Di Sidoarjo, Ribuan Anak Tidak Sekolah karena Tak Punya Biaya dan Tak Minat Belajar

Editor: Fathur Roziq

28 Des 2024 10:08

Headline

Thumbnail Di Sidoarjo, Ribuan Anak Tidak Sekolah karena Tak Punya Biaya dan Tak Minat Belajar
Pimpinan dan anggota Komisi D DPRD Sidoarjo mencermati data-data yang dipaparkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sidoarjo saat hearing di kantor DPRD Sidoarjo pada Jumat (27 Desember 2024). (Foto: Fathur Roziq/Ketik.co.id)

KETIK, SIDOARJO – Komisi D DPRD Sidoarjo menemukan fakta mengejutkan. Di Kabupaten Sidoarjo, masih ada anak tidak sekolah (ATS). Mereka tidak menuntaskan wajib belajar 12 tahun alias hanya lulus SD atau SMP. Apa solusinya?

Fakta itu diungkap saat Komisi D DPRD Sidoarjo memanggil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sidoarjo pada Jumat siang (27 Desember 2024). Mereka menggelar rapat dengar pendapat (hearing).

Sekretaris Disdikbud Sidoarjo Ronny Juliano memimpin pejabat dinas pendidikan. Baik kepala bidang (Kabid) maupun kepala seksi (Kasi). Kepala Disdikbud Sidoarjo Dr Tirto Adi tidak hadir dalam undangan hearing DPRD Sidoarjo ini.

Adapun Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo H Dhamroni Chudlori memimpin rapat. Dia didampingi oleh Wakil Ketua Komisi D Bangun Winarso dan Sekretaris Komisi D Zahlul Yussar.

Baca Juga:
Ramah di Kantong Emak-Emak! Ini Daftar Harga Bahan Pokok di Pasar Murah ala Gubernur Khofifah

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo yang hadir, antara lain, Pratama Yudiarto (Gerindra), Sutadji (PKB), Fitrotin Hasanah (PPP), Tarkit Erdianto (PDIP) serta Wahyu Lumaksono (Golkar). Yang tidak terlihat hadir, Irda Bella A.F. (Gerindra), Pujiono (PKB), Kasipah (PDIP), serta H Usman MKes (PKB).  

Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo Dhamroni Chudlori mengatakan, hasil evaluasi Gubernur Jatim terhadap APBD 2025 menyebutkan bahwa masih ada anak-anak di Kabupaten Sidoarjo yang tidak sekolah (ATS). Mereka adalah anak-anak yang tidak menuntaskan wajib belajar 12 tahun atau setara lulusan SMA/SMK.  Berapa jumlahnya?

Di antara 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, Kabupaten Sidoarjo menempati posisi ke-12 dari sisi jumlah. Total ada 6.910 anak tidak sekolah di Kabupaten Sidoarjo. Di Jawa Timur, ada 245.724 anak tidak sekolah. Dan, secara nasional ada 2.214.028 anak tidak sekolah. Data tersebut bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur.

”Kami ingin tahu. Berapa jumlah yang sesungguhnya. Dan, seperti apa basis datanya,” ungkap Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo Dhamroni Chudlori.

Baca Juga:
Terbaik! Gubernur Khofifah Sudah 59 Kali Gelar Pasar Murah Jaga Stabilitas Harga Pangan

Wakil Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo Bangun Winarso juga mempertanyakan, apa saja solusi atas persoalan tersebut. Apa langkah-langkah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sidoarjo. Apakah mereka diikutkan wajib belajar  12 tahun atau diberi keterampilan bekerja?

Foto Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo Dhamroni Chudlori diapit Bangun Winarso (kiri) dan Zahlul Yussar memimpin hearing tentang anak tidak sekolah (ATS) dengan Disdikbud Sidoarjo. (Foto: Fathur Roziq/Ketik.co.id)Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo Dhamroni Chudlori diapit Bangun Winarso (kiri) dan Zahlul Yussar memimpin hearing tentang anak tidak sekolah (ATS) dengan Disdikbud Sidoarjo. (Foto: Fathur Roziq/Ketik.co.id)

Sekretaris Disdikbud Sidoarjo Ronny Juliano pun menyampaikan penjelasannya. Data anak tidak sekolah itu dirilis oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Jumlah awalnya sekitar 8 ribu ATS. Data dalam evaluasi Gubernur Jatim menyebutkan ada 6 ribuan ATS di Kabupaten Sidoarjo.

Data-data dari Kemdikbud dan evaluasi Gubernur Jatim itu dipilah-pilah oleh Disdikbud Sidoarjo. Misalnya, ternyata ada data ATS yang masuk kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Mereka, antara lain, anak-anak putus sekolah SMA atau SMKN. Mereka berada di luar kewenangan Kabupaten Sidoarjo.

