.
Saat ini, Sleman memiliki modal sosial kuat dengan keberadaan 197 pengrajin besek aktif. Mereka terkonsentrasi di empat sentra industri utama, yakni Sentra Anyaman Bambu Sendangarum, Sendangmulyo, Sumberagung, dan sentra kerajinan bambu legendaris di Brajan, Sendangagung, Minggir, Sleman.
Untuk menjaga stabilitas harga, pemasaran dilakukan melalui sistem satu pintu di masing-masing pengepul sentra. Di sisi lain, Pemkab Sleman juga memastikan stok hewan kurban mulai dari sapi, kambing, hingga domba dalam kondisi aman. Aris Herbandang optimistis kolaborasi ini akan membuahkan hasil signifikan.
"Harapannya, melalui sosialisasi bersama ini, beban lingkungan dari sampah plastik akan berkurang sekaligus memberikan napas baru bagi ekonomi pengrajin lokal. Kami ingin mewujudkan Iduladha yang penuh berkah bagi lingkungan, spiritualitas, maupun pertumbuhan ekonomi rakyat," pungkasnya.(*)
