Pemprov Jatim Genjot Program PESTANA, Pesantren di Madura Jadi Garda Tangguh Bencana

Jurnalis: Mat Jusi
Editor: Muhammad Faizin

18 Apr 2026 05:00

Thumbnail Pemprov Jatim Genjot Program PESTANA, Pesantren di Madura Jadi Garda Tangguh Bencana
Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) IV Pamekasan melakukan sesi foto bersama saat menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penguatan Program Pesantren Tangguh Bencana (Foto: Mat Jusi/Ketik.com)

KETIK, SAMPANG – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melalui Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) IV Pamekasan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penguatan Program Pesantren Tangguh Bencana (PESTANA) di Madura.

Kegiatan ini diikuti perwakilan Biro Kesra Setdaprov Jatim, Bagian Kesra kabupaten se-Madura Raya, Kementerian Agama, BPBD, serta Dinas Sosial.

Rakor menghadirkan dua narasumber, yakni Sekretaris Jenderal Jaringan Kyai Santri Nasional sekaligus Tim PESTANA Jawa Timur, Moh. Ghofirin, serta Ketua Tim Pencegahan BPBD Jatim, Dadang Iqwandy.

Kepala Bakorwil IV Pamekasan Dra. Sufi Agustini yang diwakili Kepala Bidang Pemerintahan Sri Rukmiati menyampaikan bahwa Madura memiliki kekuatan besar melalui keberadaan pesantren yang jumlahnya sangat banyak dan berpengaruh di masyarakat.

Baca Juga:
Usai Klarifikasi di KPK, Haji Her Disambut Antusias Warga di Blega

Namun, wilayah Madura juga memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir, kekeringan, dan cuaca ekstrem.

“Kesiapsiagaan bencana menjadi kebutuhan mendesak. Pesantren memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga pusat pembentukan karakter masyarakat tangguh bencana,” ujar Sri Rukmiati, Jumat, 17 April 2026.

Ia menegaskan pentingnya pembekalan pengetahuan kebencanaan kepada santri agar mampu berperan dalam situasi darurat.

Selain itu, pihaknya mendorong penguatan program PESTANA melalui kolaborasi antara pemerintah, pesantren, dan pemangku kepentingan, termasuk percepatan pembentukan SK Tim Pesantren Tangguh Bencana di tiap kabupaten di Madura.

Baca Juga:
Perkuat Pendidikan Keagamaan, Mas Heli Dukung Pembangunan Ponpes dan MI Baiturrahman Sumberbrantas

Sementara itu, Moh. Ghofirin mengungkapkan besarnya potensi pesantren dalam mendukung ketangguhan bencana. Secara nasional, terdapat lebih dari 4,8 juta santri dan 39 ribu pesantren. Di Jawa Timur sendiri tercatat 7.345 pesantren dengan lebih dari 655 ribu santri.

Meski demikian, implementasi program PESTANA di Jawa Timur masih rendah. Dari 38 kabupaten/kota, baru delapan daerah yang merespons secara aktif.

“Kondisi ini menunjukkan perlunya dorongan bersama agar program berjalan lebih optimal,” ujarnya.

Ghofirin juga menyoroti masih banyak pesantren yang belum memiliki sarana dasar penanggulangan bencana, seperti jalur evakuasi, titik kumpul, alat pemadam kebakaran, hingga pompa air.

Ia menambahkan, penguatan program dapat dimulai dari pembentukan satuan tugas di pesantren, peningkatan edukasi kebencanaan, serta pelatihan tanggap darurat seperti pertolongan pertama dan simulasi evakuasi.

Selain itu, integrasi materi kebencanaan dalam kurikulum pesantren dinilai penting, baik melalui Fiqih Kebencanaan maupun Akhlak Kebencanaan.

Di sisi lain, Dadang Iqwandy menyampaikan bahwa jumlah pesantren di Jawa Timur yang berpotensi terdampak bencana sangat tinggi. Dari total 7.345 pesantren, sekitar 6.552 masuk kategori rawan tinggi.

Ia mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan saat terjadi gempa, dengan tidak panik dan segera mencari tempat aman untuk menghindari risiko tertimpa bangunan.

“Keselamatan sangat ditentukan oleh kesiapsiagaan diri dan lingkungan,” ujarnya.

Dadang juga mengingatkan potensi fenomena El Nino pada semester kedua 2026 dengan peluang 50–60 persen yang dapat memicu kondisi cuaca lebih kering.

Ia menekankan pentingnya pembentukan tim siaga bencana di setiap pesantren serta penerapan program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang saat ini masih terbatas.

Sebagai informasi, Rakor Penguatan Program Pesantren Tangguh Bencana digelar di Ruang Rapat Trunojoyo pada Kamis, 16 April 2026. (*)

Baca Sebelumnya

Sempat Jadi Sorotan, Kini Perum Bulog Blangpidie Gandeng Kilang Padi Lokal

Baca Selanjutnya

DLH Trenggalek Akui Banyak Armada Pengangkut Sampah Rusak, Begini Penjelasannya

Tags:

#info madura pondok pesantren Gubernur Jawa Timur Bakorwil IV Pamekasan Pesantren Tangguh Bencana

Berita lainnya oleh Mat Jusi

Pemprov Jatim Genjot Program PESTANA, Pesantren di Madura Jadi Garda Tangguh Bencana

18 April 2026 05:00

Pemprov Jatim Genjot Program PESTANA, Pesantren di Madura Jadi Garda Tangguh Bencana

Bank Sampang Raih The Best Regional Champion 2026 Tiga Kali Berturut-turut dari Infobank

17 April 2026 16:35

Bank Sampang Raih The Best Regional Champion 2026 Tiga Kali Berturut-turut dari Infobank

Diduga Gunakan Pelat Nomor Ganda, Mobil Truk Boks Bawa Rokok Ilegal Kecelakaan di Sampang

17 April 2026 11:20

Diduga Gunakan Pelat Nomor Ganda, Mobil Truk Boks Bawa Rokok Ilegal Kecelakaan di Sampang

Ketua Komisi IV DPRD Sampang Minta Nakes Puskesmas Karang Penang Tingkatkan Pelayanan Prima

17 April 2026 06:10

Ketua Komisi IV DPRD Sampang Minta Nakes Puskesmas Karang Penang Tingkatkan Pelayanan Prima

Kiai di Sampang Ajak Ulama Madura Dukung Perjuangan Habib Aboe Bakar Cegah Narkoba Masuk Pesantren

16 April 2026 09:33

Kiai di Sampang Ajak Ulama Madura Dukung Perjuangan Habib Aboe Bakar Cegah Narkoba Masuk Pesantren

Gedung Baru Puskesmas Karang Penang Sampang Resmi Beroperasi, Layanan Kesehatan Ditingkatkan

15 April 2026 19:22

Gedung Baru Puskesmas Karang Penang Sampang Resmi Beroperasi, Layanan Kesehatan Ditingkatkan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H