Setelah data-data itu dipilah, di Sidoarjo, jumlah anak tidak sekolah sekitar 2 ribu ATS. Mereka adalah anak-anak yang hanya bersekolah hingga SD atau tamat SMP atau tidak tamat SD atau SMP. Penyebabnya bermacam-macam.

Apa saja? Di antaranya, kondisi ekonomi kurang sehingga tidak mampu melanjutkan pendidikan. Ada pula yang memang tidak minat lagi untuk melanjutkan sekolah. Akhirnya bekerja atau membantu orang tua. Ada pula yang mengaku sudah tidak mampu lagi mengikuti Pelajaran. Mentok.

”Untuk dua ribuan ATS itu kami diminta melakukan intervensi,” terang Ronny Juliano.

Foto Sekretaris Disdikbud Sidoarjo Ronny Julianto (kiri) bersama para pejabat dinas pendidikan. (Foto: Fathur Roziq/Ketik.co.id)Sekretaris Disdikbud Sidoarjo Ronny Julianto (kiri) bersama para pejabat dinas pendidikan. (Foto: Fathur Roziq/Ketik.co.id)

Bagaimana solusi Disdikbud Sidoarjo? Mereka diminta mendaftar ke Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF). Baik Pusat Kegiatan Belajar (PKB) dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB). Jumlahnya cukup banyak di Kabupaten Sidoarjo.

Di antaranya, UPTD SPNF SKB Grinting di Desa Grinting, Kecamatan Tulangan. Itu gratis. Banyak pula SKB atau PKB swasta yang menyebar di seluruh Sidoarjo. Jumlahnya sekitar 48 SKB-PKB. Di sana, peserta mengeluarkan biaya sendiri.

”Pekan depan ada hearing lagi untuk membahas ini,” tambah Ronny Juliano.

Merespons penjelasan itu, Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo Dhamroni Chudlori meminta Disdikbud Sidoarjo menyempurnakan lagi hasil pemilahan data jumlah ATS yang riil. Basis datanya pun harus jelas. Sekaligus bagaimana rencana solusi sekaligus anggaran untuk solusi persoalan ATS ini.

”Soal anggaran, untuk yang tidak mampu seharusnya digratiskan. Misalnya, apakah bisa kita menggunakan anggaran belanja tidak terduga (BTT) untuk ini. Jumlahnya Rp 57 miliar,” ungkap Dhamroni Chudlori. (*)

Baca Sebelumnya

DPRD Pasaman Barat Akhiri Masa Sidang Pertama 2024, Berikut Hasilnya

Baca Selanjutnya

KAI Hadirkan Promo Akhir Tahun Potongan Hingga 30 Persen, Berikut Pilihannya

Tags:

sidoarjo Kabupaten Sidoarjo DPRD Sidoarjo Disdikbud Sidoarjo Komisi D DPRD Sidoarjo Dhamroni Chudlori Bangun Winarso Zahlul Yussar Pratama Yudiarto

Berita lainnya oleh Fathur Roziq

DPRD Sidoarjo Ingatkan Komisaris-Direksi BPR Delta Artha dan Aneka Usaha

14 April 2026 08:21

DPRD Sidoarjo Ingatkan Komisaris-Direksi BPR Delta Artha dan Aneka Usaha

Empat Posisi di BPR Delta Artha dan PT Aneka Usaha Sidoarjo ”Terlarang” untuk Pengurus Parpol

14 April 2026 06:52

Empat Posisi di BPR Delta Artha dan PT Aneka Usaha Sidoarjo ”Terlarang” untuk Pengurus Parpol

Bupati Subandi Upayakan Renovasi RTLH dan Bantu Jaminan Kesehatan Warga Sidoarjo

12 April 2026 06:30

Bupati Subandi Upayakan Renovasi RTLH dan Bantu Jaminan Kesehatan Warga Sidoarjo

Dicari! Direksi BPR Delta Artha dan Direktur PT Aneka Usaha Sidoarjo, Seperti Apa Seleksinya?

11 April 2026 06:49

Dicari! Direksi BPR Delta Artha dan Direktur PT Aneka Usaha Sidoarjo, Seperti Apa Seleksinya?

Pemkab Sidoarjo Berikan Layanan Kesehatan Bermartabat demi Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

11 April 2026 05:48

Pemkab Sidoarjo Berikan Layanan Kesehatan Bermartabat demi Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

Bupati Subandi Larang Titip-titipan Calon Direksi BPR Delta Artha dan Direktur PT Aneka Usaha Sidoarjo

10 April 2026 07:05

Bupati Subandi Larang Titip-titipan Calon Direksi BPR Delta Artha dan Direktur PT Aneka Usaha Sidoarjo

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar