HKTI Imbau Pabrikan Rokok Beli Tembakau Probolinggo di Atas Rp 60 Ribu per Kilo

Jurnalis: Atiq Alirahbini
Editor: Muhammad Faizin

17 Jun 2025 18:25

Thumbnail HKTI Imbau Pabrikan Rokok Beli Tembakau Probolinggo di Atas Rp 60 Ribu per Kilo
Ketua HKTI Kabupaten Probolinggo Ir Agus Salehuddin (kiri) bersama Ketua APTI Kabupaten Probolinggo H. Rahman, Selasa, 17 Juni 2025. (Foto: Atiq Ali Rahbini/ Ketik)

KETIK, PROBOLINGGO – Musim tanam Tembakau di Kabupaten Probolinggo Mulai berjalan. Bahkan, beberapa petani yang menanam di bulan April sudah bersiap memanen tanamannya. 

Namun, ancaman turunnya harga juga mulai membuat petani khawatir. Hal ini disebabkan, karena curah hujan yang terjadi, sehingga menyebabkan mutu Tembakau menurun. 

Tahun lalu, harga Tembakau rajang Probolinggo berkisar Rp 68.000 sampai Rp 80.000 di tingkat petani. Namun, kualitas Tembakau tahun lalu sangat baik, disebabkan faktor cuaca panas yang mendukung, sehingga mutu Tembakau Probolinggo bermutu baik. 

Menyikapi kemungkinan turunnya kualitas pada musim Tembakau tahun ini, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Probolinggo tetap mengimbau seluruh Pabrikan dari skala kecil sampai besar, agar tetap membeli Tembakau rajang petani di kisaran harga terendah sebesar Rp 60.000 per kilo. 

Baca Juga:
HKTI Gelar Rakernas dan Temu Tani di Bogor, Susun Program Kerja 2025-2030

"Tembakau adalah komoditas yang banyak ditanam oleh Petani Probolinggo. Tahun ini, areal tanam sekitar 12.100 hektare lahan. Jika sampai harga anjlok seperti isu yang berkembang, ini bisa memicu gesekan sosial di tengah masyarakat," ungkap Ketua HKTI Kabupaten Probolinggo Ir Agus Salehuddin kepada ketik.co.id, Selasa, 17 Juni 2025. 

Gesekan sosial yang dimaksud, karena tahun lalu harga Tembakau berkisar Rp 68.000 sampai Rp 80.000 per kilo. 

"Kita pahami bahwa Tembakau adalah bahan baku utama rokok. Harga jual rokok terus meningkat tiap tahunnya. Jika tahun ini harga terlalu rendah, bahkan Tembakau petani tidak dibeli. Maka, kemungkinan besar akan menimbulkan gesekan sosial, karena ketidakpuasan Petani. Apalagi, petani sudah banyak yang menggantungkan harapan ekonominya pada musim Tembakau tahun ini,"  ujarnya.

Ketika disinggung soal kenapa harus di kisaran harga terendah Rp 60.000 per kilo, Ir Agus mengaku melihat dari aspek  ekonomis sesuai  Harga Pokok Produksi (HPP) di tingkat Petani. 

Baca Juga:
Formasi Megah HKTI 2025-2030, Pengurus Siap Kawal Nasib Petani

"HPP petani di kisaran Rp 33.600 per kilo, dengan kualitas tanaman di lahan sedang sampai baik. Itu perhitungan biaya tanam sampai biaya rajang," jelasnya.   

Sedangkan  Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Probolinggo H. Rahman saat mendampingi Ketua HKTI,  kepada ketik.co.id mengatakan, salah satu kendala pada musim Tembakau tahun ini, ada beberapa faktor diantaranya,  curah hujan yang bisa mengurangi mutu Tembakau Rajang, persediaan Tembakau tahun lalu yang belum laku terjual dan menurunnya omset penjualan pabrikan rokok skala kecil menengah, akibat ketatnya peraturan cukai.  

"Tahun ini, cuacanya kurang baik-baik saja. Tembakau jika sering kena air hujan, biasanya mutunya kurang baik. Selain itu, petani juga harus memerhatikan umur petik daun Tembakau, harus benar benar tua. Jika mutu baik, insyaAllah harga akan baik," katanya. (*)

Baca Sebelumnya

CDEP Kritik Langkah Wali Kota Surabaya Soal Penertiban Parkir: Terlalu Cari Sensasi

Baca Selanjutnya

Mendukbangga Wihaji Apresiasi Prevalensi Stunting Jabar Turun 5,8%

Tags:

Tembakau Probolinggo Pertanian Probolinggo HKTI Probolinggo Himpunan Kerukunan Tani Indonesia

Berita lainnya oleh Atiq Alirahbini

Jembatan menuju Air Terjun Madakipura Ambruk, Dua Warga Terluka

28 Maret 2026 14:49

Jembatan menuju Air Terjun Madakipura Ambruk, Dua Warga Terluka

Kuota Terbatas, Guru Ngaji di Krucil Probolinggo Saling Berbagi Tunjangan

26 Maret 2026 20:05

Kuota Terbatas, Guru Ngaji di Krucil Probolinggo Saling Berbagi Tunjangan

Banjir Kembali Rendam Kota Kraksaan Probolinggo Setelah 31 Tahun

22 Februari 2026 14:23

Banjir Kembali Rendam Kota Kraksaan Probolinggo Setelah 31 Tahun

Musim Banjir, Destinasi Wisata Arung Jeram Probolinggo Tetap Diminati

20 Januari 2026 22:24

Musim Banjir, Destinasi Wisata Arung Jeram Probolinggo Tetap Diminati

Berbekal Satu Kupon, Remaja Kraksaan Probolinggo Dapat Sepeda Motor di Acara Happy Walk Sae

10 Januari 2026 22:22

Berbekal Satu Kupon, Remaja Kraksaan Probolinggo Dapat Sepeda Motor di Acara Happy Walk Sae

Kiai dan Tokoh Muda Probolinggo Siap Hadapi Pengganggu Stabilitas Pemerintahan

5 Januari 2026 17:48

Kiai dan Tokoh Muda Probolinggo Siap Hadapi Pengganggu Stabilitas Pemerintahan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar