KETIK, SITUBONDO – Program Berantas Plus yang digagas sebagai upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Situbondo, kini anggarannya menepis. Itu berpotensi mengganggu keberlangsungan layanan kesehatan kepada masyarakat. Memasuki triwulan pertama anggaran tersebut tersisa kurang lebih tujuh juta rupiah, Selasa 14 April 2026.
Program yang sebelumnya berjalan aktif di sejumlah wilayah di Kabupaten Situbondo ini mulai mengalami perlambatan dalam pelaksanaannya. Sejumlah pihak menyebutkan bahwa kekurangan dana berdampak langsung pada operasional kegiatan di lapangan dan pelayanan.
Keterangan yang disampaikan Drs. H. Akhmad Yulianto, M.Si, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Situbondo. Dia menegaskan bahwa Program Berantas Plus merupakan salah satu program prioritas daerah, khususnya dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
“Betul, anggaran Berantas Plus saat ini menipis, tap kami sudah menyedikan kembali anggaran tersebut dan sudah ada di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Situbondo. Untuk nilai penambahan anggaran Berantas Plus, bisa ditanyakan langsung kepada Kepala Dinas Kesehatan Situbondo,” jelas Pj Sekda Situbondo.
Baca Juga:
Wacana Larangan Pelajar Naik Motor di Situbondo Dinilai Buru-buru, Ini Kata PemerhatiIa juga menambahkan bahwa pemerintah daerah tengah melakukan evaluasi dan penyesuaian anggaran untuk memastikan program-program penting tetap bisa dilaksanakan sengan baik.
Dengan adanya penambahan anggaran tersebut, lanjut Pj Sekda Situbondo, diharapkan permasalahan keterbatasan anggaran ini dapat segera teratasi sehingga Program Berantas Plus tetap berjalan optimal dan berkelanjutan di wilayah Kabupaten Situbondo.
“Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, diharapkan Program Kesehatan Berantas Plus dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat,” pungkas Akhmad Yulianto, Pj Sekda Situbondo. (*)