Beton Retak di Jalan Krembung-Mojoruntut Sidoarjo Tidak Dibayar, Kontraktor Pelaksana Kehilangan Rp 1,2 Miliar

Jurnalis: Fathur Roziq
Editor: M. Rifat

7 Okt 2023 04:50

Thumbnail Beton Retak di Jalan Krembung-Mojoruntut Sidoarjo Tidak Dibayar, Kontraktor Pelaksana Kehilangan Rp 1,2 Miliar
Para pekerja sedang menumpahkan dan menata urukan ke sisi jalan beton ruas Krembung-Mojoruntut, Kamis (5/10/1012). Betonisasi jalan tersebut dilanjutkan lagi. (Foto: Fathur Roziq/Ketik.co.id)

KETIK, SIDOARJO – Pembetonan ruas Jalan Krembung-Mojoruntut, Kabupaten Sidoarjo, berlanjut. Setelah dihentikan karena retak-retak sejak pertengahan September lalu, betonisasi dimulai lagi pada Kamis (5/10/2023). Kontraktornya rugi sekitar Rp 1,2 miliar.

Betonisasi ruas Jalan Krembung-Mojoruntut, Sidoarjo, direncanakan sepanjang 1.283 meter dan 906 meter. Dua segmen tersebut dinyatakan merupakan satu kesatuan. Anggarannya sekitar Rp 10,5 miliar dari pusat, yaitu dana alokasi khusus (DAK).

Kamis sore (5/10/2023), terlihat pekerja sedang menumpahkan urukan untuk toping di kiri dan kanan beton. Urukan itu diratakan sejajar dengan bentangan beton yang telah terpasang.

Mengapa harus ditambah toping? Menurut pekerja di lokasi, bentangan beton setinggi 30 cm sebenarnya sudah terbangun di kawasan akses perbatasan antara Sidoarjo dan Mojokerto itu. Konstruksinya selesai sekitar 410 meter. Memanjang antara jembatan di dekat Pabrik Gula (PG) Krembung, Sidoarjo, ke arah selatan atau Ngoro, Mojokerto.

Baca Juga:
DLHK Sidoarjo Tindak TPS Liar di Jabon Sidoarjo

Masalahnya, di bentangan beton itu ternyata ditemukan retakan. Ada pecah-pecah. Menurut pengamatan di lokasi, ada delapan retakan. Baik retak rambut maupun yang terlihat seperti pecah. Kamis sore itu, sebagian retakan sudah tidak terlihat lagi. Garis-garisnya tertutup semen.

Meski demikian, kontraktor pelaksana diputuskan kena sanksi. Beton sepanjang 410-an meter itu hanya diakui sebagai fondasi. Bagian atasnya harus dirigid lagi. Jadi, akan ada bentangan lagi setebal 30 cm di atas beton sebelumnya. Di antara itu, diperlukan toping urukan di sisi kanan dan kiri.

Foto Pengendara sepeda motor dengan enak melaju di atas jalan beton yang membentang di Desa Krembung hingga Mojoruntut pada Kamis (5/10/2023). (Foto: Fathur Roziq/Ketik.co.id)Pengendara sepeda motor dengan enak melaju di atas jalan beton yang membentang di Desa Krembung hingga Mojoruntut pada Kamis (5/10/2023). (Foto: Fathur Roziq/Ketik.co.id)

Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air (BM SDA) Sidoarjo juga menyatakan tidak akan membayar pekerjaan konstruksi yang sudah selesai itu. Kontraktor pusing tujuh keliling. Biaya pembetonan sepanjang 400 meter lebih itu diperkirakan sekitar Rp 1,2 miliar.

Baca Juga:
Ramah di Kantong Emak-Emak! Ini Daftar Harga Bahan Pokok di Pasar Murah ala Gubernur Khofifah

”Waduh, Pak. Uang segitu kan tidak sedikit,” ungkap seorang pekerja di lokasi.

