Nelayan Pantura Madura Geruduk Petronas, Tuntut Ganti Rugi Rumpon Rusak Akibat Seismik Migas

Jurnalis: Mat Jusi
Editor: Aziz Mahrizal

15 Jul 2025 07:44

Thumbnail Nelayan Pantura Madura Geruduk Petronas, Tuntut Ganti Rugi Rumpon Rusak Akibat Seismik Migas
Situasi saat audiensi nelayan Pantura Madura dengan Petronas, Senin, 14 Juli 2025. (Foto: Varis)

KETIK, SAMPANG – Suasana tegang mewarnai audiensi puluhan nelayan Pantura Madura dengan pihak Petronas Carigali di Gedung VVIP Bebek Sinjay, Bangkalan, Senin, 14 Juli 2025. Para nelayan datang dari Kecamatan Banyuates, Sokobanah, Ketapang, hingga Pantura Pamekasan, menuntut pertanggungjawaban atas kerusakan rumpon yang diduga kuat akibat aktivitas seismik migas perusahaan asal Malaysia tersebut.

Audiensi yang berlangsung lebih dari empat jam itu menjadi ajang pelampiasan kemarahan nelayan yang merasa diabaikan haknya. Mereka didampingi Lembaga Perlindungan Konsumen (LPK) Trankonmasi Jawa Timur dan Organisasi Masyarakat Pro Jokowi (Projo) Sampang. Inti tuntutan mereka jelas, Petronas harus segera membayar ganti rugi atas rumpon yang hancur sejak proyek seismik dimulai. Hingga kini, tidak ada kejelasan atau kompensasi, sementara kerugian nelayan terus bertambah.

Aktivis pembela nelayan Banyuates, Faris Reza Malik, lantang mengecam sikap Petronas yang ia sebut manipulatif dan penuh kebohongan.

"Cukup sudah pembohongan publik ini! Rumpon milik nelayan dihancurkan, tapi ganti rugi tak kunjung diberikan. Nelayan bukan objek eksploitasi. Mereka manusia yang hak hidupnya harus dihormati," tegas Faris disambut sorak dukungan peserta audiensi.

Baca Juga:
Perkara Dana Rumpon Petronas, Nelayan Sampang Serahkan Uang Tunai Rp6 Juta ke Polda Jatim

Nada serupa disampaikan Imron Muslim, tokoh nelayan Sokobanah dan Pantura Pamekasan. Ia menuding Petronas tidak konsisten dan tak memiliki itikad baik.

"Rumpon di Sokobanah nihil ganti rugi. Alat tangkap nelayan rusak parah, tapi tak ada solusi. Jika sampai akhir Juli 2025 tidak ada penyelesaian, kami nyatakan Petronas tidak boleh lagi menyentuh laut utara Madura untuk eksplorasi maupun eksploitasi," ujarnya. 

Ketegangan semakin memuncak saat Hanafi, aktivis LPK Trankonmasi Jawa Timur, mengarahkan kritik tajam kepada SKK Migas yang dianggap lebih membela korporasi asing ketimbang rakyatnya sendiri.

"Kami beri batas waktu. Kalau sampai akhir Juli belum ada ganti rugi, aksi besar-besaran akan kami lakukan. Ini bukan gertakan, ini ultimatum. Rakyat sudah marah!" cetus dengan lantang.

Baca Juga:
Sambut Era Baru F1 2026, Mercedes Resmi Luncurkan Livery Silver Arrows yang Lebih Modern dan Aerodinamis

Alih-alih menenangkan, pernyataan Yustian Hakiki, Humas SKK Migas Jabanusa, justru memicu cemoohan. Ia hanya menyampaikan pernyataan normatif tanpa kepastian.

"Petronas akan menjelaskan transparansi ganti rugi pada minggu keempat Juli 2025. Insyaallah segera diselesaikan," ujar Yustian singkat.

Puncak kekecewaan terjadi saat M. Faathir, perwakilan Petronas, berusaha melempar tanggung jawab kepada PT Elnusa sebagai mitra kerja dalam proyek seismik.

"Dana ganti rugi sudah kami serahkan ke Elnusa. Kami sendiri tidak tahu ke mana perginya uang itu," dalihnya.

Pernyataan ini justru memunculkan dugaan publik terkait potensi penyimpangan dana dan upaya cuci tangan dari pihak Petronas.

Sebagai bentuk tekanan, audiensi diakhiri dengan penandatanganan notulen bermaterai Rp10.000. Dokumen itu berisi komitmen Petronas untuk membuka secara transparan proses dan realisasi pembayaran ganti rugi pada akhir Juli 2025. Agenda tersebut akan digelar di Pemkab Sampang, disaksikan SKK Migas, PT Elnusa, Forkopimda, dan para nelayan terdampak.

Jika hingga batas waktu tersebut Petronas dan SKK Migas masih gagal menunjukkan bukti penyelesaian, masyarakat Pantura Madura bersama para nelayan bertekad melakukan penolakan total terhadap semua aktivitas eksplorasi dan eksploitasi migas Petronas di wilayah laut utara Madura.(*)

Baca Sebelumnya

Vonis Naik 4 Kali Lipat, Terdakwa Korupsi Proyek Jalan Digelandang ke Lapas Bondowoso

Baca Selanjutnya

RAPI Wilayah 1113 Pemalang, Garda Terdepan Informasi Akurat untuk Masyarakat

Tags:

petronas SKK Migas Nelayan Pantura Madura Rumpon Rusak seismik migas

Berita lainnya oleh Mat Jusi

PC PMII Sampang Soroti Dugaan Pungli Perizinan ESDM Jatim yang Jerat 3 Tersangka

19 April 2026 18:04

PC PMII Sampang Soroti Dugaan Pungli Perizinan ESDM Jatim yang Jerat 3 Tersangka

Pemprov Jatim Genjot Program PESTANA, Pesantren di Madura Jadi Garda Tangguh Bencana

18 April 2026 05:00

Pemprov Jatim Genjot Program PESTANA, Pesantren di Madura Jadi Garda Tangguh Bencana

Bank Sampang Raih The Best Regional Champion 2026 Tiga Kali Berturut-turut dari Infobank

17 April 2026 16:35

Bank Sampang Raih The Best Regional Champion 2026 Tiga Kali Berturut-turut dari Infobank

Diduga Gunakan Pelat Nomor Ganda, Mobil Truk Boks Bawa Rokok Ilegal Kecelakaan di Sampang

17 April 2026 11:20

Diduga Gunakan Pelat Nomor Ganda, Mobil Truk Boks Bawa Rokok Ilegal Kecelakaan di Sampang

Ketua Komisi IV DPRD Sampang Minta Nakes Puskesmas Karang Penang Tingkatkan Pelayanan Prima

17 April 2026 06:10

Ketua Komisi IV DPRD Sampang Minta Nakes Puskesmas Karang Penang Tingkatkan Pelayanan Prima

Kiai di Sampang Ajak Ulama Madura Dukung Perjuangan Habib Aboe Bakar Cegah Narkoba Masuk Pesantren

16 April 2026 09:33

Kiai di Sampang Ajak Ulama Madura Dukung Perjuangan Habib Aboe Bakar Cegah Narkoba Masuk Pesantren

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend

Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend