PLN Pacitan Janjikan Listrik untuk Keluarga yang Hidup Gelap Selama Lima Tahun

Jurnalis: Al Ahmadi
Editor: M. Rifat

30 Mar 2024 03:14

Headline

Thumbnail PLN Pacitan Janjikan Listrik untuk Keluarga yang Hidup Gelap Selama Lima Tahun
Kepala Keluarga, Juki tengah memegang lampu LED kecil yang digunakan untuk menerangi rumahnya saat matahari mulai terbenam. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)

KETIK, PACITAN – Usai diberitakan oleh Ketik.co.id tempo lalu, Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Pelaksana Wilayah Kabupaten Pacitan, Jawa Timur janjikan listrik untuk rumah pasangan suami istri Juki dan Tumini yang hidup gelap selama lima tahun terakhir.

Direktur PLN UP Pacitan, Aditya Bimantara, saat dikonfirmasi mengatakan telah melakukan survei dalam upaya pengusulan bantuan.

"Hari Senin lalu sudah kami lakukan survei ke rumah warga tersebut. Saat ini proses pengusulan ke unit atas kami. Pada prinsipnya, kami upayakan untuk membantu. Semoga nanti ada titik terang," kata Direktur Aditya, Sabtu (30/3/2024).

PLN UP Pacitan berjanji akan berupaya mewujudkan pemasangan meteran listrik, sesuai yang didambakan keluarga Juki.

Baca Juga:
Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

"Segera kami kabari nanti update-nya. Semoga sebelum lebaran sudah bisa clear," sambungnya.

Namun saat ditanya terkait bentuk bantuan berupa pengurangan biaya atau pemasangan secara gratis. Pihaknya enggan memberikan kejelasan.

"Nanti kami kabari nggih kalo sudah ada titik terang, kami usahakan semaksimal mungkin untuk beliau. Semoga minggu depan sudah ada kabar baik," tandasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kisah pasangan suami istri Juki dan Tumini sempat menyita perhatian dari banyak pembaca.

Baca Juga:
Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Lantaran tak kuat bayar pemasangan meteran, pasangan ini hidup tanpa listrik sejak 2018 lalu.

Foto Pihak PLN saat menemui Juki untuk melakukan survei lokasi. (Foto: Aditya Bimantara for Ketik.co.id)Pihak PLN saat menemui Juki untuk melakukan survei lokasi. (Foto: Aditya Bimantara for Ketik.co.id)

Saat menjelang petang rumahnya yang berada di RT 03 RW 06, Dusun Gading, Desa Temon, Kecamatan Arjosari gelap gulita bak rumah kosong tak berpenghuni.

Hanya mengandalkan lampu LED ukuran 5 mili sebagai penerangan satu-satunya.

Juki dan Tumini terdesak hidup tanpa listrik setelah rumah mereka terdampak bencana di tahun 2017. Mereka kemudian berpindah ke rumah bantuan bencana di lokasi lain, namun tanpa pemasangan instalasi listriknya.

Keluarga Juki mengalami banyak kesulitan akibat hidup tanpa listrik. Anak semata wayangnya kesulitan belajar di malam hari karena minimnya penerangan.

"Kalau mau ngecas senter harus ke rumah saudara," ungkap Juki saat ditemui Ketik.co.id di kediamannya, Minggu, (24/3/2024) lalu.

Juki dan Tumini begitu mendambakan akses listrik yang memadai. Terutama, ingin anaknya dapat belajar dengan nyaman laiknya teman sebayanya.

Sejatinya, kekhawatiran Juki bukan pada biaya per bulan, namun ada pada saat cost pemasangan meteran yang dirasa cukup mahal baginya.

"Kalau untuk biaya per bulan kami masih kuat. Tapi kalau untuk pemasangan meteran itu kisaran Rp 3 jutaan, kalau segitu kami belum mampu. Tidak apa-apa mending seperti ini saja," tandasnya penuh harap.

Semoga dengan adanya respon dari PLN UP Pacitan, keluarga Juki dan Tumini dapat segera mendapatkan akses listrik dan hidup lebih layak. (*)

Baca Sebelumnya

Dinkes Imbau Warga Kabupaten Sleman Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Difteri

Baca Selanjutnya

Selama Periode Januari Februari, OJK Jatim Tangani 147 Pengaduan

Tags:

pacitan Warga Tanpa Listrik

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Dilaporkan Warga, Penjual Ciu di Pacitan Diciduk Polisi: Kedapatan Simpan 41 Botol

16 April 2026 18:18

Dilaporkan Warga, Penjual Ciu di Pacitan Diciduk Polisi: Kedapatan Simpan 41 Botol

22 Pasien Rawat Inap MBG di Tegalombo Pulih, Dinkes Pacitan Lanjutkan Penanganan

16 April 2026 17:47

22 Pasien Rawat Inap MBG di Tegalombo Pulih, Dinkes Pacitan Lanjutkan Penanganan

Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend

16 April 2026 16:14

Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend

Korban Dugaan Keracunan Dipastikan Tertangani, Satgas MBG Pacitan: Dinas Gerak Cepat

15 April 2026 18:37

Korban Dugaan Keracunan Dipastikan Tertangani, Satgas MBG Pacitan: Dinas Gerak Cepat

Ini Update Satgas MBG Pacitan soal Siapa yang Bertanggungjawab Dugaan Keracunan

15 April 2026 17:47

Ini Update Satgas MBG Pacitan soal Siapa yang Bertanggungjawab Dugaan Keracunan

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

15 April 2026 16:20

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H