Dia juga mempertanyakan, benarkah retakan beton seperti itu hanya terjadi di betonisasi ruas Jalan Krembung-Mojoruntut, Sidoarjo. Apakah tidak mungkin di proyek-proyek lain yang sedang berjalan di Sidoarjo ditemukan retakan serupa.

Informasinya, pemutusan sanksi terhadap kontraktor itu ditetapkan dalam rapat di Dinas PU BM SDA Sidoarjo. Dasarnya adalah pertimbangan berbagai pihak. Perwakilan kontraktor pelaksana juga diundang dalam rapat evaluasi tersebut.

Hadir pula, antara lain, Dinas PU Bina Marga Sidoarjo, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN), bahkan aparat penegak hukum (APH). Dalam rapat dibahas tentang hasil penelitian dari Universitas Brawijaya Malang. Juga hasil tes beton dari ITS Surabaya.

Keputusan sanksi tersebut tidak bisa ditawar lagi. Meskipun, ada harapan bentangan beton 410 meteran itu bisa diperbaiki dan diakui sebagian. Kemudian ”dijahit” lagi. Sebab, yang retak hanya sebagian kecil.

”Memang berat, tapi kami bisa apa kalau sudah diputuskan seperti itu. Tetap kami lanjutkan sebagai wujud tanggung jawab,” ungkapnya.

Hingga Jumat (6/10/2023), Kepala Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air Sidoarjo Dwi Saptono MT belum dapat dimintai konfirmasi. Beberapa kali dihubungi, Dwi tidak merespons. Sebelumnya, Dwi memang menyatakan bahwa bentangan beton sekitar 410 meter yang retak-retak itu memang tidak dibayar. Namun, fisiknya diakui.

Bentangan beton itu tidak dibongkar karena belum ada spoil bank atau tempat pembuangannya di Sidoarjo. Selain itu, pembongkaran akan memakan waktu sehingga penyelesaian dikhawatirkan terlambat. (*)

Baca Sebelumnya

Hadapi Persib Bandung, Persebaya Siap Tampil All Out

Baca Selanjutnya

Peringati Hari Batik, Luminor Hotel Jemursari Surabaya Kolaborasi Dengan Embran Nawawi

Tags:

Betonisasi Jajan Proyek Infrastruktur Jalan Krembung--Mojoruntut sidoarjo Kabupaten Sidoarjo Dinas PU Bina Marga Sidoarjo

Berita lainnya oleh Fathur Roziq

Anggota DPRD Sidoarjo Rafi Wibisono Ungkap Aset Pemkab Jadi TPS Sampah Liar

15 April 2026 11:17

Anggota DPRD Sidoarjo Rafi Wibisono Ungkap Aset Pemkab Jadi TPS Sampah Liar

DLHK Sidoarjo Tindak TPS Liar di Jabon Sidoarjo

15 April 2026 10:07

DLHK Sidoarjo Tindak TPS Liar di Jabon Sidoarjo

DPRD Sidoarjo Ingatkan Komisaris-Direksi BPR Delta Artha dan Aneka Usaha

14 April 2026 08:21

DPRD Sidoarjo Ingatkan Komisaris-Direksi BPR Delta Artha dan Aneka Usaha

Bupati Subandi Upayakan Renovasi RTLH dan Bantu Jaminan Kesehatan Warga Sidoarjo

12 April 2026 06:30

Bupati Subandi Upayakan Renovasi RTLH dan Bantu Jaminan Kesehatan Warga Sidoarjo

Dicari! Direksi BPR Delta Artha dan Direktur PT Aneka Usaha Sidoarjo, Seperti Apa Seleksinya?

11 April 2026 06:49

Dicari! Direksi BPR Delta Artha dan Direktur PT Aneka Usaha Sidoarjo, Seperti Apa Seleksinya?

Pemkab Sidoarjo Berikan Layanan Kesehatan Bermartabat demi Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

11 April 2026 05:48

Pemkab Sidoarjo Berikan Layanan Kesehatan Bermartabat demi Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar