Santri Kelas Akhir Pesantren Nurul Jadid Paiton Gelar Enam Perlombaan Pramuka

22 Mei 2026 12:45 22 Mei 2026 12:45

Ponirin, Rahmat Rifadin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Santri Kelas Akhir Pesantren Nurul Jadid Paiton Gelar Enam Perlombaan Pramuka

Ilustrasi AI perkemahan santri dijadwalkan berlangsung selama tiga hari di Candi Jabung (Foto: Ilustrasi AI)

KETIK, PROBOLINGGO – Memasuki hari pertama Orientasi Kelas Akhir (OSKAR 2026), ratusan santri siap berkompetisi dalam serangkaian perlombaan kepramukaan yang menantang. Mengusung konsep Perkemahan Santri, kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu (22–24 Mei 2026).

Pihak panitia telah merilis petunjuk teknis yang mencakup enam cabang lomba utama untuk menguji ketangkasan, kreativitas, dan kerja sama tim para peserta. Keenam lomba tersebut adalah Pionering, PBB Tongkat, Semaphore, Sandi Morse, Hasta Karya, dan Outbound.

Pada lomba Pionering, setiap regu yang diwakili oleh 4 personel ditantang untuk mendirikan bangunan kaki tiga dengan dua palang bawah dalam waktu 30 menit. Panitia menyediakan 7 tongkat dan 5 tali air untuk menguji ketepatan simpul serta kekuatan ikatan peserta. Bobot penilaian terbesar terletak pada kekuatan bangunan (40%), diikuti ketepatan simpul (30%) dan kreativitas (30%).

Sementara itu, ketegangan diprediksi akan terjadi pada lomba PBB Tongkat. Menggunakan sistem gugur perorangan, lomba ini melibatkan 10 orang dari setiap regu. Peserta harus mengikuti aba-aba langsung dari panitia secara presisi. Regu yang mampu mempertahankan jumlah anggota terbanyak di lapangan akan keluar sebagai pemenang.

"Aba-aba langsung dari panitia. Siapa yang salah gerakan, langsung gugur. Pemenang ditentukan dari sisa pasukan terbanyak," tulis panitia dalam keterangan resminya.

Untuk adu kecerdasan dan kecepatan, panitia menggelar lomba Semaphore dan Sandi Morse. Pada lomba Semaphore, 3 utusan regu akan dibagi ke dalam dua pos terpisah untuk memperagakan dan menerjemahkan sandi. Sedangkan pada lomba Sandi Morse yang diikuti oleh 5 orang, peserta harus berburu "harta karun" berupa soal sandi di 4 wilayah berbeda secara berurutan tanpa membawa catatan apa pun.

Kreativitas santri juga diuji melalui lomba Hasta Karya berdurasi 50 menit. Lomba ini memisahkan fokus berdasarkan satuan, di mana santri putri diwajibkan membuat hiasan bunga, sedangkan santri putra ditantang membuat 3 pasang sandal ukir. Seluruh alat dan bahan dibawa mandiri oleh peserta dengan larangan keras saling meminjam antar-regu.

Sebagai penutup rangkaian kompetisi, para santri akan dihibur sekaligus ditantang dalam kegiatan Outbound bertema "Squid Game". Permainan ini akan tersebar di 3 hingga 4 pos dengan aturan khusus yang disesuaikan untuk masing-masing satuan.

Melalui seluruh rangkaian lomba ini, OSKAR 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang perpisahan kelas akhir, tetapi juga momentum pembentukan karakter santri yang disiplin, kreatif, dan tangguh. (*)

Tombol Google News

Tags:

Nurul Jadid Kelas Akhir Pramuka Santri Pramuka