KETIK, SLEMAN – Sinar matahari sore menyusup di Pendopo Puspadenta Kantor Kalurahan Caturtunggal, Depok, Sleman, Sabtu, 18 April 2026.
Warga duduk bersila dalam suasana khidmat mengikuti kenduri dan tirakatan memperingati hari jadi ke-78 Kalurahan Caturtunggal.
Di bawah atap joglo yang sarat sejarah, pamong kalurahan, anggota DPRD Sleman, hingga tokoh masyarakat tampak berbaur bersama warga.
Tidak sekadar seremoni, kegiatan ini menjadi refleksi atas perjalanan panjang sekaligus tantangan yang dihadapi wilayah tersebut.
Penjabat Lurah Caturtunggal, Feri Ferdian, menyampaikan bahwa usia ke-78 bukan hanya soal perayaan, melainkan momentum untuk menguji daya tahan sosial di tengah perubahan yang kian cepat.
“Perjalanan Caturtunggal sampai di usia ke-78 tentu tidak mudah. Ada banyak tantangan dan rintangan yang telah dilalui bersama,” ujarnya.
Semangat kebersamaan. Warga dan pamong kalurahan duduk bersila, menyatukan doa untuk kemajuan wilayah Kapanewon Depok. (Foto: Okta for Ketik.com)
Ia menjelaskan, sebagai salah satu wilayah yang berkembang pesat di Sleman, Caturtunggal menghadapi transisi dari kawasan agraris menuju permukiman modern.
Di sisi lain, tuntutan digitalisasi layanan publik juga semakin menguat.
Feri menilai, adaptasi digital tidak sekadar memindahkan layanan ke sistem berbasis aplikasi, tetapi juga berkaitan dengan menjaga kepercayaan masyarakat.
“Sinergi antara pemerintah kalurahan dan warga adalah kunci untuk mewujudkan masyarakat yang tenteram, aman, dan sejahtera. Kami berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan layanan agar lebih efisien dan mudah diakses oleh masyarakat,” katanya.
Kenduri dan tirakatan ini juga menjadi ruang memperkuat harmoni sosial.
Ketua Rois Caturtunggal, Samsul Hadi, memimpin doa yang diikuti seluruh peserta dengan khusyuk.
Doa tersebut menjadi simbol harapan agar Caturtunggal tetap menjaga jati diri di tengah tuntutan menjadi wilayah yang semakin berdaya saing dan berkelanjutan di Kabupaten Sleman.
Acara berakhir sebelum waktu magrib tanpa seremoni berlebihan. Warga tampak berbincang santai, sementara semangat kebersamaan tetap terasa di tengah perubahan yang terus berlangsung.(*)
