KETIK, SAMPANG – Pendistribusian program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada penerima manfaat dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Sampang, Madura, diduga mengalami kendala. Dapur yang dikelola Yayasan Kumala Bhayangkari Cabang Sampang, Madura, Jawa Timur itu disebut tidak lagi beroperasi sejak beberapa waktu terakhir.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, aktivitas dapur SPPG Polres Sampang telah berhenti cukup lama. Penghentian tersebut diduga berkaitan dengan mundurnya kepala SPPG, yang berdampak pada terhentinya distribusi MBG kepada para penerima manfaat yang sebelumnya terikat kerja sama melalui nota kesepahaman.
“Dapur Polres Sampang sudah lama tidak beroperasi. Kepala SPPG-nya dikabarkan mundur, tetapi saya tidak mengetahui pasti penyebabnya,” ujar sumber berinisial R.
Kondisi ini turut dibenarkan pihak sekolah. Humas SMA Negeri 1 Sampang, Hamid, mewakili Kepala Sekolah Suhaili, mengatakan para siswa telah lebih dari satu bulan tidak menerima bantuan MBG.
Baca Juga:
Buntut Dugaan Keracunan Siswa di Tegalombo, DPRD Pacitan Desak Evaluasi Total MBG“Program MBG di sekolah kami sebelumnya disuplai dari SPPG Polres Sampang. Terakhir kami menerima sebelum bulan puasa. Hingga kini, setelah kegiatan belajar kembali normal, distribusi belum dilanjutkan. Informasinya, sedang terjadi pergantian kepala SPPG dan masih menunggu pejabat baru,” kata Hamid.
Menurut dia, program MBG sangat membantu siswa, sehingga penghentian distribusi menimbulkan pertanyaan di kalangan pelajar. Pihak sekolah berharap penyaluran bantuan tersebut segera kembali berjalan.
“Kami berharap distribusi MBG dapat segera dilanjutkan, karena banyak siswa yang menanyakannya,” ujarnya. Selasa, 14 April 2026.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala SPPG Polres Sampang, Imamatul Maghfiroh, belum memberikan keterangan. Upaya konfirmasi kepada pihak terkait masih terus dilakukan. (*)