KETIK, SIDOARJO – Cuaca ekstrem memakan korban lagi. Akibat guyuran hujan deras dan angin kencang sehari sebelumnya, plafon SDN Sidokepung 1, Buduran, ambrol pada Selasa pagi (14 April 2026). Guru-guru bingung karena sekolah itu kekurangan kelas. Bupati Subandi mendatangi sekolah tersebut dan menyatakan perbaikan segera dilakukan.
Ketika didatangi Bupati Subandi pada Sabtu pagi (18 April 2026), bekas-bekas atap yang ambrol di SDN Sidokepung 1 masih terlihat. Asbes pecah berkeping-keping. Sisa pecahannya masih menggantung di langi-langit. Kayu-kayu plafon terlihat hitam dan lapuk.
Bupati Subandi bersama Kepala Dinas Pendidikan Sidoarjo Tirto Adi dan anggota DPRD Sidoarjo Elok Suciati disambut murid-murid SDN Sidokepung. (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)
Menurut seorang guru, kayu-kayu atap kelas itu memang sudah keropos. Sepertinya dimakan rayap. Tidak hanya satu kelas. Atap ruang lain yang satu bangunan dengan kelas itu juga sudah lapuk. Seingatnya kelas itu direnovasi sekitar tahun 2011.
Baca Juga:
Anggota DPRD Sidoarjo Siap Bantu Pokir untuk SDN Sidokepung, Dinas Pendidikan Perbaiki 54 Sekolah Rp 47 MKepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo Sabino Mariano dan timnya melakukan asesmen terhadap kondisi atap bangunan sekolah yang rusak itu. Sabino masih berada di sekolah itu saat Bupati Subandi datang Sabtu pagi.
Saat tiba di sekolah, Bupati Subandi menuju ruang kelas SDN Sidokepung 1 yang atapnya ambrol. Dia juga didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sidoarjo Dr Tirto Adi dan Kepala SDN Sidokepung 1 Sri Wahyuni MPd.
Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo Elok Suciati juga hadir. Mereka berdiskusi tentang rencana perbaikan atap kelas SDN Sidokepung 1 yang berlubang besar tersebut.
Bupati Subandi berbicara dengan Kepala BPBD Sabino Mariano, Kepala Disdikbud Sidoarjo Tirto Adi, dan Kasek SDN Sidokepung 1 Sri Wahyuni saat mendatangi sekolah itu. (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)
Baca Juga:
Bupati Subandi Upayakan Renovasi RTLH dan Bantu Jaminan Kesehatan Warga SidoarjoBupati Subandi mengatakan, Kepala SDN Sidokepung 1 Sri Wahyuni menyampaikan harapan agar ada penambahan ruang kelas bagi murid-muridnya. Kelas dibangun dua lantai. Karena SDN Sidokepung 1 masih kekurangan ruang kelas.
Bupati Subandi pun menyampaikan bahwa sementara yang perlu dilakukan adalah memperbaiki plafon dulu. Anggarannya pakai dana belanja tidak terduga (BTT). Penanganan harus dilakukan segera.
”Kalau ingin cepat sementara kita pakai BTT, tapi untuk memperbaiki plafon dulu. Memperbaiki atap yang rusak itu dulu untuk pembenahan,” kata Bupati Subandi.
Harapan untuk membangun kelas menjadi dua lantai bisa tetap dilaksanakan. Itu perlu perencanaan dulu pada 2026 ini. Pembangunan dilaksanakan pada 2027. Penggunaan dana BTT tidak bisa dilakukan begitu saja karena ada regulasinya. Ada syarat-syarat yang harus diikuti. Kecuali situasinya yang benar-benar darurat.
Untuk SDN Sidokepung 1, lanjut Bupati Subandi, butuh perencanaan untuk membangun kelas menjadi dua lantai. Perencanaan dilakukan pada akhir 2026, pembangunannya pada awal 2027.
”Insya Allah bulan 2 (Februari) atau 3 (Maret) 20027 bisa dilakukan,” jelas Bupati Subandi. (*)